Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan monumental ke Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah, pada Rabu, 25 Februari 2026, guna memperkuat kemitraan strategis dan tali persaudaraan antarbangsa Muslim. Kunjungan yang disambut dengan penghormatan militer tertinggi ini menjadi momentum penting bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan pesan perdamaian dan ucapan “Ramadan Mubarak” secara langsung kepada Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman. Pertemuan bilateral tingkat tinggi ini tidak hanya membahas agenda kerja sama diplomatik formal, tetapi juga menegaskan kedekatan emosional Presiden Prabowo yang secara terbuka menyebut Yordania sebagai rumah keduanya, sebuah pernyataan yang mencerminkan kedalaman hubungan personal dan sejarah panjang antara sang Presiden dengan keluarga kerajaan Yordania di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang kian kompleks.
Penghormatan di Angkasa: Pengawalan Jet Tempur F-16 dan Diplomasi Udara
Momen dramatis yang menandai dimulainya kunjungan ini terjadi bahkan sebelum roda pesawat kepresidenan Indonesia One menyentuh landasan pacu di Amman. Saat memasuki wilayah udara kedaulatan Kerajaan Yordania Hasyimiah pada Selasa malam, 24 Februari 2026, pesawat yang membawa Presiden Prabowo Subianto disambut dengan kehormatan luar biasa berupa pengawalan udara (escort) oleh dua jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Kerajaan Yordania. Langkah ini merupakan protokol diplomatik kelas satu yang biasanya dicadangkan bagi sekutu terdekat dan pemimpin negara yang memiliki hubungan sangat istimewa dengan Kerajaan. Di dalam kokpit yang melaju di ketinggian ribuan kaki, interaksi hangat terjadi melalui frekuensi radio militer, di mana salah satu pilot jet tempur Yordania menyapa Presiden Prabowo dengan nada penuh hormat dan persahabatan.
Komunikasi radio tersebut menjadi simbol pembuka yang sangat menyentuh bagi rangkaian kunjungan ini. Pilot tempur Yordania dengan kode panggilan “Lion Flight” menyampaikan sambutannya secara resmi namun hangat. “Ini merupakan suatu kehormatan besar untuk mengawal penerbangan Anda petang ini. Kami berharap Anda menikmati kunjungan Anda dan mendarat dengan selamat. Ramadan Mubarak, Pak,” ujar pilot tersebut dengan suara jernih yang terdengar melalui sistem komunikasi pesawat kepresidenan. Ucapan selamat Ramadan dari seorang prajurit udara di tengah tugas pengawalan tersebut menunjukkan betapa nilai-nilai spiritual dan penghormatan profesional menyatu dalam menyambut kehadiran pemimpin Indonesia di tanah Yordania.
Mendengar sapaan tersebut, Presiden Prabowo Subianto yang juga memiliki latar belakang militer yang kuat, segera menanggapi dengan antusiasme yang sama. Beliau memperkenalkan diri secara resmi melalui radio komunikasi, menciptakan momen diplomasi udara yang jarang terjadi. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Lion Flight, Indonesia One. Ini Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia,” ucapnya dengan nada tegas namun penuh keramahan. Beliau melanjutkan dengan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan udara yang luar biasa tersebut. “Terima kasih banyak, ini Indonesia One. Sekali lagi, Ramadan Mubarak. Yang terbaik bagi Anda di bulan suci ini,” tambah Presiden Prabowo, sembari menegaskan rasa bahagianya bisa kembali berkunjung ke negara yang memiliki tempat khusus di hatinya tersebut.
Pertemuan di Istana Basman: Menegaskan Kedekatan “Rumah Kedua”
Setelah mendarat dengan selamat di Bandar Udara Militer Marka, Amman, agenda utama Presiden Prabowo berlanjut pada Rabu pagi menuju Istana Basman untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II. Di istana yang menjadi pusat pemerintahan dan simbol sejarah Kerajaan Yordania tersebut, Presiden Prabowo disambut dengan upacara kenegaraan yang sangat hangat oleh Raja Abdullah II. Dalam sesi dialog yang berlangsung intens namun penuh kekeluargaan, Presiden Prabowo secara eksplisit mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keramah-tamahan yang diberikan oleh pihak Kerajaan. Beliau menggarisbawahi bahwa kunjungannya kali ini bukan sekadar urusan kenegaraan biasa, melainkan kunjungan kepada sahabat lama dan saudara seperjuangan dalam dunia Islam.
Salah satu poin paling emosional dalam pertemuan tersebut adalah ketika Presiden Prabowo menyebut Kerajaan Yordania Hasyimiah sebagai “rumah kedua” baginya. Pernyataan ini merujuk pada sejarah panjang hubungan personal beliau dengan keluarga kerajaan, di mana Yordania pernah menjadi tempat bernaung yang ramah bagi Prabowo di masa lalu. “Atas nama Indonesia dan secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan Ramadan Mubarak kepada rakyat Yordania,” ucap Presiden Prabowo di hadapan Raja Abdullah II. Beliau menekankan bahwa rakyat Indonesia senantiasa mendoakan kesejahteraan dan keberkahan bagi rakyat Yordania, terutama di bulan suci yang penuh ampunan ini. Ucapan tersebut disambut dengan apresiasi tinggi oleh Raja Abdullah II, yang juga menyampaikan salam hangat bagi rakyat Indonesia dan memuji kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas serta memajukan peran Indonesia di panggung internasional.
Sinergi Strategis dan Solidaritas Ramadhan di Tengah Geopolitik Global
Kunjungan ini juga membawa misi strategis terkait isu-isu regional, termasuk stabilitas di kawasan Timur Tengah dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, di mana Yordania memegang peran kunci sebagai penjaga tempat-tempat suci di Yerusalem. Di sela-sela ucapan selamat Ramadan, kedua pemimpin diyakini membahas langkah-langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, dan bantuan kemanusiaan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus berdiri bersama Yordania dalam menyuarakan perdamaian dunia. Momentum Ramadan dijadikan sebagai landasan moral untuk mempererat kerja sama antarnegara Muslim dalam menghadapi tantangan global, mulai dari isu keamanan hingga ketahanan pangan yang berdampak pada kesejahteraan umat.
Kehadiran Presiden Prabowo di Amman pada Februari 2026 ini memberikan sinyal kuat kepada dunia internasional mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin aktif menjalin kemitraan di wilayah strategis. Dengan mengedepankan pendekatan soft power melalui diplomasi budaya dan agama, seperti pertukaran ucapan “Ramadan Mubarak” yang tulus, Indonesia berhasil memposisikan diri sebagai jembatan dialog yang efektif. Kehangatan yang ditunjukkan oleh Raja Abdullah II dan rakyat Yordania, mulai dari pengawalan jet tempur F-16 di langit Amman hingga jamuan di Istana Basman, membuktikan bahwa hubungan antara Jakarta dan Amman telah mencapai level kemitraan strategis yang sangat solid dan berakar pada kepercayaan timbal balik yang mendalam.
Sebagai penutup dari rangkaian kunjungan singkat namun padat makna tersebut, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk terus memelihara hubungan baik ini. Bagi Indonesia, Yordania bukan hanya mitra dagang atau politik, melainkan saudara serumpun dalam nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Pesan “Ramadan Mubarak” yang bergema dari langit Yordania hingga ke dalam ruang-ruang pertemuan di Istana Basman menjadi simbol abadi bahwa diplomasi yang paling efektif adalah diplomasi yang menyentuh hati dan menghargai tradisi luhur bangsa lain. Kunjungan ini dipastikan akan membuka babak baru dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara yang semakin harmonis di masa depan.

















