- Joko Nur Cahyono (35): Sopir dump truck Hino. Mengalami luka lecet yang cukup dalam pada bagian kaki kanan dan kiri, serta mengeluhkan nyeri hebat pada persendian kaki kanan akibat benturan kemudi. Saat ini dalam kondisi sadar dan menjalani observasi.
- Sukrisno (44): Penumpang dump truck Hino. Mengalami luka robek serius pada kaki kiri yang memerlukan beberapa jahitan, serta luka lecet pada kaki kanan. Kondisi stabil dan sadar sepenuhnya.
- Dimas Axlino Diziana (22): Sopir truk Mitsubishi Canter. Merupakan korban dengan dampak benturan paling keras. Mengalami luka robek pada lutut kaki kiri dan pembengkakan signifikan pada kaki kanan akibat terjepit kabin. Meskipun mengalami trauma fisik, ia tetap dalam kondisi sadar saat dievakuasi.
- Widi Abadi (36): Korban yang berada di sekitar lokasi atau keterlibatan tambahan dalam manifes kendaraan. Mengalami luka robek pada bagian hidung yang mengeluarkan banyak darah serta mengeluhkan nyeri dada yang menusuk, diduga akibat benturan benda tumpul.
- Ferdista Yoga (20): Penumpang truk Mitsubishi Canter. Mengalami luka robek pada telapak kaki kanan akibat pecahan kaca depan, serta luka lecet pada lutut kaki kanan. Saat ini masih menjalani perawatan intensif untuk pemulihan jaringan kulit.
Pihak Satlantas Polres Ngawi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendetail. Sejumlah saksi mata, termasuk warga Desa Ngale yang melihat langsung detik-detik tabrakan, telah dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara. Kendaraan yang terlibat kecelakaan kini telah diamankan di pos polisi terdekat sebagai barang bukti. Kepolisian juga menghimbau kepada seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan angkutan barang, untuk selalu menjaga jarak aman dan memastikan kondisi sekitar sebelum melakukan manuver menyalip, terutama di jalur tengkorak Ngawi-Solo yang dikenal memiliki arus lalu lintas padat dan cepat.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para penyedia jasa logistik dan pengemudi truk akan pentingnya standar keselamatan berkendara. Jalur Ngawi-Mantingan memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Jawa Timur karena kontur jalan yang lurus namun sering kali memicu pengemudi untuk memacu kendaraan di atas batas kecepatan normal. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan patroli kepolisian di jam-jam rawan dapat ditingkatkan guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang. Kondisi kelima korban saat ini dilaporkan terus membaik di bawah pengawasan tim medis RSI AT-TIN Husada, sementara kerugian materiil akibat kerusakan truk dan muatan telur diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

















