Sebuah insiden mengejutkan menggemparkan Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Sebuah mobil Honda Brio yang diduga dikemudikan oleh seorang anggota kepolisian berinisial H, terlibat dalam aksi tabrak lari yang dramatis. Peristiwa ini bermula di depan SMP Negeri 1 Rengasdengklok, di mana kendaraan tersebut menabrak sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seorang perempuan berusia 35 tahun berinisial M. Alih-alih bertanggung jawab, pengemudi mobil dilaporkan panik dan melarikan diri dari lokasi kejadian, dikejar oleh warga yang menyaksikan peristiwa tersebut, sebelum akhirnya mobilnya tercebur ke dalam kali Apor di depan Kantor Desa Kertasari. Insiden ini memicu perhatian serius dari pihak kepolisian, dengan Polres Karawang segera mengambil alih penanganan kasus untuk mengungkap kronologi lengkap dan memastikan penegakan hukum yang adil.
Detil Kronologi dan Penanganan Awal
Menurut keterangan Inspektur Dua Cep Wildan, Kepala Hubungan Masyarakat Polres Karawang, insiden lalu lintas ini terjadi sekira pukul 07.30 WIB. Pengemudi mobil, yang kemudian diketahui berinisial H dan mengenakan atribut Polri, menabrak pengendara sepeda motor berinisial M. Setelah tabrakan terjadi, H dilaporkan panik luar biasa, terutama ketika warga sekitar mulai berteriak dan mengejar kendaraannya. Dalam kondisi panik, H memilih untuk tancap gas dan meninggalkan lokasi kejadian. Wildan menjelaskan bahwa niat H saat itu adalah untuk mencari bantuan dan pertolongan, meskipun cara yang ditempuhnya justru menimbulkan kekhawatiran dan kemarahan warga.
Namun, upaya pelarian H tidak berlangsung lama dan berakhir tragis. Tidak berselang lama setelah meninggalkan lokasi tabrakan, mobil Honda Brio yang dikemudikannya dilaporkan hilang kendali. Kendaraan tersebut akhirnya terperosok dan tercebur ke dalam kali Apor, tepat di depan Kantor Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok. Lokasi terceburnya mobil ini menjadi saksi bisu dari upaya pelarian yang berujung pada kecelakaan lanjutan.
Dampak dan Tindakan Kepolisian
Akibat dari insiden tabrak lari dan kecelakaan susulan ini, korban pengendara sepeda motor, M, mengalami luka-luka yang memerlukan perawatan medis intensif. Kondisinya menjadi fokus utama penanganan pasca-kejadian, menegaskan pentingnya tanggung jawab bagi setiap pelaku kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, pengemudi mobil, H, segera diamankan oleh personel patroli dari Polsek Rengasdengklok. Ia dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan mendalam guna mengklarifikasi seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Polres Karawang menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sebagai barang bukti awal, kepolisian berhasil menyita satu unit mobil Honda Brio yang dikemudikan oleh H, serta satu unit sepeda motor milik korban. Penyitaan barang bukti ini merupakan langkah krusial dalam proses investigasi untuk mengumpulkan fakta-fakta yang objektif. Pihak kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk mendalami motif di balik tindakan H dan memastikan bahwa keadilan bagi korban dapat ditegakkan.
Peran Anggota Kepolisian dan Penyelidikan Lanjutan
Keterlibatan seorang anggota kepolisian dalam kasus tabrak lari ini tentu saja menimbulkan pertanyaan dan perhatian lebih dari biasanya. Polres Karawang melalui Inspektur Dua Cep Wildan secara tegas menyatakan bahwa setiap anggota kepolisian harus menjadi contoh tauladan dalam berlalu lintas dan mematuhi hukum. Oleh karena itu, penanganan kasus ini akan dilakukan tanpa pandang bulu, demi menjaga marwah institusi Polri dan kepercayaan publik. Pihak kepolisian berupaya keras untuk tidak hanya mengungkap fakta kejadian, tetapi juga mengevaluasi tindakan H dari perspektif kode etik profesi kepolisian.
Penyelidikan lebih lanjut akan mencakup pemeriksaan saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian, analisis teknis terhadap kondisi kendaraan yang terlibat, serta pendalaman terhadap kondisi psikologis H pada saat kejadian. Polres Karawang berkoordinasi dengan unit terkait untuk memastikan semua aspek dari insiden ini terungkap dengan jelas. Penanganan kasus ini menjadi momentum penting bagi Polres Karawang untuk menunjukkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam menegakkan hukum, terutama ketika melibatkan anggotanya sendiri. Tindakan tegas akan diambil apabila terbukti ada pelanggaran hukum maupun kode etik yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut.
















