Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Kota Batu, Jawa Timur, pada Rabu sore, 18 Februari 2026, ketika sebuah truk bermuatan pakan ternak diduga mengalami rem blong dan menghantam serangkaian kendaraan di Jalan Pattimura. Insiden nahas yang terjadi sekitar pukul 16.57 WIB ini mengakibatkan kecelakaan beruntun yang melibatkan total lima kendaraan, merenggut satu nyawa seorang pengemudi ojek daring, dan melukai beberapa orang lainnya. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga sempat melumpuhkan arus lalu lintas di kawasan tersebut, memaksa petugas melakukan evakuasi yang memakan waktu berjam-jam.
Kronologi Maut: Detik-detik Truk Tanpa Kendali Menghantam Jalanan Batu
Kejadian tragis ini bermula ketika sebuah truk Fuso berwarna biru dengan nomor polisi P 8640 UG, yang sedang melaju di jalan menurun di Jalan Pattimura, Kota Batu, diduga kehilangan kendali akibat rem yang tidak berfungsi. Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan momen mengerikan saat truk tersebut meluncur deras sambil berulang kali membunyikan klakson, sebuah indikasi kepanikan sang pengemudi yang menyadari bahaya yang akan datang. Bunyi klakson yang nyaring itu menjadi peringatan terakhir sebelum truk tersebut menghantam bagian belakang sebuah mobil yang melaju di depannya. Namun, insiden tidak berhenti di situ. Laju truk yang tak terkendali terus berlanjut, menghantam total empat kendaraan lain yang berada di depannya, meliputi dua mobil dan dua unit sepeda motor. Perjalanan maut truk tersebut baru terhenti setelah menabrak sebuah tiang penerangan jalan umum (PJU) yang berdiri kokoh di sisi kiri jalan. Kejadian ini menimbulkan kepanikan dan kebingungan di kalangan warga sekitar yang menyaksikan peristiwa mengerikan tersebut.
Seorang saksi mata, Doni Mahendra, yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian, menceritakan kesaksiannya dengan nada prihatin. “Suaranya kencang dor gitu, diawali bunyi klakson, lalu suaranya itu suara benturan kencang. Saya keluar rumah lihat sopirnya masih di dalam truk, nabrak empat kendaraan kalau terlihatnya,” ungkap Doni saat ditemui di lokasi kejadian. Kesaksiannya menggambarkan betapa dahsyatnya benturan yang terjadi dan betapa cepatnya peristiwa itu berlangsung. Suara klakson yang terus-menerus terdengar sebelum benturan keras memberikan gambaran tentang upaya sang sopir untuk memperingatkan pengguna jalan lain dan mungkin juga sebagai tanda keputusasaan menghadapi situasi yang tak terkendali.
Identitas Korban dan Kerusakan yang Ditinggalkan
Dalam insiden yang memilukan ini, tercatat satu korban meninggal dunia di tempat kejadian. Korban yang diketahui adalah seorang pengemudi ojek daring bernama Iwan Setiawan, yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat. Luka parah di bagian kepala menjadi penyebab utama kematiannya. Selain korban jiwa, tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Hasta Brata menggunakan ambulans menjelang waktu magrib. Identitas pasti korban luka belum sepenuhnya terkonfirmasi, namun salah satunya dilaporkan sebagai warga Tlekung, Junrejo. Kehilangan nyawa dan cedera yang dialami para korban menjadi pengingat tragis akan kerentanan manusia di jalan raya.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan skala kerusakan yang cukup parah. Terdapat empat kendaraan yang menjadi korban langsung dari tabrakan beruntun tersebut. Dua mobil yang terlibat adalah Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi B 1613 HZM dan Mobil Carry dengan nomor polisi N 1832 JJ. Sementara itu, dua sepeda motor yang juga menjadi sasaran tabrakan adalah jenis Honda Beat. Kondisi kendaraan-kendaraan ini mengalami kerusakan parah akibat benturan keras dengan truk yang kehilangan kendali. Kerusakan ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi para pemilik kendaraan, tetapi juga menjadi saksi bisu dari keganasan insiden tersebut.
Dampak Lalu Lintas dan Proses Evakuasi yang Intensif
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Pattimura ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga menyebabkan dampak signifikan pada kelancaran arus lalu lintas. Kemacetan parah dilaporkan terjadi di kedua arah keluar masuk Kota Batu, dengan panjang antrean kendaraan mencapai satu kilometer. Situasi ini memaksa para pengguna jalan untuk bersabar dan mencari rute alternatif. Proses evakuasi korban dan penanganan lokasi kejadian berlangsung intensif dan memakan waktu kurang lebih dua jam. Tim gabungan dari kepolisian dan petugas terkait bekerja keras untuk membersihkan puing-puing kendaraan, mengevakuasi korban yang terluka, dan mengamankan area untuk mencegah insiden susulan. Upaya ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menangani dampak dari kecelakaan besar ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan maut ini. Dugaan awal mengarah pada rem blong pada truk bermuatan pakan ternak tersebut. Namun, investigasi lebih lanjut akan mencakup pemeriksaan kondisi teknis truk, riwayat perawatan, serta keterangan dari saksi-saksi dan pengemudi yang terlibat. Hasil penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai akar permasalahan kecelakaan, serta menjadi dasar untuk upaya pencegahan di masa mendatang agar tragedi serupa tidak terulang kembali di jalanan Kota Batu yang indah namun terkadang menyimpan bahaya.

















