Tragedi memilukan terjadi di ruas Tol Ngawi KM 566A pada Kamis pagi, 12 Februari 2026, ketika sebuah bus PO Unicorn Indorent mengalami kecelakaan fatal menabrak truk boks. Insiden yang merenggut nyawa pramugari cantik Naura Rindha Cantika (21) ini tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga memicu gelombang viralitas video dan foto almarhumah yang bertugas di bus tersebut. Cantika, yang dikenal supel dan ramah, menjadi sorotan publik bukan hanya karena parasnya, tetapi juga karena dedikasinya dalam melayani penumpang di bus double decker jurusan Terminal Poris Malang-Jakarta-Malang. Kecelakaan ini membuka kembali diskusi mengenai keselamatan transportasi publik dan sorotan terhadap perusahaan otobus yang baru merambah segmen premium.
Sebelum insiden tragis merenggut nyawanya, Naura Rindha Cantika telah membangun reputasi sebagai pramugari yang disukai banyak penumpang. Aktivitasnya saat bertugas, baik di dalam kabin bus maupun saat berinteraksi di terminal, kerap terekam dalam video dan foto yang kemudian beredar luas di berbagai platform media sosial, terutama TikTok dengan akun @Cantika_can5. Pengguna internet, khususnya para penggemar bus, seringkali menyempatkan diri untuk menyapa, mengobrol singkat, bahkan merekam momen ketika bus yang ditumpanginya melakukan manuver. Fenomena ini terjadi di berbagai titik pemberangkatan dan transit, seperti Terminal Poris Plawad di Kota Tangerang, Terminal Jatijajar di Depok, Terminal Pulogebang di Jakarta Timur, serta Bekasi Timur. Kepergian Cantika secara mendadak meninggalkan kekosongan dan kesedihan yang mendalam, membuat unggahan-unggahan terakhirnya kembali dibanjiri ucapan duka cita dari warganet yang kehilangan sosok pramugari yang hangat dan profesional.
Profil Naura Rindha Cantika dan Jejak Digitalnya
Naura Rindha Cantika, seorang gadis muda berusia 21 tahun asal Blitar, Jawa Timur, telah menorehkan jejak digital yang cukup signifikan sebelum akhirnya harus berpulang dalam kecelakaan tragis. Ia dikenal luas di kalangan pengguna transportasi bus sebagai pramugari yang tidak hanya memiliki paras rupawan, tetapi juga kepribadian yang menyenangkan. Sifatnya yang supel dan ramah membuatnya mudah disukai oleh siapa saja, baik saat ia bertugas di dalam bus maupun ketika berinteraksi dengan penumpang di terminal. Banyak penumpang yang pernah merasakan keramahannya, bahkan ada yang memberikan kesaksian tentang bagaimana Cantika menangani situasi dengan sabar dan profesional. Salah satu kesaksian yang beredar luas datang dari Rori Gusparirin melalui platform Threads, yang menceritakan pengalamannya bertemu Cantika di dalam bus malam. Rori menggambarkan Cantika sebagai sosok yang cantik, muda, namun berani mengambil pekerjaan dengan risiko tinggi di industri bus.
Keaktifan Cantika di media sosial, khususnya TikTok, telah membuatnya memiliki banyak penggemar. Video-video yang menampilkan kesehariannya, rutinitasnya saat bertugas, hingga interaksinya dengan penumpang, seringkali menjadi viral dan mendapatkan perhatian positif. Akun TikTok-nya, @Cantika_can5, menjadi salah satu sumber utama bagi warganet untuk melihat aktivitasnya. Jauh sebelum kabar kecelakaan bus yang dikemudikannya mencuat, foto-foto dan video Cantika sudah banyak beredar, diunggah oleh netizen maupun para konten kreator yang mengagumi sosoknya. Momen-momen tersebut seringkali menangkap suasana saat ia bertugas menjemput penumpang di berbagai agen dan terminal bus. Oleh karena itu, ketika berita duka itu datang, banyak warganet yang merasa kehilangan dan membanjiri kolom komentar pada unggahan-unggahan lama Cantika dengan ucapan belasungkawa.
figure
img(src=”https://cdn-2.tstatic.net/style/img/media/images/Naura-Rindha-Cantika-Pramugari-Bus-Indorent-yang-Tewas-dalam-Kecelakaan-Tol-Ngawi.jpg” alt=”Naura Rindha Cantika”)
figure
Bus Indorent: Pemain Baru dengan Ambisi Premium di Jalur Panas
Kecelakaan bus PO Unicorn Indorent di Tol Ngawi tidak hanya menyoroti tragedi yang menimpa pramugari Naura Rindha Cantika, tetapi juga membuka mata publik terhadap perusahaan otobus yang menjadi tempatnya bekerja. Indorent merupakan pemain yang relatif baru dalam industri transportasi bus malam Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Indonesia. Meskipun baru, perusahaan ini dengan cepat meraih popularitas berkat konsistensi mereka dalam menawarkan layanan premium. Mereka memilih untuk beroperasi di segmen pasar yang menuntut kualitas tinggi, baik dari segi armada maupun pelayanan. Hal ini terlihat dari pemilihan armada yang mereka gunakan, yakni bus Volvo B11R dengan konfigurasi double decker, yang merupakan salah satu jenis bus paling mewah dan nyaman di kelasnya.
Perusahaan ini secara agresif membuka trayek-trayek yang dikenal sebagai ‘jalur panas’ di Pulau Jawa, di mana persaingan antar-perusahaan otobus sangat ketat. Dua trayek utama yang mereka garap adalah Jakarta-Malang dan Jakarta-Yogyakarta. Pemberangkatan awal untuk kedua trayek ini dilayani dari Terminal Poris Tangerang dan Terminal Jatijajar Depok, menunjukkan jangkauan operasional yang luas di wilayah Jabodetabek. Armada double decker yang digunakan Indorent, khususnya model Jetbus 5 garapan Karoseri Adi Putro yang terlibat dalam kecelakaan, merupakan bukti nyata dari komitmen mereka terhadap kualitas. Selain itu, Indorent juga merambah segmen bus pariwisata dengan armada big bus Legacy SR3 series dari Karoseri Laksana dan beberapa unit bus medium. Perusahaan ini juga telah melakukan ekspansi strategis dengan mengakuisisi lahan eks Karoseri Restu Ibu di Kranggan, Bogor, untuk dijadikan pool sentral, menandakan ambisi jangka panjang mereka dalam bisnis transportasi.
Strategi Bisnis Indorent: Kecepatan, Ketepatan Waktu, dan Layanan Prima
Trayek Jakarta-Malang dan Jakarta-Yogyakarta dikenal sebagai medan pertempuran sengit dalam industri bus AKAP di Indonesia. Potensi penumpang yang sangat besar di jalur ini, didorong oleh faktor pariwisata yang kuat di Malang dan Yogyakarta, serta jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di kedua kota tersebut, menjadikan trayek ini sangat menarik bagi para operator bus. Ditambah lagi dengan banyaknya perantau dari kedua kota tersebut yang bekerja di Jabodetabek, permintaan akan transportasi yang andal dan nyaman terus meningkat. Saat ini, tercatat ada sekitar 21 perusahaan otobus yang bersaing ketat di trayek Jakarta-Malang saja, dengan puluhan armada yang beroperasi setiap hari pada berbagai pilihan jam keberangkatan.
Dalam menghadapi persaingan yang begitu ketat, Indorent memposisikan diri secara unik dengan menawarkan diferensiasi yang jelas. Mereka tidak hanya bersaing dalam hal harga, tetapi lebih fokus pada keunggulan operasional dan kualitas layanan. Indorent mengedepankan kecepatan dan ketepatan waktu tiba sebagai daya tarik utama, sebuah aspek krusial bagi penumpang yang memiliki jadwal padat. Selain itu, layanan kabin *on board* yang *excellent* menjadi pilar penting dalam strategi mereka. Hal ini mencakup kenyamanan tempat duduk, fasilitas yang memadai, serta keramahan dan profesionalisme kru, seperti yang ditunjukkan oleh almarhumah Naura Rindha Cantika. Di trayek Jakarta-Malang, misalnya, Unicorn Indorent menawarkan dua pilihan kelas premium, yaitu Sleeper dan Super Executive, yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang superior bagi penumpangnya.

















