- Leg Pertama (Thailand): Ratchaburi FC 3 – 0 Persib Bandung. Persib kesulitan beradaptasi dengan cuaca dan tekanan tim tuan rumah.
- Leg Kedua (Indonesia): Persib Bandung 1 – 0 Ratchaburi FC. Gol tunggal Persib tidak cukup untuk mengejar defisit gol.
- Agregat Akhir: 3-1 untuk keunggulan Ratchaburi FC, yang memastikan langkah mereka ke babak perempat final.
- Insiden Pasca-Laga: Penyerangan wasit, perusakan fasilitas GBLA, dan masuknya suporter ke area lapangan.
Kegagalan ini terasa sangat menyakitkan bagi suporter, mengingat ACL 2 adalah panggung bergengsi bagi klub-klub terbaik di Asia. Namun, tindakan anarkis yang dilakukan oknum suporter justru merugikan manajemen klub secara finansial dan reputasi. Persib Bandung kini terancam menghadapi denda ratusan juta rupiah serta kemungkinan sanksi bermain di stadion kosong pada kompetisi Asia musim depan jika mereka kembali lolos. Manajemen Persib sendiri dikabarkan tengah melakukan investigasi internal untuk mengidentifikasi para pelaku kerusuhan melalui rekaman CCTV stadion guna memberikan sanksi tegas berupa larangan masuk stadion (banning) seumur hidup.
Kericuhan di GBLA ini menjadi alarm keras bagi PSSI dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional. Di tengah upaya Erick Thohir melakukan transformasi sepak bola Indonesia, insiden ini menunjukkan bahwa edukasi terhadap suporter dan sistem pengamanan stadion masih memerlukan perbaikan mendasar. Publik sepak bola kini menanti keputusan final dari AFC, yang diprediksi akan keluar dalam beberapa pekan ke depan. Harapannya, sanksi yang diberikan dapat menjadi pelajaran berharga tanpa mematikan semangat perkembangan prestasi klub-klub Indonesia di level internasional.

















