Insiden kecelakaan kerja yang sangat mencekam nyaris merenggut nyawa seorang pekerja lapangan di kawasan padat penduduk Denpasar Selatan, di mana seorang teknisi jaringan internet bernama Tinno Pratama (27) dilaporkan tersengat aliran listrik tegangan tinggi saat sedang melakukan instalasi kabel di Jalan Tukad Pancoran, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 13.50 WITA. Peristiwa yang terjadi di tengah teriknya siang hari tersebut seketika memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar, mengingat korban sempat terlihat tidak berdaya dalam posisi yang sangat membahayakan setelah terpapar arus listrik kuat yang diduga berasal dari kebocoran kabel milik PLN. Meskipun laporan awal yang masuk ke pihak kepolisian sempat menyebutkan bahwa korban telah meninggal dunia di lokasi kejadian akibat sengatan tersebut, upaya penyelamatan darurat yang dilakukan secara gotong royong oleh warga serta penanganan medis intensif di rumah sakit berhasil memberikan harapan hidup bagi pria asal Jakarta tersebut, yang kini tengah berjuang melewati masa kritis akibat luka bakar serius yang mencapai 40 persen di bagian tubuhnya.
Kronologi kejadian bermula ketika Tinno Pratama sedang menjalankan tugas rutinnya untuk memasang kabel WiFi guna memperluas jaringan internet di wilayah Kelurahan Panjer. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, korban saat itu sedang memanjat dan berupaya mengatur bentangan kabel di antara tiang-tiang yang berhimpitan dengan jaringan listrik utama. Suasana yang semula tenang mendadak berubah menjadi histeris ketika terdengar suara letupan kecil diikuti dengan tubuh korban yang mendadak kaku dan tampak tergantung di antara kabel-kabel. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut, termasuk seorang saksi bernama Ibu Heni, segera menyadari kegentingan situasi dan langsung berinisiatif menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polri pada pukul 13.55 WITA. Dalam kepanikannya, pelapor menginformasikan bahwa telah terjadi musibah orang tersengat listrik dengan kondisi korban yang sudah tidak bergerak, sehingga muncul dugaan awal bahwa korban telah mengembuskan napas terakhirnya di tempat kejadian perkara (TKP).
Merespons laporan yang bersifat sangat mendesak tersebut, petugas piket operasional bersama Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Denpasar Selatan segera dikerahkan menuju lokasi di Jalan Tukad Pancoran. Namun, sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi, aksi heroik sekaligus dramatis telah dilakukan oleh warga setempat untuk menyelamatkan nyawa Tinno. Menyadari bahwa setiap detik sangat berharga, warga berusaha menurunkan tubuh korban yang masih berada di ketinggian dengan menggunakan peralatan seadanya. Beberapa warga menggunakan tangga bambu untuk mendorong tubuh korban agar terlepas dari jeratan kabel yang masih dialiri arus listrik, sementara warga lainnya dengan sigap menumpuk tumpukan sampah dan benda empuk lainnya di bawah posisi korban. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko cedera fatal atau benturan keras pada kepala saat tubuh korban akhirnya terjatuh ke bawah. Setelah berhasil dievakuasi dari ketinggian, warga tidak menunggu ambulans tiba melainkan langsung menaikkan korban ke atas mobil pikap untuk dilarikan secepat mungkin menuju fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama.
Identifikasi Korban dan Penanganan Medis di RSUP Prof Ngoerah
Setibanya aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Selatan di lokasi kejadian, mereka mendapati situasi jalanan yang masih dikerumuni massa namun korban sudah tidak ada di tempat. Petugas kemudian melakukan olah TKP awal dan mengumpulkan keterangan dari para saksi mengenai arah evakuasi korban. Penelusuran segera dilanjutkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Prof Ngoerah Denpasar, yang merupakan pusat rujukan medis terbesar di Bali. Di rumah sakit inilah identitas lengkap korban akhirnya terungkap secara resmi. Korban diketahui berinisial TP atau Tinno Pratama, seorang pemuda berusia 27 tahun yang merantau dari Jakarta untuk bekerja sebagai teknisi telekomunikasi. Tim medis yang menangani korban menyatakan bahwa meskipun kondisi korban sangat memprihatinkan dengan luka bakar yang tersebar di beberapa bagian tubuh, korban masih menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil dan masih dalam keadaan bernapas, mematahkan asumsi awal yang menyebutkan dirinya telah tewas tersentrum.
Kondisi luka bakar yang mencapai 40 persen menunjukkan betapa kuatnya arus listrik yang merambat ke tubuh korban saat insiden terjadi. Luka bakar seluas itu memerlukan perawatan yang sangat spesifik dan intensif karena risiko dehidrasi serta infeksi yang sangat tinggi pada jaringan kulit yang rusak. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa tim kepolisian telah melihat langsung kondisi korban di rumah sakit untuk memastikan status keselamatannya. Pihak kepolisian juga memberikan apresiasi terhadap tindakan cepat warga yang memberikan pertolongan pertama, meskipun prosedur tersebut sangat berisiko tinggi. Saat ini, fokus utama tim medis adalah menstabilkan kondisi internal korban sembari memantau perkembangan luka bakar yang dideritanya, sementara pihak kepolisian mulai menyusun berkas penyelidikan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja (K3) yang diterapkan oleh perusahaan tempat korban bekerja.
Penyelidikan Mendalam Terkait Kebocoran Arus dan Prosedur Keselamatan Kerja
Selain fokus pada kondisi kesehatan korban, Polsek Denpasar Selatan kini tengah melakukan pendalaman serius terkait aspek teknis yang menyebabkan kecelakaan ini bisa terjadi. Dugaan kuat mengarah pada adanya kebocoran arus pada kabel milik PLN yang bersentuhan atau berada terlalu dekat dengan jalur kabel internet yang sedang dikerjakan oleh korban. Investigasi ini menjadi krusial untuk menentukan apakah insiden ini murni kecelakaan kerja yang tidak terduga ataukah ada faktor kegagalan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut. Polisi berencana untuk memanggil pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan dari perusahaan penyedia layanan internet tempat korban bernaung serta pihak PLN untuk memberikan keterangan ahli mengenai standarisasi keamanan kabel di Jalan Tukad Pancoran. Hal ini penting dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan, mengingat banyaknya instalasi kabel WiFi yang seringkali tumpang tindih dengan kabel listrik tegangan tinggi di pemukiman padat.
Iptu Gede Adi Saputra Jaya juga mengeluarkan imbauan resmi kepada pihak keluarga Tinno Pratama yang berada di Jakarta maupun kerabatnya di Bali untuk segera mendatangi Polsek Denpasar Selatan. Kehadiran keluarga sangat diperlukan tidak hanya untuk mendampingi proses pemulihan korban di rumah sakit, tetapi juga untuk memberikan keterangan tambahan dan membuat laporan polisi secara resmi guna melengkapi berkas penyelidikan. “Kami sangat mengharapkan kerja sama dari pihak keluarga agar proses hukum dan penyelidikan ini dapat berjalan dengan transparan. Kami ingin memastikan hak-hak korban terlindungi, terutama terkait jaminan kecelakaan kerja,” ungkap Iptu Gede Adi. Di sisi lain, kepolisian juga mengimbau kepada seluruh perusahaan penyedia jasa internet dan para teknisinya untuk selalu mengedepankan protokol keselamatan yang ketat, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) yang standar dan melakukan koordinasi dengan pihak PLN sebelum melakukan pengerjaan di area yang bersinggungan dengan kabel listrik utama.
Hingga saat ini, lokasi kejadian di Jalan Tukad Pancoran masih menjadi perhatian warga, dan beberapa petugas teknis terlihat melakukan pengecekan ulang terhadap instalasi kabel di area tersebut untuk memastikan tidak ada lagi arus liar yang membahayakan publik. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pekerja lapangan mengenai risiko tinggi yang mereka hadapi setiap hari di balik kemudahan akses internet yang dinikmati masyarakat. Polresta Denpasar berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan ini hingga ditemukan titik terang mengenai penyebab pasti kebocoran arus tersebut. Sementara itu, doa dan dukungan terus mengalir bagi Tinno Pratama agar dapat segera melewati masa kritisnya dan pulih kembali, mengingat dedikasinya sebagai teknisi yang harus bertaruh nyawa demi menjalankan tugas profesionalnya di lapangan.

















