Sebuah insiden lalu lintas mengerikan mengguncang jalur vital Tol Jagorawi pada Rabu pagi, 11 Februari 2026, ketika sebuah truk Hino Tractor yang melaju kencang menabrak enam kendaraan lainnya secara beruntun di Kilometer 47 arah Jakarta, tepatnya di underpass Ciawi. Kecelakaan dahsyat yang terjadi sekitar pukul 06.15 WIB ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian pengemudi truk yang gagal mengantisipasi antrean kendaraan akibat proyek perbaikan jalan, meskipun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa atau luka serius, namun menyisakan kerugian materiil yang tidak sedikit serta trauma mendalam bagi para pengendara yang terlibat.
Insiden tragis ini bermula ketika truk Hino Tractor bernomor polisi B-9071-UIZ melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta. Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Bogor, Ajun Komisaris Robby Rachman, pengemudi truk tersebut diduga kurang berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang menurun dan sedikit menikung. Kondisi jalan yang menantang ini, yang dikenal sebagai underpass KM 47B atau terowongan Tol Ciawi di Bogor Timur, Kota Bogor, menuntut konsentrasi ekstra dari setiap pengemudi. Namun, dugaan awal mengindikasikan adanya kelalaian dalam menjaga kewaspadaan di titik rawan tersebut.
Lebih lanjut, AKP Robby Rachman menuturkan bahwa pengemudi truk Hino tersebut disinyalir berkendara dengan kecepatan yang sangat tinggi di jalur menurun tersebut. Kecepatan berlebih ini menjadi faktor krusial yang memperburuk situasi, terutama mengingat adanya antrean kendaraan yang mengular di area terowongan. Antrean ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh berbagai sumber dan laporan di lapangan, disebabkan oleh adanya proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung di titik tersebut. Kondisi proyek perbaikan jalan seringkali menyebabkan penyempitan jalur atau perlambatan arus lalu lintas secara signifikan, sehingga membutuhkan respons dan antisipasi yang jauh lebih cepat serta jarak aman yang lebih panjang dari para pengemudi, khususnya kendaraan besar seperti truk. Namun, sopir truk nahas ini terlambat menyadari keberadaan antrean tersebut, sebuah kelalaian fatal yang berujung pada malapetaka dahsyat.

















