Sebuah insiden dramatis mengguncang Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/2) dini hari, ketika sebuah kapal nelayan bernama KM Risnawati Indah meledak dahsyat di area tanggul pelabuhan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WITA ini tidak hanya menimbulkan kepanikan di kalangan anak buah kapal (ABK) dan masyarakat sekitar, tetapi juga menyebabkan luka-luka serius pada sepuluh orang yang berada di atas kapal. Ledakan yang tiba-tiba ini terjadi saat kapal hendak membongkar muatan ikan hasil tangkapan mereka, menambah daftar panjang insiden yang mengancam keselamatan di sektor perikanan. Investigasi mendalam kini tengah dilakukan untuk mengungkap akar penyebab ledakan yang mengerikan ini, sementara para korban segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.
Kronologi Mengerikan Ledakan KM Risnawati Indah
Menurut keterangan resmi dari Kasubsi Penmas Humas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Aidil, insiden bermula saat KM Risnawati Indah, yang dinakhodai oleh Culli Dg Ewa bersama sembilan ABK, baru saja kembali dari pelayaran panjang dan bersiap untuk membongkar hasil tangkapan ikan yang melimpah. Kapal tersebut berlabuh di area tanggul Pelabuhan Paotere, sebuah lokasi yang biasanya ramai dengan aktivitas bongkar muat hasil laut. Dalam upaya mempersiapkan proses distribusi ikan ke tempat pelelangan, salah seorang ABK dilaporkan menyalakan mesin kapal. Tindakan ini, yang seharusnya menjadi rutinitas biasa, secara tragis berujung pada bencana.
Tiba-tiba, muncul percikan api yang sangat cepat menjalar ke area mesin kapal. Saksi mata dan keterangan dari Aipda Aidil menggambarkan adanya kilatan cahaya sebelum suara ledakan yang menggema memecah keheningan dini hari. Ledakan tersebut begitu kuat sehingga menimbulkan kepanikan luar biasa di antara seluruh awak kapal. Dalam hitungan detik, demi menyelamatkan diri dari kobaran api dan ancaman bahaya yang lebih besar, seluruh ABK dilaporkan melompat ke laut. Tindakan refleks ini, meskipun mengerikan, berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dampak ledakan ini tidak bisa diabaikan; kapal KM Risnawati Indah mengalami kerusakan yang sangat parah, sementara nakhoda dan kesembilan ABK menderita luka-luka yang membutuhkan perawatan medis segera.
Identifikasi Korban dan Tingkat Keparahan Luka
Peristiwa ledakan yang mengguncang Pelabuhan Paotere ini, meskipun tidak merenggut nyawa, telah menyebabkan luka-luka pada sepuluh individu yang terdiri dari nakhoda dan para ABK. Data rinci mengenai identitas korban dan jenis luka yang mereka alami telah dikumpulkan untuk keperluan penanganan medis dan investigasi lebih lanjut. Kondisi para korban bervariasi, mulai dari luka ringan hingga yang memerlukan penanganan intensif akibat trauma fisik yang dialami.
Berikut adalah daftar korban luka beserta keterangan cedera yang mereka alami:
- Dg Ewa (Juragan Kapal): Mengalami luka-luka umum akibat ledakan dan kepanikan.
- Dg Lantik: Menderita patah tulang pada kaki kirinya, memerlukan penanganan ortopedi.
- Aldi: Mengalami luka pada bagian wajah, kemungkinan akibat terkena serpihan atau panas.
- Dg Ngitung: Juga mengalami luka pada area wajah, serupa dengan Aldi.
- Rahmat (Buruh Angkut): Mengalami luka pada kaki kirinya, yang mungkin terjadi saat mencoba melompat atau akibat benturan.
- Dg Rani: Menderita luka pada wajah dan pergelangan tangan kanannya, menunjukkan dampak langsung dari ledakan.
- Bayong alias Sija: Meskipun dilaporkan tidak mengalami luka fisik yang signifikan, ia menjalani perawatan intensif sebagai tindakan pencegahan, kemungkinan karena syok atau paparan lainnya.
- Putra: Mengalami luka bakar pada bagian punggungnya, mengindikasikan terkena api atau panas yang hebat.
- Dg Tangga: Mengalami luka pada lengan kiri dan kaki kanannya, menunjukkan cedera yang cukup luas.
- Sampara Jarung Dg Tujuh: Dilaporkan tidak mengalami luka, namun keberadaannya di kapal saat insiden terjadi tetap menjadi bagian dari catatan investigasi.
Seluruh korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Kodamar VI Makassar untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai. Pihak berwenang menegaskan bahwa semua korban tengah menjalani observasi medis lebih lanjut untuk memastikan pemulihan mereka.
Investigasi Mendalam Terhadap Penyebab Ledakan
Penyebab pasti dari ledakan dahsyat yang menimpa KM Risnawati Indah di Pelabuhan Paotere hingga kini masih menjadi subjek penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian dan tim investigasi terkait. Aipda Aidil menyatakan bahwa meskipun kronologi awal telah terungkap, akar permasalahan yang memicu percikan api hingga berujung pada ledakan besar masih dalam proses pendalaman. Berbagai kemungkinan sedang dieksplorasi, termasuk potensi adanya kebocoran bahan bakar, korsleting listrik yang tidak terdeteksi, atau bahkan faktor eksternal lain yang mungkin terlibat.
Tim investigasi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal, termasuk sistem kelistrikan dan mesinnya, serta meninjau prosedur operasional standar yang seharusnya dijalankan oleh kru kapal. Keterangan dari para saksi, termasuk para ABK yang selamat, akan menjadi elemen krusial dalam membangun gambaran yang lebih komprehensif mengenai kejadian tersebut. Selain itu, analisis terhadap sisa-sisa ledakan dan material yang ada di lokasi kejadian juga akan dilakukan untuk mengidentifikasi jenis bahan atau kondisi yang memicu insiden. Kejelasan mengenai penyebab ledakan ini sangat penting tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi para korban, tetapi juga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, terutama mengingat pentingnya sektor perikanan bagi perekonomian lokal dan nasional.
Insiden ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap aspek keselamatan di pelabuhan dan pada armada perikanan. Pengawasan rutin terhadap kondisi kapal, pelatihan keselamatan yang memadai bagi para kru, serta penerapan standar operasional yang ketat merupakan langkah-langkah preventif yang krusial. Pihak berwenang diharapkan dapat segera merilis hasil investigasi dan memberikan rekomendasi yang konkret untuk meningkatkan keamanan di seluruh pelabuhan perikanan.

















