Sebuah insiden tragis mengguncang ketenangan pariwisata Bali, ketika seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal China, berinisial LM (22), ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di perairan Pantai Canna, Nusa Dua, Badung. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 09.40 WITA, mengubah liburan yang seharusnya penuh kegembiraan menjadi duka mendalam bagi korban dan rekan-rekannya. Penemuan jenazah LM yang mengapung di laut setelah pencarian intensif memicu penyelidikan serius oleh pihak kepolisian dan sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengunjung pantai mengenai pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan di destinasi wisata air.
Kepanikan yang tergambar jelas di wajah rekan korban menjadi sinyal darurat yang tak terbantahkan, memicu respons cepat dari penjaga pantai setempat. Sekitar pukul 09.40 WITA, I Wayan Suta Ariyana (26), seorang lifeguard yang bertugas di Canna Beach Club, didatangi oleh rekan korban yang melaporkan bahwa LM telah hilang dan diduga terseret arus saat sedang menikmati aktivitas berenang. Laporan tersebut seketika memicu alarm, mengingat potensi bahaya arus laut yang kerap tidak terduga, bahkan di perairan yang tampak tenang sekalipun. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Wayan Suta, dengan sigap dan berdasarkan prosedur penyelamatan yang telah dilatihnya, langsung memulai operasi pencarian di sekitar area pantai tempat korban terakhir terlihat. Setiap detik sangat berharga dalam situasi seperti ini, di mana peluang penyelamatan menurun drastis seiring berjalannya waktu.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh Wayan Suta Ariyana berlangsung intensif selama kurang lebih 20 menit. Selama periode krusial ini, setiap sudut perairan disisir dengan harapan menemukan korban dalam keadaan selamat. Namun, takdir berkata lain. Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil, namun dalam kondisi yang sangat memilukan dan jauh dari harapan. Jenazah LM ditemukan oleh seorang nelayan lokal yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam posisi tertelungkup mengapung di laut, sebuah pemandangan yang mengindikasikan bahwa nyawa korban kemungkinan besar sudah tidak tertolong saat ditemukan. Lokasi penemuan diperkirakan sekitar 20 meter dari bibir pantai, dengan kedalaman air kurang lebih 2 meter, menunjukkan bahwa insiden ini terjadi relatif dekat dengan area renang namun di kedalaman yang cukup berbahaya bagi seseorang yang tidak sadarkan diri.

Kronologi Tragis dan Respons Darurat
Saat ditemukan, pemuda berusia 22 tahun itu mengenakan celana pendek berwarna cokelat tanpa mengenakan baju, menguatkan dugaan bahwa ia memang sedang berenang atau baru saja selesai beraktivitas di air. Kondisi ini juga memberikan gambaran bahwa kejadian berlangsung begitu cepat, tanpa sempat ada upaya untuk mengenakan pakaian lengkap. Setelah penemuan yang tragis tersebut, jenazah korban segera dievakuasi ke daratan oleh tim gabungan yang melibatkan penjaga pantai, nelayan, dan kemudian pihak kepolisian yang tiba di lokasi. Proses evakuasi ini dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga integritas jenazah dan sebagai bagian dari prosedur investigasi. Setelah berhasil dibawa ke daratan, kejadian tersebut secara resmi dilaporkan kepada pihak kepolisian, yang kemudian mengambil alih penanganan kasus.
Unit ambulans dari Dinas Pariwisata Badung dengan cepat tiba di lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan membawa korban. Jenazah LM kemudian segera dilarikan ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar, rumah sakit rujukan utama di Bali, guna keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk autopsi jika diperlukan, untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun, seperti yang ditegaskan oleh Iptu Gede Adi Saputra Jaya, “Nyawa korban sudah tidak tertolong saat ditemukan di TKP.” Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa LM telah meninggal dunia di lokasi kejadian, sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit. Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang betapa cepatnya bahaya di laut dapat merenggut nyawa, bahkan bagi individu yang masih muda dan mungkin merasa cukup kuat.
Penyelidikan Mendalam dan Imbauan Keselamatan
Menanggapi insiden ini, Iptu Gede Adi menyampaikan bahwa kasus tenggelamnya wisatawan China ini kini telah ditangani secara intensif oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polresta Denpasar. Sat Polairud memiliki keahlian khusus dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan perairan, termasuk insiden tenggelam, kecelakaan laut, dan pelanggaran hukum di wilayah maritim. Dugaan sementara yang mengemuka adalah bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang, kemungkinan besar karena terseret arus yang kuat atau mengalami kondisi medis mendadak di dalam air. Untuk memastikan kronologi lengkap dan penyebab pasti tragedi ini, petugas Sat Polairud tengah giat mengumpulkan keterangan lebih lanjut dari berbagai saksi, termasuk rekan korban yang pertama kali melaporkan kehilangan, serta saksi mata lain yang mungkin melihat kejadian sebelum LM menghilang.
Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini kembali menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan keselamatan di destinasi wisata air. Pihak kepolisian, melalui Iptu Gede Adi, kembali memberikan imbauan serius kepada seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini mencakup beberapa poin krusial: pertama, selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut yang dapat berubah sewaktu-waktu; kedua, mematuhi rambu-rambu keselamatan yang terpasang di area pantai, seperti larangan berenang di area tertentu atau peringatan arus kuat; dan ketiga, tidak ragu untuk bertanya kepada penjaga pantai atau petugas keamanan setempat mengenai kondisi perairan sebelum beraktivitas. Tragedi “liburan berujung duka” seperti yang dialami LM di Pantai Canna ini adalah pengingat yang menyakitkan bahwa keindahan alam Bali, khususnya pantainya, juga menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh diremehkan. Keselamatan adalah prioritas utama, dan setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri sendiri dan orang lain saat menikmati pesona bahari.


















