Sebuah insiden mendebarkan mengguncang ketenangan Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Februari, ketika seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas), satwa liar yang dilindungi, tiba-tiba menerobos masuk ke permukiman padat penduduk. Peristiwa langka yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ini tidak hanya memicu kepanikan massal di lingkungan sekitar pasar desa, tetapi juga mengakibatkan dua warga setempat mengalami luka-luka serius akibat cakaran dan gigitan satwa buas tersebut. Setelah upaya penanganan yang intensif melibatkan aparat desa dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, macan tutul berukuran sebesar kambing dewasa itu berhasil dievakuasi dengan selamat ke lembaga konservasi, meninggalkan jejak ketegangan dan kisah heroik di tengah masyarakat.
Kemunculan tak terduga predator puncak ini pertama kali dilaporkan oleh warga pada pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB, memicu kehebohan yang cepat menyebar di seluruh penjuru desa. Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi, mengonfirmasi laporan tersebut, menjelaskan bahwa satwa liar tersebut terlihat di wilayah perkampungan yang biasanya aman dari interaksi langsung dengan habitat alami macan tutul. “Kami menerima laporan dari warga terkait adanya macan tutul yang masuk ke wilayah perkampungan. Berdasarkan pantauan awal, ukuran satwa tersebut cukup besar, sekitar sebesar kambing dewasa,” ujar Apen Supendi, menggambarkan betapa mengejutkannya penampakan macan tutul yang diperkirakan berjenis melanistik atau macan tutul kumbang, yang memang merupakan varian dari macan tutul jawa.
Dua warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan macan tutul tersebut menjadi korban langsung dari insiden ini. Mereka mengalami luka-luka akibat cakaran tajam dan gigitan kuat dari satwa tersebut, menimbulkan kekhawatiran serius akan kondisi kesehatan mereka. “Kedua korban langsung kami evakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini kondisinya sudah stabil,” tambah Apen Supendi, memastikan bahwa penanganan medis darurat telah diberikan. Pemerintah Desa Maruyung, bersama dengan aparat keamanan setempat, segera mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi intensif dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut yang profesional dan aman. Kepala Desa juga tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di sekitar lokasi terakhir satwa tersebut terlihat. “Kami minta warga tidak mendekati lokasi dan tetap tenang agar tidak memicu sifat agresif satwa liar tersebut,” tegasnya, menekankan pentingnya menjaga jarak aman demi keselamatan bersama.
Detik-Detik Penangkapan dan Evakuasi Dramatis
Setelah serangkaian upaya penanganan dan pengejaran yang menegangkan, macan tutul jawa yang telah melukai dua warga tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari BBKSDA Jawa Barat. Proses evakuasi ini tidaklah mudah; dalam video amatir yang beredar, terekam momen-momen dramatis ketika macan tutul tersebut sempat masuk ke dalam rumah warga, meloncat dari pagar, hingga akhirnya berusaha kabur dan terjepit di antara pagar dan tembok rumah. Kondisi ini, meskipun berbahaya, justru memberikan celah bagi petugas untuk melakukan penangkapan. Dengan menggunakan jaring khusus, tim BBKSDA Jabar berhasil melumpuhkan dan mengamankan satwa tersebut tanpa menimbulkan cedera lebih lanjut baik pada macan maupun petugas. Keberhasilan penangkapan ini membawa kelegaan besar bagi seluruh warga Desa Maruyung yang sebelumnya diliputi kekhawatiran.
Setelah berhasil ditangkap, macan tutul tersebut segera dibawa ke Lembaga Konservasi Cikembulan di Garut. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V BBKSDA Jabar, Vitriana Yulalita

















