Di tengah gelaran ibadah suci Ramadan 1447 Hijriah, sosok Betrand Peto Putra Onsu, yang akrab disapa Onyo, tidak hanya menjadi sorotan publik atas kiprahnya di dunia hiburan, tetapi juga karena peran barunya yang menyentuh di lingkungan keluarga. Remaja berusia 18 tahun ini secara sukarela mengambil alih tugas penting sebagai “alarm sahur” bagi sang ayah, Ruben Onsu, dan seluruh penghuni rumah. Lebih dari sekadar membangunkan, Onyo juga aktif menemani sang ayah dalam berbagai momen Ramadan, mulai dari berburu takjil hingga memastikan kelancaran ibadah puasa. Momen-momen kebersamaan ini, yang terungkap dalam wawancara di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada 23 Februari 2026, menggambarkan transformasi Onyo menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan penuh perhatian di bulan penuh berkah ini.
Peran Sentral Betrand Peto dalam Momen Sahur dan Buka Puasa
Bulan suci Ramadan tahun ini membawa dinamika baru dalam keseharian Betrand Peto Putra Onsu. Ia menjelma menjadi sosok sentral dalam memastikan kelancaran ibadah puasa sang ayah, Ruben Onsu, serta seluruh anggota keluarga. Peran utamanya adalah sebagai pembangun sahur. Onyo, dengan kesadaran penuh akan pentingnya waktu makan sebelum imsak, mengambil inisiatif untuk membangunkan seluruh penghuni rumah. Ia tidak menggunakan cara-cara konvensional seperti alarm elektronik atau pengeras suara, melainkan dengan pendekatan yang lebih personal dan penuh kasih sayang, memanfaatkan suara lantangnya yang khas untuk memastikan tidak ada satu pun yang terlewat momen penting ini. “Bangunin itu yang tadi, aku bangunin orang sahur, bangunin orang-orang rumah sahur. Karena suara aku kan paling kenceng di rumah. Aku bangunin mereka sahur, mereka lagi tidur aku bangunin gitu,” ungkap Onyo, menunjukkan antusiasmenya dalam menjalankan tugas ini. Tindakannya ini tidak hanya sekadar membangunkan, tetapi juga menciptakan kehangatan dan kebersamaan di pagi buta, jauh sebelum matahari terbit. Ia memastikan bahwa setiap anggota keluarga mendapatkan asupan energi yang cukup untuk menjalani ibadah puasa seharian.
Lebih jauh lagi, Onyo tidak hanya berhenti pada tugas membangunkan sahur. Ia juga secara aktif menemani sang ayah, Ruben Onsu, dalam berbagai kegiatan yang identik dengan bulan Ramadan. Salah satu kegiatan yang paling disukai Onyo adalah berburu takjil. Pengalaman ini menjadi momen berharga bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama, menjelajahi berbagai jajanan dan minuman yang menjadi favorit saat berbuka puasa. Kebersamaan dalam mencari takjil ini mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak, menciptakan kenangan manis yang akan terus tersimpan. Onyo mengungkapkan bahwa ia sangat menikmati momen-momen ini, yang memberikan kesempatan baginya untuk lebih dekat dengan sang ayah di luar kesibukan masing-masing.
Preferensi Kuliner Ramadan: Nasi Briyani Menjadi Pilihan Utama
Dalam urusan menu makanan, Betrand Peto menunjukkan selera yang cenderung sederhana namun memiliki preferensi yang kuat. Ia mengaku tidak memiliki banyak permintaan spesifik mengenai hidangan yang disajikan selama bulan Ramadan. Namun, ada satu hidangan yang secara konsisten menjadi favoritnya untuk berbuka puasa belakangan ini. “Enggak. Paling aku tadi nasi itu saja sih, nasi biryani doang. Jadi makan nasi biryani,” ujar Onyo. Pilihan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah preferensi yang telah terbentuk, bahkan ia berencana untuk tetap meminta menu yang sama untuk makan malam, menandakan betapa ia menikmati hidangan tersebut. “Mungkin malam ini aku request apa sama Ayah ya? Mungkin nasi biryani juga,” tambahnya, menunjukkan antusiasme dan kepuasan atas pilihan kulinernya.
Nasi Briyani, dengan kekayaan rempah dan cita rasa khasnya, tampaknya telah berhasil memikat lidah Onyo. Hidangan ini, yang seringkali disajikan dengan daging ayam atau kambing yang empuk dan bumbu yang meresap sempurna, menjadi pilihan ideal untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Kehadiran Nasi Briyani dalam menu berbuka puasa Onyo tidak hanya sekadar pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi simbol kebahagiaan dan kenyamanan dalam suasana Ramadan. Pilihan sederhana namun konsisten ini mencerminkan bagaimana momen-momen kecil seperti menikmati hidangan favorit dapat memberikan kebahagiaan tersendiri di bulan yang penuh keberkahan ini.
Transformasi dan Tanggung Jawab: Onyo di Bulan Ramadan
Peran Betrand Peto sebagai “alarm sahur” dan pendamping sang ayah selama Ramadan menandai sebuah transformasi penting dalam dirinya. Di usianya yang masih muda, ia telah menunjukkan tingkat kedewasaan dan tanggung jawab yang patut diapresiasi. Kemampuannya untuk secara proaktif mengambil peran penting dalam keluarga, terutama dalam mendukung ibadah sang ayah, menunjukkan perkembangan karakter yang positif. Ia tidak hanya menjadi seorang anak yang patuh, tetapi juga menjadi mitra yang suportif bagi Ruben Onsu dalam menjalani kewajiban spiritualnya.
Tindakan Onyo dalam membangunkan sahur dengan suara lantangnya, yang ia sebut sebagai “suara paling kenceng di rumah”, bukan sekadar isyarat fisik, melainkan juga simbol semangat dan energi yang ia bawa ke dalam keluarga. Ia memastikan bahwa setiap anggota keluarga terbangun dan siap untuk memulai hari dengan ibadah puasa. Selain itu, partisipasinya dalam berburu takjil dan menemani berbuka puasa menunjukkan komitmennya untuk menciptakan momen-momen kebersamaan yang bermakna. Hal ini penting, mengingat kesibukan Ruben Onsu di dunia hiburan, sehingga waktu bersama keluarga menjadi sangat berharga, terutama di bulan Ramadan.
Secara keseluruhan, kisah Betrand Peto di bulan Ramadan ini bukan hanya tentang rutinitas sahur dan buka puasa, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi, tanggung jawab keluarga, dan nilai-nilai kebersamaan. Ia telah membuktikan bahwa di balik citranya sebagai seorang selebriti muda, terdapat seorang anak yang peduli, bertanggung jawab, dan siap memberikan kontribusi positif bagi keluarganya. Peran barunya ini tidak hanya memperkaya pengalaman Ramadan keluarganya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda, tentang pentingnya peran aktif dalam keluarga dan masyarakat, terlebih di bulan yang penuh dengan amal dan kebaikan.
















