Keputusan mengejutkan datang dari penyanyi muda Betrand Peto, yang akrab disapa Onyo, mengenai tempat tinggalnya. Setelah beberapa waktu terakhir menjadi sorotan publik, Onyo secara gamblang mengonfirmasi bahwa ia kini memilih untuk tinggal bersama ayah angkatnya, Ruben Onsu, dan tidak lagi menetap serumah dengan ibu angkatnya, Sarwendah. Keputusan ini, yang telah berlangsung cukup lama, bukanlah keputusan mendadak melainkan hasil dari diskusi mendalam dan komunikasi terbuka dengan kedua orang tua angkatnya. Lantas, apa yang mendasari peralihan tempat tinggal ini, dan bagaimana reaksi Sarwendah serta publik menanggapi perubahan signifikan dalam dinamika keluarga selebriti ini?
“Kalau di tempat bunda itu lebih sendiri,” ungkap Betrand Peto dalam sebuah kesempatan wawancara, memberikan gambaran awal mengenai perasaannya saat tinggal bersama Sarwendah. Ia melanjutkan penjelasannya dengan detail, “Jadi mungkin karena di tempat bunda itu aku apa-apa sendiri gitu.” Pernyataan ini mengindikasikan adanya rasa kesendirian yang ia rasakan dalam rutinitas sehari-harinya. Betrand menguraikan lebih lanjut bahwa ia harus mengurus segala sesuatunya secara mandiri, mulai dari persiapan pakaian untuk kegiatan syuting hingga hal-hal kecil lainnya. “Jadi apa-apa ngurus sendiri dan kalau misalkan syuting kayak gini nanti aku yang siapin baju sendiri gitu. Aku yang prepare bajuku sendiri,” jelasnya.
Kendati demikian, Betrand Peto menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kondisi tersebut. Ia memahami sepenuhnya bahwa Sarwendah memiliki kesibukan yang padat, yang membuatnya tidak selalu dapat mendampingi secara langsung. “Terus juga karena mungkin emang bunda punya kesibukan lain, yang aku bilang tadi mungkin karena ada kerjaan,” tuturnya, menunjukkan bahwa ia tidak melihat kesibukan Sarwendah sebagai sebuah masalah besar, melainkan sebagai sebuah realitas yang harus ia pahami dan adaptasi. Pemahaman ini menjadi fondasi penting bagi Betrand untuk bisa mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada orang lain dalam menjalani kehidupannya.
Perhatian Lebih di Kediaman Ruben Onsu
Berbeda dengan pengalamannya di kediaman Sarwendah, Betrand Peto merasakan perbedaan signifikan ketika tinggal bersama Ruben Onsu. Ia mengaku mendapatkan perhatian yang lebih intensif dari ayah angkatnya tersebut. Hal ini terlihat jelas dalam urusan sehari-hari, termasuk persiapan pakaiannya. “Kalau sama ayah aku disiapin, bahkan ini semua ayah yang siapin barang baju-bajunya gitu,” beber Betrand dengan nada lega. Ia menambahkan bahwa Ruben Onsu secara aktif terlibat dalam menata dan merapikan segala kebutuhannya. “Jadi semua itu dia yang tata-tata rapiin semua,” tegasnya, menyoroti peran aktif Ruben dalam memastikan kenyamanan dan kelancaran aktivitasnya.
Keputusan untuk pindah dan tinggal bersama Ruben Onsu ini bukan tanpa dasar. Betrand Peto secara eksplisit menyatakan bahwa ini adalah pilihannya sendiri, yang diambil setelah melalui proses obrolan dan pertimbangan matang bersama kedua orang tua angkatnya. Ia menegaskan bahwa keputusannya ini telah dikomunikasikan secara baik dan mendapatkan persetujuan dari Sarwendah. Menurut beberapa sumber tambahan, Sarwendah memberikan izin dengan respons yang santai, menunjukkan sikap menghormati keputusan anak angkatnya tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun ada perubahan dalam struktur tempat tinggal, hubungan emosional antara Betrand dan Sarwendah tetap terjaga dengan baik, didasari oleh rasa saling pengertian.
Perubahan tempat tinggal Betrand Peto ini tentu saja memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan dari publik, terutama terkait dengan dinamika keluarga Ruben Onsu dan Sarwendah yang belakangan ini juga menjadi sorotan. Namun, dari penjelasan Betrand sendiri, terlihat jelas bahwa keputusannya didasari oleh kebutuhan emosionalnya akan perhatian dan dukungan yang lebih terasa dalam kesehariannya. Ia mencari lingkungan di mana ia merasa lebih diperhatikan dan dibantu dalam menjalani rutinitasnya, sebuah kebutuhan yang ia temukan saat ini di kediaman Ruben Onsu. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berada dalam sorotan publik, Betrand tetaplah seorang individu dengan kebutuhan dan perasaan yang perlu dipenuhi.
Lebih jauh, keputusan ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari proses pendewasaan Betrand Peto. Dengan mengambil keputusan sendiri dan mengomunikasikannya dengan baik kepada orang tua angkatnya, ia menunjukkan kemandirian dan kemampuannya dalam mengelola kehidupannya. Dukungan dari kedua orang tua angkatnya, baik Ruben maupun Sarwendah, menjadi faktor krusial yang memungkinkan transisi ini berjalan lancar. Ini mencerminkan sebuah keluarga yang utuh, yang mampu menempatkan kebutuhan dan kebahagiaan anak di atas segalanya, bahkan di tengah kompleksitas kehidupan publik dan isu-isu pribadi yang mungkin ada.

















