Setelah badai polemik yang menguras emosi dan menjadi sorotan nasional, penyanyi senior Denada Tambunan akhirnya menorehkan babak baru dalam kisah hubungannya dengan Ressa Rizky Rossano. Pada Senin, 2 Februari 2026, melalui sebuah video klarifikasi yang menyentuh hati di platform Instagram, Denada secara terbuka mengakui Ressa sebagai anak kandungnya, mengakhiri penantian panjang dan spekulasi publik. Langkah monumental ini diperkuat dengan perubahan signifikan pada bio media sosial Denada, di mana inisial “RR” kini terpampang berdampingan dengan inisial anak perempuannya, “AA”, sebagai deklarasi publik atas status Ressa. Pengakuan ini datang setelah serangkaian “adu argumen” dan tekanan publik yang intens, menandai sebuah titik balik penting dalam dinamika keluarga yang sempat terpecah, sekaligus menjawab pertanyaan besar yang selama ini menggantung di benak banyak pihak.
Konflik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano, yang bermula dari pengakuan Ressa tentang statusnya sebagai anak kandung Denada, telah memicu gelombang perdebatan di berbagai platform media. Awalnya, Denada menunjukkan sikap yang cenderung tertutup, memicu spekulasi dan memanaskan atmosfer publik. Namun, seiring waktu dan tekanan yang terus meningkat, hati sang penyanyi akhirnya melunak. Kisruh ini tidak hanya melibatkan dua individu, melainkan juga menyeret perhatian luas dari masyarakat dan media massa, menjadikannya salah satu topik perbincangan paling hangat. Publik menanti dengan cemas bagaimana Denada akan merespons klaim Ressa, dan apakah ia akan menerima kenyataan pahit yang telah lama tersembunyi.
Puncak dari ketegangan tersebut adalah keputusan Denada untuk membuat sebuah video klarifikasi yang ditayangkan secara publik. Video tersebut bukan sekadar pernyataan biasa, melainkan sebuah pengakuan tulus yang diwarnai dengan permintaan maaf. Dalam tayangan tersebut, Denada mengakui secara gamblang bahwa Ressa adalah darah dagingnya, sekaligus mengakui kesalahan besar yang telah ia lakukan di masa lalu. Pengakuan ini menjadi penanda bahwa Denada, setelah melalui proses introspeksi yang mendalam, akhirnya memilih untuk menghadapi kebenaran dan memperbaiki ikatan keluarga yang sempat renggang. Ini adalah momen krusial yang menunjukkan keberanian Denada untuk menanggung konsekuensi dari masa lalunya di hadapan jutaan pasang mata.
Sebagai simbol pengakuan yang tak terbantahkan, Denada mengambil langkah konkret di ranah digital yang memiliki resonansi luas. Ia secara resmi menambahkan inisial Ressa, “RR”, ke dalam bio akun Instagram pribadinya, @denadaindonesia. Perubahan ini bukan sekadar penambahan teks biasa; ini adalah deklarasi publik, sebuah penanda identitas yang mengukuhkan posisi Ressa dalam hidup Denada. Inisial “RR” kini berdiri sejajar dengan “AA”, yang merujuk pada Aisha Aurum, putri Denada dari pernikahannya dengan Jerry Aurum. Dengan kalimat “Proud ibu of AA & RR,” yang ditulis oleh wanita berusia 47 tahun ini, Denada tidak hanya mengakui Ressa sebagai putranya, tetapi juga mengekspresikan kebanggaan sebagai seorang ibu. Tindakan ini secara efektif mengakhiri perdebatan tentang status Ressa dan mengirimkan pesan kuat kepada publik tentang rekonsiliasi yang telah tercapai.
Detil Video Klarifikasi Denada: Sebuah Pengakuan Emosional
Dalam video yang diunggahnya pada Senin, 2 Februari 2026, Denada tampil dengan ketulusan yang mendalam. Dengan nada suara yang penuh penyesalan, ia menyatakan, “Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa, karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi.” Pengakuan ini membuka tabir masa lalu yang kelam, di mana Denada mengakui bahwa ia tidak membesarkan putranya sejak kecil. Ini adalah pengakuan yang berat, mengingat stigma sosial yang kerap melekat pada ibu yang tidak membesarkan anaknya.
Putri dari legenda musik Emilia Contessa itu melanjutkan penjelasannya dengan merujuk pada “kondisi psikis” yang ia alami sebagai alasan mengapa ia tidak bisa membesarkan Ressa sejak bayi. Ia menyebut keputusannya sebagai “kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf.” Pernyataan ini menunjukkan kerentanan dan kejujuran Denada dalam menghadapi masa lalunya, sebuah upaya untuk menjelaskan, meski tidak membenarkan, tindakannya. Ia mengakhiri pernyataannya dengan harapan yang tulus, “Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap, semoga Ressa bisa memaafkan saya dan menerima saya ibu kandungnya dengan segala kekurangan saya.” Permintaan maaf ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah permohonan tulus untuk rekonsiliasi dan kesempatan kedua untuk membangun kembali hubungan ibu dan anak yang telah lama terputus.
Tangisan Ressa Rossano: Pembelaan Tulus untuk Sang Ibu
Di tengah pusaran konflik dan pengakuan yang menyita perhatian, Ressa Rizky Rossano, pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang selama ini diasuh oleh tante dan om Denada, menunjukkan kematangan emosional yang luar biasa. Saat tampil di acara “Pagi-Pagi Ambyar” TRANS TV, Ressa tidak hanya menyampaikan perasaannya, tetapi juga melontarkan pembelaan yang menyentuh hati untuk ibunya. Tangisannya pecah di hadapan kamera, bukan karena kesedihan atas masa lalunya, melainkan karena keprihatinan terhadap nasib Denada yang terancam diboikot oleh netizen.
Dengan suara tertahan dan air mata yang tak terbendung, Ressa memohon kepada publik. “Kakak-kakak netizen,” tuturnya terbata-bata, “Ressa minta tolong janganlah sampai diboikot-boikot itu.” Permohonan ini menunjukkan kepedulian Ressa terhadap karier dan mata pencarian ibunya, yang terancam oleh seruan boikot. Ia menegaskan bahwa niat awalnya hanya untuk mencari kejelasan status, bukan untuk menjatuhkan Denada. “Karena Ressa enggak mau sampai seperti ini. Kasihan juga. Bagaimanapun itu ibu Ressa. Di mata Ressa enggak ada salahnya,” lanjutnya, sembari terus menangis. Pernyataan ini adalah bukti cinta dan pengampunan tanpa syarat dari seorang anak kepada ibunya, sebuah sentimen yang jarang ditemukan di tengah drama publik.
Ressa melanjutkan permohonannya dengan nada yang semakin memilukan. “Ressa mohon banget, kepada kakak-kakak netizen, janganlah diboikot kak. Kasihan. Mending kalo enggak Ressa saja, enggak papa, jangan ibu,” pintanya, dengan tangis yang semakin kencang. Bahkan ketika Dewi Perssik, yang berada di sisinya, mengingatkannya bahwa Denada belum memeluknya, Ressa tetap teguh. “Nggak papa kak, di mata Ressa ibu nggak pernah salah,” tutupnya, menunjukkan kemuliaan hati yang luar biasa. Sikap Ressa ini tidak hanya meredakan amarah netizen, tetapi juga membuka jalan bagi Denada untuk mendapatkan simpati dan pengertian dari publik yang sebelumnya menghakiminya.
Adjie Pangestu Menepis Isu Ayah Biologis: Klarifikasi di Tengah Spekulasi Publik


















