Di tengah gejolak tudingan perselingkuhan yang menyelimuti rumah tangganya, Wardatina Mawa secara tegas membantah klaim suaminya, Insanul Fahmi, yang menyebutkan adanya larangan untuk bertemu anak. Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap narasi yang beredar, di mana Mawa dituding mempersulit akses sang suami untuk bersua dengan buah hati mereka. Sebagai seorang ibu, Mawa mengungkapkan kebingungannya atas tudingan tersebut, mengingat Insanul baru saja bertemu dengan anak mereka beberapa hari sebelumnya. Kejadian ini menjadi sorotan publik, terlebih lagi di bulan Ramadan, bulan yang seharusnya dipenuhi dengan kedamaian dan kejujuran. Mawa menekankan bahwa ia tidak pernah menghalangi hubungan antara Insanul dan anak mereka, bahkan komunikasi virtual pun masih berjalan lancar, meskipun ia memilih untuk tidak mendampingi secara langsung pertemuan tersebut.
Klarifikasi Mawa: Pertemuan Terjadi, Komunikasi Lancar
Wardatina Mawa tak tinggal diam menanggapi pernyataan Insanul Fahmi yang diklaimnya tidak benar. Ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan larangan bagi Insanul untuk bertemu dengan anak mereka. Mawa merasa heran dan bingung mengapa tudingan seperti itu muncul ke publik. Ia menggarisbawahi fakta bahwa Insanul Fahmi baru saja bertemu dengan sang anak hanya empat hari sebelum pernyataan tersebut dilontarkan. “Saya bingung ya, kemarin baru ketemu ya. Jadi saya bingung kenapa dibilang nggak pernah ketemu. Karena kemarin baru empat hari yang lalu itu baru ketemu. Itu baru ketemu, dan saya bingung kenapa dia kasih statement seperti itu,” ujar Mawa saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Jumat (20/2). Pernyataan ini secara implisit menunjukkan adanya narasi yang berbeda antara kedua belah pihak mengenai frekuensi dan kemudahan pertemuan antara ayah dan anak.
Lebih lanjut, Wardatina Mawa secara khusus meminta Insanul Fahmi untuk menghentikan penyebaran informasi yang dianggapnya tidak benar atau fitnah. Ia menekankan pentingnya menjaga ucapan, terutama di bulan suci Ramadan. “Tolong dong ini juga puasa ya, jangan terlalu banyak fitnah juga,” pintanya. Mawa menegaskan bahwa ia tidak pernah menutup akses bagi Insanul untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak mereka. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tersebut tetap terjalin melalui perantara, seperti pengasuh anak atau “mbaknya”. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Mawa secara pribadi memilih untuk tidak mendampingi setiap pertemuan, ia tetap memfasilitasi hubungan antara ayah dan anak. “Saya juga enggak menutup akses hubungan dia sama anak saya, karena kan melalui mbaknya juga,” terangnya lebih lanjut.
Posisi Mawa: Menghormati Proses Hukum dan Komunikasi Melalui Pihak Ketiga
Wardatina Mawa secara eksplisit menyatakan bahwa ia tidak lagi secara langsung terlibat dalam memfasilitasi pertemuan antara Insanul Fahmi dan anak mereka. Keputusannya ini didasari oleh berbagai pertimbangan, termasuk untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait laporan yang ia ajukan atas dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang melibatkan Insanul Fahmi dan pihak ketiga. “Jadi kalau saya pribadi saya memang tidak ada merespons sama sekali. Jadi enggak apa-apa melalui mbaknya aja. Dan memang baru kemarin itu baru ketemu,” ungkapnya. Keputusan ini bukan berarti menutup total akses, melainkan mengalihkan jalur komunikasi dan fasilitasi pertemuan kepada pihak ketiga yang dipercaya. Hal ini juga dapat diartikan sebagai upaya Mawa untuk menjaga jarak emosional dan menghindari potensi konflik yang lebih besar.
Meskipun Mawa tidak mendampingi secara langsung, ia memastikan bahwa komunikasi virtual antara Insanul Fahmi dan sang anak tetap berjalan lancar. Ia menyebutkan bahwa Insanul Fahmi sempat melakukan panggilan video (video call) dengan anak mereka, dan tidak ada hambatan dalam proses tersebut. “Dia video call kemarin juga baru ketemu dan sama sekali tidak ada saya tutup akses untuk ketemunya mereka karena memang anak lah ya kan, juga video call masih jalan lancar melalui mbaknya ya, jadi nggak melalui saya,” pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan kembali bahwa fokus Mawa adalah memastikan hak anak untuk tetap terhubung dengan ayahnya terpenuhi, meskipun ia memilih untuk tidak terlibat langsung dalam interaksi tersebut. Ia berharap agar isu ini tidak terus dibesar-besarkan dan menjadi fitnah yang merugikan, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
Tanggapan Wardatina Mawa ini muncul di tengah laporan media yang mengutip pernyataan Insanul Fahmi mengenai kesulitan bertemu anak. Berbagai sumber tambahan dari pencarian internet mengkonfirmasi narasi yang disampaikan Mawa, di mana ia berulang kali membantah tudingan mempersulit pertemuan. Salah satu sumber menyebutkan bahwa Mawa merasa heran atas keluhan Insanul, mengingat mereka baru saja bertemu. Sumber lain juga mengindikasikan bahwa Mawa ingin menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan meminta agar tidak ada fitnah yang disebarkan, khususnya di bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan adanya upaya dari Mawa untuk meluruskan kesalahpahaman publik dan menjaga reputasinya di tengah badai masalah rumah tangga yang tengah dihadapinya.
















