Krisis geopolitik yang memanas di Timur Tengah telah memicu kekacauan signifikan pada jalur pelayaran energi global, menyebabkan puluhan, bahkan ratusan, kapal tanker minyak dan gas alam cair (LNG) terdampar di perairan strategis Teluk Persia. Insiden ini, yang terjadi menyusul serangkaian serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu lalu, secara efektif telah melumpuhkan Selat Hormuz, salah satu jalur air terpenting di dunia. Situasi genting ini tidak hanya mengganggu logistik regional secara drastis dan memperlambat laju ekspor, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap produksi energi jangka pendek, berpotensi memicu krisis pasokan global yang lebih luas.

















