Teheran Bergetar: Serangan Udara AS-Israel Hantam Rumah Sakit Gandhi, Evakuasi Darurat Bayi dan Pasien Dilakukan
Serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Minggu malam (1/3/2026) telah mengguncang ibu kota Iran, Teheran, dengan insiden paling mencolok adalah penghantaman terhadap fasilitas medis vital, Rumah Sakit Gandhi. Laporan dari kantor berita Iran, ISNA, mengkonfirmasi bahwa rumah sakit yang berlokasi di Teheran utara ini menjadi sasaran serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi Zionis-Amerika. Serangan ini bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik yang signifikan, tetapi juga memicu evakuasi darurat bagi para pasien, termasuk bayi-bayi baru lahir yang terpaksa dipindahkan dari inkubator mereka demi keselamatan. Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai target militer dan dampaknya terhadap infrastruktur sipil, serta menimbulkan kekhawatiran global tentang eskalasi konflik di kawasan tersebut. Pihak berwenang masih belum memberikan rincian pasti mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka yang ditimbulkan dari serangan brutal ini.
Kerusakan Parah dan Saksi Mata Kondisi Pasca-Serangan
Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Minggu malam (1/3/2026) telah meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam di Teheran, dengan Rumah Sakit Gandhi menjadi salah satu target utama yang mengalami dampak paling parah. Kantor berita Iran, ISNA, secara tegas melaporkan bahwa Rumah Sakit Gandhi yang berlokasi di kawasan utara ibu kota Iran tersebut menjadi sasaran langsung dari serangan udara yang dilancarkan oleh apa yang mereka sebut sebagai “koalisi Zionis-Amerika”. Dampak dari serangan ini terlihat jelas dari rekaman video yang beredar luas, yang dipublikasikan oleh kantor berita Fars dan Mizan. Video tersebut, yang diduga diambil dari dalam fasilitas medis yang terkena serangan, memperlihatkan pemandangan yang mengerikan: puing-puing berserakan tak beraturan di lantai, bercampur dengan kursi roda yang kini kosong, menjadi saksi bisu dari kekacauan yang terjadi. Jendela-jendela yang pecah dan kerusakan struktural pada beberapa bagian fasad rumah sakit juga dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah, Press TV, yang memperkuat gambaran kerusakan masif yang ditimbulkan.
Situasi di dalam rumah sakit pasca-serangan digambarkan sangat mencekam. Laporan dari Anadolu mengutip rekaman yang ditayangkan di televisi pemerintah, yang secara gamblang menunjukkan jendela-jendela yang pecah berhamburan dan kerusakan signifikan pada bagian luar bangunan rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan pasien dan staf medis yang berada di dalam fasilitas tersebut pada saat serangan terjadi. Belum ada informasi rinci yang dikeluarkan mengenai apakah ada korban jiwa atau luka-luka yang signifikan di antara pasien dan staf medis. Namun, evakuasi darurat yang dilakukan terhadap semua pasien, termasuk bayi-bayi yang masih dalam perawatan intensif, menunjukkan tingkat keparahan situasi dan urgensi untuk menyelamatkan nyawa.
Evakuasi Darurat dan Respons Internasional
Serangan udara yang menghantam Rumah Sakit Gandhi tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang parah, tetapi juga memicu respons kemanusiaan yang mendesak. Laporan dari Beritasatu.com mengkonfirmasi bahwa serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada Minggu (1/3/2026) secara langsung mengenai Rumah Sakit Gandhi di Teheran utara. Akibatnya, sebagian besar bangunan rumah sakit mengalami kerusakan yang signifikan. Situasi ini memaksa dilakukannya evakuasi darurat terhadap seluruh pasien, termasuk bayi-bayi baru lahir yang sangat rentan. Proses evakuasi yang dilakukan dalam kondisi darurat ini tentu saja menimbulkan tantangan logistik dan emosional yang luar biasa bagi para tenaga medis dan keluarga pasien.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa WHO mencatat adanya evakuasi rumah sakit di Teheran pasca-serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel. Pernyataan dari Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Ali Bahreini, yang disampaikan dalam pidatonya di UN Human Rights Council, semakin memperjelas keparahan situasi. Ia menyatakan bahwa rumah sakit telah menjadi sasaran “serangan tanpa pandang bulu”. Meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai serangan tersebut, pernyataannya menggarisbawahi dugaan bahwa fasilitas medis sipil menjadi target dalam konflik ini. Sementara itu, IAEA (Badan Energi Atom Internasional) dilaporkan belum menemukan indikasi bahwa serangan Israel dan AS turut menghantam fasilitas nuklir Iran, yang menunjukkan bahwa fokus serangan mungkin memang ditujukan pada infrastruktur sipil lainnya, termasuk fasilitas medis.
Konteks Konflik dan Kekhawatiran Global
Serangan udara yang mengguncang Teheran pada Minggu malam (1/3/2026), yang melibatkan koalisi Amerika Serikat dan Israel, menandai eskalasi yang signifikan dalam ketegangan regional. Serangan ini dilaporkan berlangsung semalaman, dengan beberapa ledakan besar terdengar di berbagai lokasi, termasuk di sekitar rumah sakit, kantor polisi, dan bahkan stasiun televisi. Rumah Sakit Gandhi di Teheran utara secara spesifik dilaporkan terkena serangan, yang menyebabkan kerusakan parah dan memperlihatkan kondisi puing-puing di dalam fasilitas medis tersebut. Insiden ini bukan hanya menimbulkan kekhawatiran tentang korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga memicu pertanyaan serius mengenai strategi militer yang diterapkan dan dampaknya terhadap populasi sipil serta infrastruktur vital.
Penting untuk dicatat bahwa serangan ini terjadi sebagai bagian dari kampanye militer yang sedang berlangsung terhadap Iran, yang telah memasuki hari kedua pada saat laporan ini dibuat. Laporan-laporan dari berbagai media internasional, termasuk Al Jazeera, Anadolu, dan Beritasatu.com, secara konsisten menyoroti penghantaman terhadap Rumah Sakit Gandhi. Pernyataan dari kantor berita Iran, ISNA, yang menyebut serangan tersebut sebagai “serangan udara Zionis-Amerika,” mencerminkan persepsi Iran terhadap sumber serangan. Kerusakan yang terlihat pada fasilitas medis tersebut, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Fars dan Mizan melalui video yang beredar, menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan komunitas internasional. Pihak berwenang Iran belum memberikan rincian lengkap mengenai korban dalam serangan tersebut, namun sifat serangan yang menargetkan fasilitas medis secara umum dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Insiden ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu respons dari berbagai negara serta organisasi internasional.

















