Dalam sebuah insiden yang mengejutkan dan penuh keberanian, Kota Yogyakarta kembali menjadi saksi bisu atas drama kejahatan jalanan yang berakhir dengan aksi heroik seorang mahasiswi. Pada hari Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, Eviana, seorang mahasiswi berusia 21 tahun asal Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan determinasi luar biasa saat ponselnya dirampas oleh seorang penjambret di Jalan Menteri Supeno, Kemantren Umbulharjo. Tanpa ragu, Eviana yang tengah berboncengan dengan rekannya, Yunda (22 tahun), melancarkan pengejaran dramatis dan bahkan menabrakkan sepeda motornya ke motor pelaku. Aksi nekat ini tidak hanya berhasil menghentikan laju sang penjambret, berinisial WY alias Koko alias Siheng (38 tahun), tetapi juga mengarah pada penangkapannya oleh warga setempat, sekaligus menyingkap tabir kejahatan berantai yang telah dilakukannya.
Insiden bermula ketika Eviana dan Yunda sedang berkendara santai di Jalan Menteri Supeno, sebuah ruas jalan yang cukup ramai di Kota Yogyakarta. Eviana, seperti kebiasaan banyak pengendara sepeda motor, menempatkan ponselnya di dashboard motor sebelah kiri. Situasi ini tanpa disadari telah menarik perhatian WY, seorang residivis berusia 38 tahun yang diketahui merupakan warga Umbulharjo dan telah lama menjadi target operasi kepolisian. WY, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat, memanfaatkan kelengahan korban. Dengan sigap, ia memepet motor Eviana dari sisi kiri, sebuah modus operandi klasik para penjambret yang seringkali berhasil mengecoh korbannya dalam hitungan detik. Dalam sekejap mata, ponsel Eviana berpindah tangan ke pelaku.
Kapolsek Umbulharjo, AKP Hellga Dimas Prakosa, dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa, 10 Februari, menjelaskan kronologi kejadian yang menegangkan tersebut. “Korban bersama saksi bernama Yunda dipepet terduga pelaku dari sebelah kiri kemudian terduga pelaku mengambil handphone yang diletakkan oleh korban di dashboard motor sebelah kiri,” terang AKP Hellga, mengonfirmasi detail awal perampasan. Setelah berhasil menggasak ponsel, pelaku WY segera tancap gas, berupaya melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, ia tak menyadari bahwa korbannya bukanlah sosok yang pasrah begitu saja.
Kesadaran bahwa ponselnya telah dicuri memicu reaksi spontan yang luar biasa dari Eviana. Dalam sepersekian detik, naluri untuk mempertahankan hak miliknya mengalahkan rasa takut. Tanpa pikir panjang, Eviana langsung memacu motornya, memulai pengejaran terhadap pelaku yang telah melaju sekitar 100 meter di depannya. Pengejaran dramatis ini berlangsung di sepanjang Jalan Menteri Supeno, sebuah jalan yang sibuk, sebelum akhirnya mencapai puncaknya di Jalan Pakel Baru. Di sinilah, Eviana menunjukkan keberanian yang tak terduga. Dengan perhitungan matang dan tekad bulat, ia menabrakkan motornya ke motor Honda Beat yang dikendarai WY.
Tabrakan itu cukup keras untuk membuat pelaku WY kehilangan kendali dan terjatuh dari motornya. Meskipun mengalami luka goresan akibat insiden tersebut, Eviana secara ajaib berhasil mempertahankan keseimbangannya dan tidak ikut terjatuh dari motor. Ia tidak mengalami luka sedikit pun, sebuah fakta yang menunjukkan kemahirannya dalam mengendalikan situasi darurat. Setelah terjatuh, WY sempat mencoba melarikan diri dengan berlari kaki, berharap bisa menghilang di keramaian. Namun, teriakan “maling!” yang dilontarkan Eviana dan Yunda segera menarik perhatian warga sekitar. Dengan sigap, beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat untuk mengejar dan akhirnya berhasil meringkus pelaku yang sudah tak berdaya. “Korban menabrakkan motornya ke motor pelaku. Alhasil pelaku tersebut terjatuh. Pelaku sempat berlari dan ditangkap oleh warga,” imbuh AKP Hellga, mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam penangkapan ini.
Kepada penyidik, Eviana mengungkapkan bahwa aksinya murni didasari oleh refleks. Ia merasa sangat dirugikan atas pencurian ponselnya yang terjadi begitu tiba-tiba. “Korban merasa dirugikan oleh ulah pelaku, handphone tiba-tiba diambil jadi refleks melakukan pengejaran dan terjadilah kecelakaan tersebut,” jelasnya, menggambarkan betapa kuatnya dorongan untuk bertindak saat hak miliknya dirampas. Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo, Iptu Brimastya Paramadhanys, turut menambahkan detail penting mengenai insiden ini. Menurutnya, Eviana memang terbiasa menaruh ponsel di dashboard motor, sebuah kebiasaan yang sayangnya dimanfaatkan oleh pelaku. “Spontan setelah itu namanya juga cewek to. Terus ada warga juga. Dia (korban) sambil teriak ‘maling-maling’. Terus disundul lah (motor pelaku),” kata Iptu Brimastya, menyoroti keberanian Eviana yang tidak hanya mengejar tetapi juga berteriak meminta bantuan, serta aksi ‘menyundul’ motor pelaku yang menjadi kunci penghentiannya. Di tengah kekacauan itu, Yunda, rekan Eviana, juga menunjukkan kehadiran dirinya dengan menghubungi layanan darurat 110 untuk memanggil polisi. Kondisi saat kejadian, sekitar pukul 17.00 WIB, masih belum terlalu gelap, memungkinkan warga untuk melihat jelas dan merespons dengan cepat.
Modus Operandi dan Kejahatan Berulang Pelaku
Penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh pihak kepolisian mengungkapkan fakta-fakta mencengangkan mengenai sepak terjang WY. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku memiliki modus operandi yang terencana dan oportunistik. Ia bergerak secara mobile, berkeliling mencari calon korban, dan menargetkan pengendara sepeda motor yang menaruh ponsel mereka di dashboard

















