Seorang siswi sekolah dasar berusia 12 tahun di Demak, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 12 Februari 2026, dalam sebuah insiden tragis yang diduga kuat sebagai aksi bunuh diri. Penemuan jasad korban yang tergantung di dalam rumahnya telah memicu penyelidikan mendalam oleh Kepolisian Resor Demak. Peristiwa ini mengguncang komunitas lokal dan menarik perhatian publik, terutama setelah beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga milik korban, yang menunjukkan adanya tekanan emosional beberapa hari sebelum kejadian. Pihak kepolisian kini tengah berupaya merekonstruksi kronologi pasti kejadian ini, mengumpulkan keterangan saksi, serta menganalisis bukti-bukti di tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kematian dan mengesampingkan adanya unsur kekerasan atau tindak pidana lain.
Penyelidikan Mendalam oleh Polres Demak
Kepala Kepolisian Resor Demak, Ajun Komisaris Besar Arrizal Samelino Gandasaputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah secara resmi memulai penyelidikan terhadap kasus kematian bocah 12 tahun tersebut. “Sampai saat ini masih proses penyelidikan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Demak,” ujar Arrizal saat dihubungi pada Senin, 16 Februari 2026, menegaskan keseriusan aparat dalam menangani perkara ini. Langkah awal yang diambil kepolisian meliputi pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara cermat di kediaman korban. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan setiap detail yang mungkin relevan, seperti posisi korban, kondisi lingkungan sekitar, serta bukti fisik lainnya yang dapat memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang terjadi. Selain itu, tim penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang berada di lokasi ketika jasad korban pertama kali ditemukan. Keterangan dari saksi-saksi ini sangat krusial untuk membangun gambaran kronologis kejadian dari sudut pandang orang pertama.
Kronologi Penemuan yang Mengejutkan
Menurut keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh ibunya sendiri. Sang ibu dilaporkan baru saja pulang ke rumah dan mendapati pemandangan yang sangat mengejutkan. Ia menemukan anaknya sudah dalam posisi tergantung di sebuah besi yang biasa digunakan untuk latihan pull up. Dalam kondisi panik dan syok, ibu korban segera mencari pertolongan dengan mendatangi rumah tetangganya. Salah seorang saksi mata yang didatangi ibu korban, berdasarkan penuturan Ajun Komisaris Besar Arrizal, melihat adanya selendang berwarna lurik yang masih terpasang menggantung di besi tersebut, mengindikasikan bahwa benda inilah yang diduga digunakan oleh korban. Penemuan ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang, yang kemudian segera bertindak cepat mendatangi lokasi kejadian.
Pemeriksaan Medis dan Hasil Sementara
Setelah penemuan awal, jenazah bocah tersebut segera dibopong dan dibawa ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis forensik. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab pasti kematian dan mengidentifikasi adanya tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap peristiwa tragis ini. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan sementara yang dirilis oleh kepolisian menunjukkan bahwa korban diduga tewas akibat murni gantung diri. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban yang mengindikasikan keterlibatan pihak lain atau adanya unsur pidana. Namun, proses penyelidikan secara keseluruhan masih terus berjalan untuk mengkonfirmasi temuan awal ini secara definitif.
Peran Media Sosial dan Tekanan Emosional
Kasus ini menjadi sorotan publik tidak hanya karena tragedi itu sendiri, tetapi juga karena beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga milik korban di media sosial. Unggahan oleh akun Instagram @infodemakraya ini memperlihatkan beberapa kalimat makian dari lawan bicara yang diyakini sebagai ibu korban. Dalam unggahan tersebut, juga terdapat keterangan yang mengisyaratkan adanya kelelahan emosional yang dialami oleh korban akibat perlakuan yang diterimanya. Munculnya bukti digital ini menambah dimensi kompleksitas pada penyelidikan, karena mengindikasikan adanya potensi tekanan psikologis yang mungkin dihadapi oleh korban sebelum kejadian. Pihak kepolisian juga akan mendalami isi percakapan ini sebagai salah satu faktor yang mungkin memengaruhi kondisi emosional korban.
Respons Pemerintah dan Imbauan kepada Masyarakat
Menyikapi peristiwa yang sangat memprihatinkan ini, Pemerintah Kabupaten Demak dikabarkan telah menginstruksikan dua dinas terkait untuk memberikan respons. Meskipun detail instruksi tersebut belum sepenuhnya terungkap, langkah ini menunjukkan kesadaran pemerintah akan pentingnya penanganan isu kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri di kalangan anak-anak. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, termasuk pemberitaan sebelumnya, kepolisian juga telah mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi emosional anak-anak mereka dan memperkuat komunikasi di dalam keluarga. Pencegahan dini melalui dialog terbuka dan pemahaman terhadap problematika yang dihadapi anak-anak dianggap sebagai kunci untuk menghindari tragedi serupa di masa mendatang.
Pentingnya Dukungan Kesehatan Mental
Tragedi di Demak ini kembali menyoroti isu krusial mengenai kesehatan mental pada anak-anak dan remaja. Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa angka bunuh diri di kalangan anak-anak di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, sebuah fakta yang sangat mengkhawatirkan. Penting bagi masyarakat untuk tidak meremehkan tanda-tanda depresi atau masalah kesehatan jiwa lainnya pada anak. Catatan redaksi dalam artikel ini juga memberikan informasi penting mengenai ketersediaan layanan bantuan krisis kejiwaan dan pencegahan bunuh diri. Dinas Kesehatan Jakarta, misalnya, menyediakan psikolog gratis bagi warga yang membutuhkan konsultasi kesehatan jiwa, baik secara tatap muka maupun daring melalui laman https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id. Selain itu, terdapat juga berbagai lembaga lain seperti Yayasan Pulih dan Hotline Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan yang siap memberikan dukungan.

















