- Korespondensi Email: Ribuan pesan elektronik yang menunjukkan koordinasi perjalanan, undangan acara eksklusif, dan permintaan fasilitas khusus di berbagai negara.
- Catatan Perjalanan: Detail mengenai siapa saja yang mengunjungi kediaman Epstein di Florida, New York, hingga pulau pribadi di Karibia.
- Jaringan Rekrutmen: Peran tokoh-tokoh seperti Barbro Ehnbom dalam memperkenalkan wanita-wanita muda ke dalam lingkaran sosial Epstein.
- Akses Institusional: Tawaran akses ke lokasi-lokasi sensitif seperti Istana Buckingham sebagai bentuk timbal balik hubungan personal.
- Upaya Redaksi: Meskipun ribuan halaman telah dirilis, masih banyak bagian yang disamarkan (redacted), memicu kritik terhadap Departemen Kehakiman AS atas transparansi yang dianggap setengah hati.
Skandal Epstein tetap menjadi luka terbuka dalam sistem hukum dan sosial global. Dengan kematian Epstein di sel penjara pada tahun 2019, banyak korban merasa bahwa keadilan yang sesungguhnya belum sepenuhnya tercapai selama orang-orang berpengaruh yang mendukungnya belum dimintai pertanggungjawaban secara penuh. Rilis dokumen ini, meskipun menyakitkan bagi banyak pihak, dianggap sebagai langkah penting untuk mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik tembok-tembok istana dan rumah mewah. Bagi monarki Eropa, ini adalah ujian berat untuk membuktikan bahwa mereka masih relevan dan memiliki integritas moral di mata rakyat yang mereka pimpin.















