Aksi perampokan nekat yang disertai dengan serangan bom molotov mengguncang pusat perdagangan emas legendaris di Jalan Somba Opu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis siang (12/2/2026). Seorang ibu rumah tangga berinisial SU (41), yang diketahui berasal dari Kabupaten Gowa namun berdomisili di Bantaeng, melancarkan aksi kriminal terencana di Toko Emas Logam Mulia dengan menyamar sebagai pembeli potensial di tengah lonjakan harga emas yang mencapai rekor tertinggi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 WITA ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp2 miliar, tetapi juga memicu kepanikan massal serta menyebabkan sejumlah orang mengalami luka bakar akibat kobaran api yang sengaja disulut pelaku untuk memicu kekacauan.
Kronologi Penyamaran dan Detik-Detik Serangan Bom Molotov
Peristiwa mencekam ini bermula ketika kondisi Jalan Somba Opu sedang berada pada puncak aktivitas perdagangan harian. Kawasan yang telah menjadi barometer ekonomi perhiasan di Indonesia Timur sejak era 1970-an ini dipadati oleh pengunjung yang mencari emas berkualitas tinggi. Pelaku, Suriani alias SU, datang seorang diri dan memasuki Toko Emas Logam Mulia dengan gestur yang sangat tenang, layaknya pelanggan kelas atas yang berniat melakukan transaksi besar. Ia mulai berinteraksi dengan para pegawai toko, menanyakan berbagai koleksi perhiasan, dan meminta staf untuk mengeluarkan sejumlah item emas dari etalase kaca untuk diperiksa lebih dekat.
Tanpa menaruh curiga, pegawai toko melayani permintaan SU dengan profesional. Berbagai perhiasan emas dengan total berat diperkirakan mencapai 800 gram hingga 1 kilogram dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam sebuah kantong kertas (paperbag). Untuk memperkuat penyamarannya, SU sempat meminta izin kepada pemilik toko untuk memotret perhiasan-perhiasan tersebut dengan dalih ingin mengirimkan fotonya kepada sang suami guna mendapatkan persetujuan pembelian. Namun, titik balik ketegangan terjadi ketika pemilik toko mulai merasa ada yang tidak beres dan menolak permintaan pengambilan foto tersebut. Menyadari rencananya mulai terhambat, SU segera beralih ke rencana cadangan yang jauh lebih ekstrem dan berbahaya.
Berdasarkan keterangan dari Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, pelaku tiba-tiba merogoh tasnya dan mengeluarkan dua botol plastik berisi bahan bakar jenis Pertalite yang telah dimodifikasi menjadi bom molotov. Tanpa ragu, SU menyulut sumbu botol tersebut dan melemparkannya ke arah etalase dan bagian dalam toko. Meskipun tidak terdengar ledakan yang menggelegar, cairan bahan bakar tersebut seketika memicu kobaran api yang cepat membesar, menciptakan kepulan asap hitam yang menyesakkan dan bau menyengat di dalam ruangan yang tertutup. Di tengah hiruk-pikuk pegawai dan pengunjung yang berlarian menyelamatkan diri dari api, SU menyambar paperbag berisi emas senilai miliaran rupiah tersebut dan mencoba menghilang di tengah kerumunan massa.
Dampak Ekonomi dan Fluktuasi Harga Emas yang Fantastis
Aksi nekat Suriani ini terjadi pada momentum yang sangat krusial, yakni saat harga komoditas emas sedang mengalami tren kenaikan yang sangat signifikan secara global maupun domestik. Nilai barang jarahan yang nyaris dibawa kabur oleh pelaku mencerminkan betapa tingginya risiko keamanan di pusat-pusat perdagangan logam mulia saat ini. Pada hari kejadian, harga emas batangan produksi Antam telah menyentuh angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, memberikan gambaran mengapa pelaku menargetkan jumlah emas yang begitu besar untuk menutupi masalah finansial pribadinya.
Berikut adalah rincian harga emas yang berlaku pada saat insiden perampokan terjadi di kawasan Somba Opu:
| Jenis Emas | Harga Jual (per Gram) | Harga Buyback (per Gram) |
|---|---|---|
| Antam | Rp2.947.000 | Rp2.741.000 |
| UBS | Rp3.002.000 | Rp2.810.000 |
| Galeri 24 | Rp2.915.000 | Rp2.710.000 |
| Hartadinata Abadi | Rp2.920.000 | Rp2.715.000 |
Tingginya harga emas ini menjadikan satu kilogram emas yang diincar pelaku memiliki nilai likuiditas yang sangat tinggi di pasar gelap. Kawasan Jalan Somba Opu sendiri, yang membentang sepanjang 700 meter di Kelurahan Bulo Gading, merupakan rumah bagi lebih dari 100 toko emas yang menjual perhiasan dengan kadar 20 hingga 23 karat. Sebagai pusat oleh-oleh dan perhiasan utama di Makassar, kawasan ini memiliki perputaran uang yang sangat masif setiap harinya, namun insiden ini menunjukkan bahwa sistem pengamanan mandiri di toko-toko tersebut masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kriminal yang nekat.
Upaya Penangkapan dan Identifikasi Korban Luka
Meskipun sempat menciptakan kekacauan dengan api, pelarian SU tidak berlangsung lama. Respons cepat dari warga sekitar dan para pedagang kaki lima di depan toko berhasil memojokkan pelaku sebelum ia sempat menjauh dari lokasi kejadian. Warga yang melihat kepulan asap dan mendengar teriakan “rampok” segera mengepung area tersebut. SU berhasil diamankan dalam kondisi histeris saat massa mulai berkerumun. Tak lama kemudian, personel kepolisian dari Polrestabes Makassar tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri oleh warga yang geram.
Namun, keberhasilan mengamankan pelaku harus dibayar dengan adanya korban luka. Seorang pedagang emas kaki lima bernama Awal (36), yang berada tepat di depan lokasi saat kejadian, mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian kaki dan lengannya ketika ia berusaha membantu memadamkan api yang merembet ke arah luar. Selain Awal, dua orang pegawai Toko Emas Logam Mulia juga dilaporkan menderita luka bakar ringan dan sesak napas akibat menghirup asap tebal. Para korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Motif Terlilit Utang dan Rekam Jejak Keamanan Somba Opu
Dari hasil pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Makassar, terungkap fakta memilukan di balik aksi kriminal tersebut. Suriani mengaku nekat merampok dan membakar toko emas karena merasa terhimpit oleh utang yang menumpuk. Tekanan ekonomi yang luar biasa membuatnya merencanakan aksi ini dengan matang, mulai dari menyiapkan bahan bakar hingga memilih target toko yang dianggap memiliki stok emas melimpah. “Pelaku mengaku melakukan percobaan pencurian ini karena terhimpit utang,” tegas Kombes Pol Arya Perdana. Polisi kini tengah mendalami apakah ada pihak lain yang membantu pelaku dalam menyiapkan bom molotov tersebut atau apakah aksi ini murni dilakukan secara tunggal.
Insiden ini menambah daftar panjang catatan gangguan keamanan dan musibah di kawasan strategis Jalan Somba Opu. Sebelumnya, pada Januari 2026, sebuah kebakaran besar juga sempat melanda deretan ruko di kawasan yang sama, meskipun saat itu disebabkan oleh korsleting listrik. Selain itu, catatan kepolisian menunjukkan adanya peningkatan kasus pencurian kendaraan bermotor di sekitar area parkir Somba Opu pada Desember 2025. Rentetan kejadian ini memicu desakan dari para pemilik toko agar pemerintah kota dan kepolisian meningkatkan patroli keamanan serta pemasangan CCTV yang lebih terintegrasi di sepanjang jalur perdagangan emas tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Toko Emas Logam Mulia masih dipasangi garis polisi dan menghentikan aktivitas operasionalnya untuk sementara waktu guna keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah personel Brimob dengan senjata lengkap terlihat disiagakan di beberapa titik strategis di Jalan Somba Opu untuk memberikan rasa aman kepada para pedagang dan pengunjung lainnya. Kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, dan pelaku terancam dijerat dengan pasal berlapis terkait pencurian dengan kekerasan serta pembakaran sengaja yang membahayakan nyawa orang lain.

















