Dalam sebuah langkah tegas yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menindak total 772 kasus tindak pidana serius melalui Operasi Pekat Jaya 2026. Operasi berskala besar ini, yang secara intensif digelar selama 15 hari penuh dari tanggal 28 Januari hingga 11 Februari 2026, menargetkan berbagai bentuk “penyakit masyarakat” yang meresahkan, mulai dari kejahatan jalanan, peredaran narkoba, hingga premanisme, di seluruh wilayah hukum ibu kota dan sekitarnya. Pengungkapan ini tidak hanya mencerminkan efektivitas strategi penegakan hukum kolaboratif, tetapi juga mengirimkan pesan jelas tentang keseriusan aparat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama menjelang momen penting seperti bulan suci Ramadan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Iman Imanuddin, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Markas Polda Metro Jaya pada Kamis, 12 Februari 2026, merinci capaian signifikan dari operasi ini. Tercatat sebanyak 442 laporan polisi (LP) yang masuk menjadi dasar investigasi, yang kemudian berkembang menjadi penanganan 772 kasus tindak pidana. Perbedaan antara jumlah laporan polisi dan jumlah kasus yang ditangani menunjukkan pendekatan proaktif Polda Metro Jaya yang tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif melakukan penyelidikan dan penindakan berdasarkan informasi intelijen serta patroli lapangan. Periode operasi yang dipilih, yakni menjelang Ramadan, secara strategis bertujuan untuk menekan angka kriminalitas dan gangguan kamtibmas yang cenderung meningkat di masa-masa tersebut, memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman.
Pengungkapan Kasus dan Profil Kejahatan yang Ditargetkan
Data hasil Operasi Pekat Jaya 2026 memberikan gambaran jelas mengenai peta kejahatan yang paling dominan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dari total kasus yang diungkap, 77 kasus di antaranya merupakan pencurian dengan pemberatan (curat), sebuah kategori kejahatan properti yang seringkali melibatkan modus operandi canggih atau penggunaan kekerasan terselubung, menimbulkan kerugian material yang signifikan serta trauma psikologis bagi korbannya. Sebanyak 17 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga berhasil diungkap, menandakan upaya berkelanjutan dalam memerangi sindikat pencurian yang kerap meresahkan warga. Selain itu, tiga kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang melibatkan ancaman atau penggunaan kekerasan fisik langsung terhadap korban, serta 35 kasus tawuran yang seringkali berujung pada cedera serius bahkan kematian, turut menjadi fokus penindakan. Keberhasilan dalam menekan angka dan mengungkap jenis-jenis kejahatan ini menunjukkan fokus aparat pada kejahatan yang paling berdampak langsung pada rasa aman masyarakat.
Operasi Pekat Jaya dirancang secara komprehensif untuk menyasar berbagai jenis “penyakit masyarakat” yang menjadi akar permasalahan keamanan di perkotaan. Spektrum target operasi mencakup tawuran yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan nyawa, penggunaan serta peredaran narkoba yang merusak generasi muda, peredaran minuman keras ilegal yang seringkali menjadi pemicu tindak kriminal lainnya, serta kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat). Selain itu, operasi ini juga menargetkan pencurian biasa, peredaran petasan secara ilegal yang dapat menyebabkan kebakaran dan cedera, hingga praktik premanisme yang menciptakan iklim ketakutan. Tidak berhenti di situ, Operasi Pekat Jaya juga secara spesifik menargetkan peredaran obat terlarang yang membahayakan kesehatan publik dan balap liar yang mengancam keselamatan pengguna jalan serta memicu kebisingan.
Kolaborasi Multisektoral dan Penegakan Hukum yang Tegas
Dalam rangkaian operasi ini, Polda Metro Jaya telah berhasil menetapkan 937 orang sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini didasarkan pada bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa mereka memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang merupakan landasan hukum terbaru dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Dari jumlah tersebut, data tambahan menunjukkan bahwa 487 orang telah dilakukan penahanan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, menandakan keseriusan dalam proses hukum. Sementara itu, 450 orang lainnya dilakukan pembinaan. Pendekatan ganda ini – penegakan hukum yang tegas bagi pelaku kejahatan serius dan pembinaan bagi mereka yang dianggap masih bisa dibina – mencerminkan upaya yang seimbang antara represif dan preventif dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Keberhasilan Operasi Pekat Jaya 2026 tidak lepas dari kolaborasi multisektoral yang solid. Operasi ini melibatkan total 675 personel gabungan yang berasal dari berbagai elemen penegak hukum dan institusi pemerintah. Kontingen utama berasal dari Polda Metro Jaya sendiri, didukung penuh oleh kepolisian resor (polres) jajaran yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. Keterlibatan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan dimensi pengamanan yang lebih luas dan memperkuat kapasitas operasional di lapangan. Selain itu, dukungan aktif dari pemerintah provinsi DKI Jakarta, termasuk dinas terkait, memastikan koordinasi yang efektif dalam aspek non-penegakan hukum, seperti penataan sosial dan pembinaan masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan operasi yang terintegrasi dan efektif dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat serta area target.
Strategi pelaksanaan operasi ini juga menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas yang tinggi. Meskipun Operasi Pekat Jaya telah menetapkan 30 titik target utama berdasarkan analisis intelijen dan data kriminalitas, Polda Metro Jaya juga tidak ragu untuk melakukan penindakan di 742 titik non target operasi. Pendekatan ini mengindikasikan bahwa aparat tidak hanya terpaku pada lokasi-lokasi yang telah dipetakan sebelumnya, melainkan juga responsif terhadap laporan masyarakat atau temuan di lapangan yang mengindikasikan adanya “penyakit masyarakat”. Fleksibilitas ini memastikan bahwa operasi dapat menjangkau area-area yang mungkin tidak terdeteksi dalam perencanaan awal, namun tetap memerlukan intervensi untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, Operasi Pekat Jaya 2026 telah memberikan dampak signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.
Pilihan Editor: Kerumitan Membedakan Membela Diri dan Main Hakim Sendiri

















