Miliarder sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates, secara tegas membantah tuduhan mengejutkan yang muncul dalam rilis dokumen terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait mendiang terpidana kasus perdagangan seks, Jeffrey Epstein, yang mengklaim bahwa sang filantropis pernah tertular penyakit menular seksual (STD) setelah terlibat dalam hubungan dengan sejumlah perempuan asal Rusia. Tuduhan yang mencuat pada akhir pekan ini didasarkan pada draf komunikasi internal Epstein yang baru saja dibuka untuk publik, memicu gelombang spekulasi baru mengenai sejauh mana hubungan antara tokoh teknologi tersebut dengan jaringan predator seksual yang meninggal di penjara pada 2019 silam. Gates, yang kini berusia 70 tahun, melalui juru bicaranya memberikan klarifikasi resmi pada Sabtu waktu setempat, dengan menyatakan bahwa seluruh narasi tersebut merupakan fabrikasi yang sepenuhnya salah dan tidak memiliki dasar faktual sama sekali, sembari menuding bahwa klaim tersebut merupakan upaya pencemaran nama baik yang dilakukan oleh sosok yang tidak dapat dipercaya.
Penyangkalan keras dari pihak Gates ini muncul sebagai respons langsung terhadap publikasi masif yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS pada hari Jumat. Dalam sebuah langkah transparansi yudisial yang belum pernah terjadi sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, 180.000 gambar, dan sekitar 2.000 video yang berkaitan erat dengan investigasi jangka panjang terhadap Jeffrey Epstein. Rilis ini merupakan implementasi dari undang-undang transparansi yang mewajibkan pengungkapan data publik sejak tahun lalu, yang secara otomatis melemparkan ribuan materi sensitif, catatan email, hingga draf surat yang belum terverifikasi ke dalam domain publik. Meskipun dokumen-dokumen ini memberikan gambaran mendalam mengenai operasional jaringan Epstein, otoritas hukum memperingatkan bahwa penyebutan nama tokoh-tokoh terkenal dalam berkas tersebut tidak secara otomatis mengindikasikan adanya kesalahan hukum atau keterlibatan dalam aktivitas kriminal, melainkan sering kali hanya mencerminkan catatan sepihak dari pihak Epstein sendiri.
Detail Draf Email dan Keterlibatan Sosok Misterius Bernama Boris
Fokus utama dari kontroversi terbaru ini berpusat pada dua draf email yang ditemukan dalam arsip digital Epstein, tertanggal 18 Juli 2013. Dokumen-dokumen tersebut ditulis dari alamat email pribadi Epstein yang ditujukan kembali ke akun miliknya sendiri, sebuah praktik yang sering dilakukan untuk menyusun catatan atau draf sebelum dikirimkan. Dalam draf tersebut, Epstein tampak sedang menyusun narasi yang ditujukan kepada seorang individu bernama “Boris,” yang diidentifikasi sebagai staf atau rekan kerja di Yayasan Bill & Melinda Gates. Instruksi dalam draf tersebut mengisyaratkan bahwa Boris harus menyampaikan pesan tertentu kepada Bill Gates setelah terjadinya sebuah perselisihan atau ketegangan hubungan di antara mereka. Hal yang paling krusial adalah tidak ditemukan bukti teknis bahwa email-email ini pernah benar-benar dikirimkan kepada Gates, atau bahwa Gates pernah menerima maupun membalas komunikasi tersebut, mengingat tidak ada alamat email resmi milik Gates yang muncul dalam rantai pesan di materi yang dirilis.
Isi dari draf surat tersebut sangat provokatif dan mengandung tuduhan yang bersifat personal. Salah satu draf disusun dalam format surat pengunduran diri dari Yayasan Bill & Melinda Gates, di mana di dalamnya terselip klaim bahwa sejumlah obat-obatan tertentu telah diperoleh untuk Bill Gates guna menangani konsekuensi medis dari hubungan seksual dengan perempuan-perempuan asal Rusia. Draf kedua, yang dimulai dengan sapaan “Bill yang terhormat,” menuduh sang pendiri Microsoft telah secara sepihak mengakhiri hubungan pertemanan mereka. Dalam pesan tersebut, Epstein juga mengklaim bahwa Gates berusaha menyembunyikan infeksi menular seksual yang dideritanya, termasuk merahasiakan hal tersebut dari istrinya saat itu, Melinda French Gates. Laporan tambahan dari Business Insider bahkan menyebutkan bahwa sosok “Boris” diduga berperan dalam membantu memfasilitasi pertemuan rahasia antara Gates dengan perempuan Rusia serta wanita yang sudah menikah, sebuah klaim yang disebut pihak Gates sebagai fantasi dari seorang pembohong berantai.
Reaksi Keras Pihak Bill Gates dan Konteks Hubungan Masa Lalu
Menanggapi beredarnya dokumen-dokumen sensitif ini, juru bicara Bill Gates memberikan pernyataan resmi kepada media internasional seperti BBC dan Newsweek. Pihak Gates menegaskan bahwa tuduhan tersebut berasal dari Jeffrey Epstein, yang mereka deskripsikan sebagai “seorang pembohong yang terbukti dan individu yang merasa tidak puas” karena gagal mempertahankan hubungan berkelanjutan dengan Gates. Juru bicara tersebut menekankan bahwa isi email tersebut hanyalah cerminan dari rasa frustrasi Epstein dan sejauh mana ia bersedia bertindak untuk menjebak serta merusak reputasi orang-orang yang menolak untuk bekerja sama dengannya. Gates sendiri di masa lalu telah berulang kali mengakui bahwa ia memang pernah bertemu dengan Epstein dalam beberapa kesempatan makan malam untuk membahas isu-isu filantropi, namun ia menyatakan penyesalan yang mendalam atas keputusan tersebut dan menegaskan bahwa hubungan mereka tidak pernah melampaui batas profesional yang terbatas.
Namun, bayang-bayang hubungan masa lalu ini tetap memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan pribadi Gates. Pada tahun 2021, Wall Street Journal melaporkan bahwa Melinda French Gates telah mulai berkonsultasi dengan pengacara perceraian sejak tahun 2019, periode yang bertepatan dengan mencuatnya rincian pertemuan Bill Gates dengan Epstein ke publik. Dalam wawancara dengan CBS pada tahun 2022, Melinda secara terbuka menyatakan bahwa hubungan mantan suaminya dengan Epstein merupakan salah satu faktor yang berkontribusi pada keputusan mereka untuk berpisah setelah puluhan tahun menikah. Rilis dokumen terbaru ini seolah membuka kembali luka lama dan menambah tekanan publik terhadap Gates untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai interaksinya dengan Epstein, meskipun pihak Departemen Kehakiman sendiri mengakui bahwa banyak klaim dalam dokumen tersebut bersifat sensasional dan tidak didukung oleh bukti kuat.
Transparansi Massal Departemen Kehakiman AS: Antara Fakta dan Klaim Tak Berdasar
Rilis dokumen sebesar 3,5 juta halaman ini tidak hanya menyasar Bill Gates, tetapi juga mencakup spektrum yang lebih luas mengenai investigasi terhadap rekan lama Epstein, Ghislaine Maxwell, serta catatan mengenai kematian Epstein di penjara federal. Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyatakan bahwa publikasi ini menandai berakhirnya proses peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memenuhi hak publik atas informasi sesuai dengan mandat undang-undang. Namun, Departemen Kehakiman memberikan catatan penting bahwa materi yang dipublikasikan mencakup klaim-klaim yang masuk ke FBI dari berbagai sumber publik, yang beberapa di antaranya telah teridentifikasi sebagai klaim palsu, tidak berdasar, dan sengaja dibuat untuk tujuan sensasional. Hal ini termasuk dokumen yang berisi tuduhan terhadap mantan Presiden Donald Trump yang diserahkan ke FBI menjelang pemilihan tahun 2020, yang oleh otoritas hukum dinyatakan tidak memiliki kredibilitas sama sekali.
Dalam proses penyensoran dokumen, Departemen Kehakiman menginstruksikan agar perlindungan hanya diberikan kepada para korban dan keluarga mereka untuk menjaga privasi. Gambar-gambar yang mengandung konten pornografi telah disunting, dengan asumsi bahwa semua wanita dalam materi tersebut adalah korban dari jaringan Epstein. Namun, tokoh-tokoh penting dan politisi yang namanya muncul dalam berkas tidak mendapatkan penyensoran, yang menjelaskan mengapa nama Bill Gates dan tokoh publik lainnya muncul secara gamblang. Meskipun rilis ini dianggap sebagai kemenangan bagi transparansi, beberapa anggota Kongres, seperti Perwakilan Ro Khanna dari California, mulai mempertanyakan mengapa hanya sekitar 3,5 juta halaman yang dirilis dari total enam juta halaman yang awalnya diidentifikasi. Ketidakpastian mengenai sisa dokumen yang masih ditahan ini memicu kemungkinan adanya pengawasan kongres lebih lanjut untuk memastikan tidak ada informasi krusial yang sengaja disembunyikan dari publik terkait skandal yang telah mengguncang elit global ini.
















