Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Kriminal

Melacak kepemilikan uang cacahan yang dibuang di TPS liar Bekasi

Kiki Wijaya by Kiki Wijaya
February 14, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Melacak kepemilikan uang cacahan yang dibuang di TPS liar Bekasi

#image_title

Penemuan mengejutkan gunungan limbah cacahan uang asli pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 di sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Bekasi pada Rabu (4/2/2026) memicu penyelidikan intensif oleh Bank Indonesia dan Kepolisian Metro Bekasi guna mengungkap potensi pelanggaran prosedur distribusi limbah negara. Fenomena langka ini bermula saat warga di Kampung Serang, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, menemukan tumpukan karung berisi ribuan potongan kertas berwarna merah dan biru yang setelah diidentifikasi secara forensik merupakan uang rupiah asli hasil pemusnahan resmi yang berakhir di lokasi ilegal. Investigasi kini difokuskan pada rantai pasok pembuangan limbah tersebut, mengingat otoritas moneter seharusnya memastikan setiap residu pemusnahan uang tidak layak edar dikelola melalui fasilitas pengolahan resmi dengan protokol keamanan yang sangat ketat sesuai mandat Undang-Undang Mata Uang.

RELATED POSTS

TPNPB-OPM Tembak Pilot: Alasan Mengejutkan Terungkap!

Bareskrim: Belum Ada Indikasi AKBP Didik Terlibat Peredaran Narkoba

Ganja 3 Hektare Ditemukan, 200 Kg Siap Edar!

Misteri gunungan cacahan kertas berwarna merah dan biru yang memenuhi lahan di RT 02 RW 06, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi tersebut akhirnya terkuak setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan langsung di lapangan. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, secara tegas mengonfirmasi bahwa material tersebut adalah uang asli yang telah dihancurkan. Penemuan ini bermula dari laporan warga yang curiga dengan aktivitas bongkar muat karung-karung misterius di sebuah lahan bekas galian seluas dua hektare. Setelah diperiksa, isi karung tersebut bukan sekadar sampah domestik, melainkan potongan-potongan kecil uang kertas pecahan besar yang secara visual masih mengenali warna khas emisi Rp100.000 dan Rp50.000. Keberadaan limbah bernilai historis tinggi ini di tempat pembuangan sampah ilegal tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai integritas jalur pembuangan limbah dari otoritas terkait hingga ke tempat pembuangan akhir.

Merespons kegaduhan publik tersebut, Bank Indonesia melalui Kepala Departemen Komunikasi, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran mendalam dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memverifikasi asal-usul limbah tersebut. Berdasarkan regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia memiliki kewajiban konstitusional untuk menarik dan memusnahkan uang yang sudah tidak layak edar (UTLE), yang mencakup uang lusuh, cacat, rusak, hingga uang yang telah dicabut masa berlakunya dari peredaran. Proses pemusnahan ini biasanya dilakukan dengan mesin penghancur khusus yang mengubah lembaran uang menjadi racik uang kertas (RUK) sehingga tidak lagi menyerupai bentuk asli uang rupiah dan tidak memiliki nilai nominal. Secara prosedural, pemusnahan ini dilakukan di kantor Bank Indonesia di bawah pengawasan ketat sebelum residunya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) resmi yang dikelola pemerintah daerah, bukan di TPS liar milik perorangan.

Selain aspek keamanan, Bank Indonesia sebenarnya telah menginisiasi program pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah racik uang kertas sejak tahun 2023. Ramdan menjelaskan bahwa BI secara bertahap mulai mengadopsi konsep waste to energy dan waste to product untuk meminimalisir dampak lingkungan dari uang yang dimusnahkan. Di wilayah Jawa Barat, limbah cacahan uang ini seharusnya diarahkan untuk menjadi bahan bakar alternatif (refuse-derived fuel) bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sementara di daerah lain seperti Bali, limbah tersebut diolah secara kreatif menjadi suvenir bernilai ekonomis seperti medali. Namun, penemuan limbah di TPS liar Bekasi ini menunjukkan adanya anomali dalam rantai distribusi, di mana material yang seharusnya menjadi sumber energi atau produk daur ulang justru berakhir sebagai material pengurug lahan ilegal di pemukiman warga.

Skema Pengurugan Lahan dan Keterlibatan Pihak Ketiga

Di sisi lain, Santo selaku pemilik lahan TPS liar di Desa Taman Rahayu memberikan pengakuan yang membuka tabir bagaimana limbah tersebut bisa sampai ke lokasinya. Santo berdalih bahwa lahan miliknya merupakan bekas galian yang memerlukan material pengurug dalam jumlah besar untuk proses perataan dan pengerasan tanah. Karena keterbatasan biaya jika harus membeli tanah urug komersial, ia membuka lahannya bagi siapa saja yang ingin membuang sampah atau residu bangunan secara gratis. Sistem yang diterapkannya adalah kontrak informal dengan pihak luar, di mana sampah yang masuk akan dipilah terlebih dahulu, dan residunya digunakan untuk menutup lubang-lubang galian. Lahan seluas dua hektare tersebut diketahui sering menerima kiriman sampah dari luar wilayah Bekasi, termasuk limbah dari apartemen dan pusat perbelanjaan di Jakarta, yang dibawa oleh armada truk swasta secara berkala.

Santo mengaku tidak mengetahui secara spesifik bahwa muatan yang dibawa ke lahannya mengandung cacahan uang negara. Ia menyebutkan bahwa pengiriman limbah tersebut dikoordinasikan oleh seseorang yang ia kenal dengan nama panggilan Kentus. Menurut pengakuan Santo, Kentus adalah pemain lama di bisnis pengolahan limbah yang memiliki armada angkutan sendiri. Penemuan ini bermula ketika truk-truk yang terafiliasi dengan Kentus mulai menurunkan muatan karung berisi potongan kertas merah dan biru tersebut dalam frekuensi yang cukup sering. Bagi Santo, material tersebut dianggap cocok untuk pengerasan tanah karena teksturnya yang padat saat tertimbun, tanpa menyadari bahwa membuang limbah negara di tempat ilegal dapat berimplikasi hukum serius, baik bagi penyedia lahan maupun pihak yang membuangnya.

Penyelidikan Kepolisian Terhadap Sosok Kentus dan Inisial F

Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, dalam keterangannya menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi peran Kentus dalam kasus ini. Berdasarkan hasil interogasi awal, Kentus diketahui bukan merupakan pemilik limbah, melainkan hanya penyedia jasa transportasi atau pemilik armada yang mengangkut barang tersebut ke lokasi milik Santo. Peran Kentus menjadi krusial karena ia merupakan jembatan antara sumber limbah dengan lokasi pembuangan ilegal tersebut. Namun, penyelidikan tidak berhenti di situ; polisi kini tengah memburu sosok kunci berinisial F yang diduga kuat sebagai pemberi perintah atau pemasok utama limbah cacahan uang tersebut kepada Kentus. Hubungan antara Kentus dan F disinyalir terjalin di kawasan TPA Bantar Gebang, yang merupakan pusat perputaran limbah terbesar di wilayah tersebut.

Kepolisian saat ini tengah mendalami identitas asli dari inisial F tersebut untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki kontrak resmi dengan pihak pengelola limbah Bank Indonesia atau merupakan oknum yang menyalahgunakan wewenang dalam proses distribusi residu pemusnahan uang. Fokus utama penyidik adalah memastikan apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam mengalihkan rute pembuangan dari TPA resmi ke TPS liar demi menekan biaya operasional atau keuntungan pribadi. Bank Indonesia sendiri menegaskan akan terus mendukung proses hukum ini guna memastikan bahwa prosedur operasional standar (SOP) pemusnahan uang tetap terjaga akuntabilitasnya. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi otoritas terkait untuk memperketat pengawasan terhadap pihak ketiga yang dipercaya mengelola limbah negara, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan tidak menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat mengenai keamanan mata uang rupiah.

Tags: investigasi Bank Indonesiapemusnahan uang ilegalpenemuan limbah uanguang cacahan Bekasi
ShareTweetPin
Kiki Wijaya

Kiki Wijaya

Related Posts

TPNPB-OPM Tembak Pilot: Alasan Mengejutkan Terungkap!
Kriminal

TPNPB-OPM Tembak Pilot: Alasan Mengejutkan Terungkap!

February 27, 2026
Bareskrim: Belum Ada Indikasi AKBP Didik Terlibat Peredaran Narkoba
Kriminal

Bareskrim: Belum Ada Indikasi AKBP Didik Terlibat Peredaran Narkoba

February 27, 2026
Ganja 3 Hektare Ditemukan, 200 Kg Siap Edar!
Kriminal

Ganja 3 Hektare Ditemukan, 200 Kg Siap Edar!

February 27, 2026
Suami DPRD Jateng Nyaris Ditembak di Rumah, Geger Pekalongan
Kriminal

Suami DPRD Jateng Nyaris Ditembak di Rumah, Geger Pekalongan

February 27, 2026
Pembunuhan Kampung Gajah Terkuak: Motif Mengejutkan!
Kriminal

Pembunuhan Kampung Gajah Terkuak: Motif Mengejutkan!

February 27, 2026
Polri Ungkap Oknum AKBP Didik Konsumsi Sekoper Narkoba
Kriminal

Polri Ungkap Oknum AKBP Didik Konsumsi Sekoper Narkoba

February 27, 2026
Next Post
Moodys Turunkan Outlook RI, OJK Siap Kokohkan Keuangan

Moodys Turunkan Outlook RI, OJK Siap Kokohkan Keuangan

Airlangga: BEI Demutualisasi 2 Tahap: IPO & Private Placement

Airlangga: BEI Demutualisasi 2 Tahap: IPO & Private Placement

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

BI Resmi Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Januari 2026

BI Resmi Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Januari 2026

January 23, 2026
Ritel & Transportasi Cuan: Pasar Saham Naik Musiman

Ritel & Transportasi Cuan: Pasar Saham Naik Musiman

February 26, 2026

Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

February 21, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Bertanggung Jawab: Kunci Masa Depan Teknologi Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Damkar Kota Bogor Tambah Armada Baru, Respon Darurat Lebih Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelita Jaya 2026: Bank Jakarta Siap Dukung Penuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amazon Girls’ Tech Day Berdayakan 400 Siswi Karawang Melek Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • 12 Ramalan Zodiak Cinta 17 Februari: Sagitarius Penuh Cinta, Capricorn Rawan Drama!
  • TPNPB-OPM Tembak Pilot: Alasan Mengejutkan Terungkap!
  • Tragis, Pasutri di Bali Tertimbun Rumah Ambruk Akibat Hujan Deras

Categories

  • Administrasi Pajak
  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bea dan Cukai
  • Beasiswa Olahraga
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bisnis
  • Bisnis Hewan Peliharaan
  • Budaya
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Etika Lingkungan
  • Game
  • Health
  • Hiburan
  • Horoskop
  • Hukum
  • Hukum Hiburan
  • Hukum Teknologi
  • Industri Hijau
  • Infrastruktur
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Kecelakaan Umum
  • Kedaulatan Digital
  • Keluarga
  • Kepatuhan Zakat
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Kripto
  • Lalu Lintas
  • Layanan Publik
  • Libur Nasional
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Media dan Jurnalistik
  • Misi Perdamaian
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Otomotif
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pasar Modal
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Seni Rupa
  • Sports
  • Tech
  • Transformasi Hidup
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026