- Aktivitas Terakhir: Rekaman CCTV dan keterangan saksi mengenai siapa saja yang berinteraksi dengan korban dalam 24 jam terakhir.
- Kondisi Lingkungan TKP: Apakah ditemukan zat-zat berbahaya atau obat-obatan tertentu yang melampaui dosis di lokasi penemuan jenazah.
- Sinkronisasi Data Medis: Membandingkan hasil visum luar dari RS Fatmawati dengan catatan medis kronis dari RS Pondok Indah.
- Uji Toksikologi: Memastikan tidak ada unsur eksternal seperti racun atau kontaminasi zat kimia dalam sistem tubuh mendiang.
Hingga saat ini, suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga dan rekan-rekan sesama selebgram. Proses pemakaman telah dilaksanakan dengan penuh haru, namun keinginan untuk mendapatkan keadilan dan kejelasan informasi tetap menjadi prioritas utama pihak keluarga. Publik pun terus memantau perkembangan kasus ini, mengingat posisi Lula Lahfah sebagai figur publik yang memiliki pengaruh cukup besar di media sosial. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan rilis resmi segera setelah seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan analisis saksi rampung dilakukan, guna menghindari simpang siur informasi yang dapat merugikan nama baik mendiang maupun keluarga yang ditinggalkan.
Secara prosedural, penyelidikan ini mencakup aspek yang sangat luas, mulai dari pemeriksaan forensik digital pada perangkat komunikasi pribadi hingga pemeriksaan fisik di apartemen mewah tersebut. Polres Metro Jakarta Selatan memastikan bahwa mereka akan bertindak profesional dan objektif dalam menangani kasus ini. Penantian terhadap hasil Labfor menjadi fase paling krusial, karena hasil tersebutlah yang akan menentukan apakah kasus ini akan ditutup sebagai kematian wajar karena sakit atau jika ditemukan unsur lain yang memerlukan pendalaman lebih lanjut secara hukum pidana. Untuk sementara, dugaan komplikasi GERD dan pembengkakan usus tetap menjadi hipotesis medis terkuat yang sedang diuji validitasnya oleh para ahli kedokteran legal.


















