Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Kriminal

Pria Rekam Wanita Diam-diam di Medsos Demi Untung

Oki Wijaya by Oki Wijaya
February 17, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Pria Rekam Wanita Diam-diam di Medsos Demi Untung

#image_title

RELATED POSTS

Bocah Gantung Diri: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Demak

Gagal Sembunyikan Sabu di Kotak Kacamata, Pengedar Majalengka Diciduk Polisi

Geger! Polisi Ciduk Dua Pelajar Tawuran di Bekasi

Sebuah fenomena gelap yang meresahkan kini menyelimuti ruang-ruang publik di berbagai belahan dunia, di mana para pria secara sistematis dan diam-diam merekam perempuan pada malam hari, kemudian mengubah rekaman tersebut menjadi sumber keuntungan finansial melalui unggahan di platform media sosial. Investigasi mendalam yang dilakukan oleh BBC mengungkap praktik eksploitatif ini, di mana individu-individu tak bertanggung jawab memanfaatkan momen kerentanan perempuan di tempat umum untuk meraup pundi-pundi uang. Perekaman non-konsensual ini, yang sering kali dilakukan dari sudut rendah atau dari belakang untuk menonjolkan bagian tubuh intim, telah menciptakan gelombang ketakutan dan rasa malu di kalangan korban. Video-video yang disebut sebagai “tur jalan kaki” atau “konten kehidupan malam” ini tersebar luas di YouTube, TikTok, Facebook, dan Instagram, menunjukkan skala masalah yang mengkhawatirkan dan mendesak perhatian serius dari masyarakat, penegak hukum, dan penyedia platform digital.

Video-video yang diunggah ini hampir secara eksklusif berfokus pada perempuan yang mengenakan gaun dan rok, sering kali direkam dari belakang atau dari sudut yang sangat rendah, dengan tujuan jelas untuk memperlihatkan bagian tubuh intim mereka tanpa izin. Dampak psikologis terhadap para korban sangatlah parah; BBC melacak hampir 50 perempuan yang telah direkam dan menemukan bahwa sebagian besar dari mereka sama sekali tidak menyadari aksi perekaman tersebut. Mereka mengungkapkan perasaan takut yang mendalam, rasa malu yang membekas, dan bahkan paranoia setiap kali harus meninggalkan rumah. Salah satu korban, seorang perempuan berusia 21 tahun yang direkam dari sudut rendah hingga memperlihatkan bagian bawah roknya, mengaku sangat terpengaruh setelah melihat rekaman dirinya diunggah tanpa izin. Pengalaman traumatis ini membuatnya merasa paranoid setiap kali melangkah keluar rumah, merenggut rasa aman dan kebebasannya di ruang publik.

Skala fenomena ini sangat mencengangkan. BBC berhasil mengidentifikasi lebih dari 65 saluran daring yang secara aktif menyajikan konten semacam ini, dengan total penayangan kumulatif yang melampaui angka tiga miliar kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Video-video tersebut mendokumentasikan aktivitas malam hari di berbagai kota besar di seluruh dunia, termasuk London, Oslo, Miami, dan Bangkok. Namun, yang paling menonjol dan menjadi salah satu lokasi paling populer untuk praktik ini adalah Manchester. Tim investigasi BBC bahkan menyusup ke kota tersebut dan berhasil merekam para pria yang secara diam-diam mendokumentasikan perempuan saat mereka keluar malam. Penyelidikan ini berhasil mengidentifikasi beberapa operator paling aktif yang terkait dengan 12 akun berbeda. Di antaranya adalah seorang sopir taksi lokal, serta dua pria yang secara khusus datang dari Swedia ke Inggris hanya untuk melakukan perekaman ini. Dua pria lainnya, yang kanal mereka diklaim berbasis di Norwegia dan Monako, juga terlihat melakukan perekaman serupa, meskipun identitas mereka belum dapat dikonfirmasi secara pasti. Kasus ini bukan insiden terisolasi; penyelidikan terpisah BBC pada Januari 2026 (kemungkinan typo untuk tahun sebelumnya, misalnya 2023 atau 2024) juga mengungkap bagaimana influencer pria yang mengaku memberikan saran kencan menggunakan kacamata pintar untuk merekam percakapan dengan perempuan dan kemudian mengunggah video tersebut secara daring. Pola ini menggarisbawahi tren yang mengkhawatirkan di mana teknologi baru disalahgunakan untuk eksploitasi dan pelecehan non-konsensual.

Ancaman di Ruang Publik dan Keuntungan Digital

Menteri Dalam Negeri Kerajaan Bersatu (UK), Shabana Mahmood, menanggapi investigasi BBC dengan pernyataan tegas bahwa pemerintah tidak akan menolerir penggunaan teknologi baru untuk menciptakan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak. Namun, tantangan hukum masih membayangi. Merekam di ruang publik, secara paradoks, bukanlah tindak pidana di wilayah UK, sehingga menciptakan “zona abu-abu” hukum yang dimanfaatkan oleh para pelaku. Seorang pengacara yang berspesialisasi dalam kasus pelecehan berbasis gambar, Honza Cervenka dari McAllister Olivarius, menjelaskan bahwa jenis video “tur jalan kaki” atau “konten kehidupan malam” ini berada di antara batas beberapa kejahatan berbeda, termasuk voyeurisme dan pelecehan, yang telah memberi ruang bagi konten ini untuk berkembang biak. Untuk kejahatan pelecehan, misalnya, diperlukan “serangkaian tindakan” berupa dua atau lebih insiden pelecehan, yang dapat mencakup “pelecehan di jalanan dan kemudian pelecehan online, seperti mengunggah video atau membagikannya.” Lebih lanjut, penggunaan gambar seorang perempuan sebagai thumbnail pada video lain juga dapat dianggap sebagai pelecehan. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa industri perekaman diam-diam terhadap perempuan saat keluar malam dapat menghasilkan “pendapatan dalam kisaran jutaan poundsterling,” menurut Annabelle Gawer, Direktur Pusat Ekonomi Digital di Universitas Surrey. Ia memperkirakan bahwa video dengan satu juta tayangan dapat menghasilkan hingga 5.000 poundsterling atau sekitar Rp114 juta, sebuah motivasi finansial yang kuat bagi para pelaku.

Kisah Grace dan Sophie, dua saudari yang menjadi korban, menjadi gambaran nyata dari dampak mengerikan praktik ini. Pada akhir Oktober, Grace, yang bukan nama aslinya, tengah merayakan ulang tahun ke-21 temannya di luar sebuah klub di Manchester bersama adik perempuannya, Sophie (juga bukan nama asli), yang baru saja genap 18 tahun dan baru pertama kali pergi ke klub di kota tersebut. “Ini hanya malam biasa,” kenang Grace, “Kami sama sekali tidak tahu bahwa kami sedang direkam.” Baru setelah dihubungi oleh BBC, Grace mengetahui bahwa video momen tersebut telah diunggah ke YouTube. Rekaman yang memperlihatkan bagian bawah roknya telah ditonton lebih dari tiga juta kali oleh orang asing di internet. “Saya mempersiapkan pakaian saya dengan hati-hati,” kata Grace, “Dari sudut pandang mata, semuanya tertutup. Tapi sudut pandang dalam rekaman lebih rendah. Itu membuat saya berpikir: seberapa dekat dia?” Sophie, meskipun tidak menjadi fokus utama dalam video, juga muncul di dalamnya. Ia mengatakan, seperti saudarinya, kini ia “sepenuhnya paranoid” karena insiden tersebut. “Saya tidak keluar karena saya hanya takut,” katanya. “Ini tidak normal. Ini tidak seharusnya terjadi.” Pengalaman mereka mencerminkan ribuan perempuan lain yang dilihat oleh tim BBC dalam ratusan video selama penyelidikan ini, di mana pertanyaan “siapa yang merekam video-video tersebut dan mengapa mereka melakukannya?” terus menghantui.

Modus Operandi dan Jaringan Perekam Tersembunyi

Penyelidikan mendalam terhadap modus operandi para perekam mengungkapkan pola yang mengkhawatirkan. Tim BBC memantau berjam-jam video yang diunggah oleh berbagai akun, beberapa di antaranya telah mengumpulkan lebih dari 200 juta penayangan. Thumbnail pada hampir setiap video secara konsisten menampilkan perempuan muda mengenakan gaun atau rok serta sepatu hak tinggi, dengan judul yang secara eksplisit menunjukkan bahwa wanita akan menjadi fokus utama dalam video tersebut. Banyak video yang direkam di Manchester menunjukkan perempuan berjalan di antara klub dan duduk di trotoar, dengan kamera sering kali berlama-lama saat mereka menyesuaikan pakaian atau menarik rok mereka ke bawah. Yang lebih mengerikan, ratusan komentar misoginis membanjiri bagian bawah hampir setiap video, dengan ungkapan-ungkapan seperti “Lihat bagaimana para perempuan ini berpakaian, tak heran mereka diserang,” “Mereka milik jalanan,” “malam keluar dengan selulit,” dan “babi-babi kecil di mana-mana,” mencerminkan budaya victim-blaming dan objektifikasi yang merajalela.

Tags: eksploitasi wanitaKonten Ilegalmedia sosialperekaman diam-diamprivasi wanita
ShareTweetPin
Oki Wijaya

Oki Wijaya

Related Posts

Bocah Gantung Diri: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Demak
Kriminal

Bocah Gantung Diri: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Demak

February 28, 2026
Gagal Sembunyikan Sabu di Kotak Kacamata, Pengedar Majalengka Diciduk Polisi
Kriminal

Gagal Sembunyikan Sabu di Kotak Kacamata, Pengedar Majalengka Diciduk Polisi

February 28, 2026
Geger! Polisi Ciduk Dua Pelajar Tawuran di Bekasi
Kriminal

Geger! Polisi Ciduk Dua Pelajar Tawuran di Bekasi

February 27, 2026
TPNPB-OPM Tembak Pilot: Alasan Mengejutkan Terungkap!
Kriminal

TPNPB-OPM Tembak Pilot: Alasan Mengejutkan Terungkap!

February 27, 2026
Bareskrim: Belum Ada Indikasi AKBP Didik Terlibat Peredaran Narkoba
Kriminal

Bareskrim: Belum Ada Indikasi AKBP Didik Terlibat Peredaran Narkoba

February 27, 2026
Ganja 3 Hektare Ditemukan, 200 Kg Siap Edar!
Kriminal

Ganja 3 Hektare Ditemukan, 200 Kg Siap Edar!

February 27, 2026
Next Post
Mulyono Purwo Wijoyo: Pelestari Wayang, Kini Terjerat Rompi Oranye

Mulyono Purwo Wijoyo: Pelestari Wayang, Kini Terjerat Rompi Oranye

Prabowo Raih 79,9% Kepuasan: Ini Buktinya

Prabowo Raih 79,9% Kepuasan: Ini Buktinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Izin Tambang Emas Martabe Pekan Depan: Keputusan Penting!

Izin Tambang Emas Martabe Pekan Depan: Keputusan Penting!

February 24, 2026
Hasil Piala FA: Man City, Liverpool, dan Newcastle Kompak Menang

Hasil Piala FA: Man City, Liverpool, dan Newcastle Kompak Menang

February 26, 2026
Bos OJK-BEI Mundur! Bursa Geger Akibat Data dan Danantara

Bos OJK-BEI Mundur! Bursa Geger Akibat Data dan Danantara

February 5, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Utamakan Negosiasi, Bukan Perang dengan Iran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Bertanggung Jawab: Kunci Masa Depan Teknologi Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Damkar Kota Bogor Tambah Armada Baru, Respon Darurat Lebih Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Zona Degradasi Memanas: Klasemen BRI Liga 1 Pekan 21
  • Arteta Cemas: Krisis Cedera Arsenal Makin Parah!
  • Prakiraan cuaca Cirebon 17 Februari 2026: Potensi hujan ringan hingga sedang di semua wilayah

Categories

  • Administrasi Pajak
  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bea dan Cukai
  • Beasiswa Olahraga
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bisnis
  • Bisnis Hewan Peliharaan
  • Budaya
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Etika Lingkungan
  • Game
  • Health
  • Hiburan
  • Horoskop
  • Hukum
  • Hukum Hiburan
  • Hukum Teknologi
  • Industri Hijau
  • Infrastruktur
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Kecelakaan Umum
  • Kedaulatan Digital
  • Keluarga
  • Kepatuhan Zakat
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Kripto
  • Lalu Lintas
  • Layanan Publik
  • Libur Nasional
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Media dan Jurnalistik
  • Misi Perdamaian
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Otomotif
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pasar Modal
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Seni Rupa
  • Sports
  • Tech
  • Transformasi Hidup
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026