Aksi teror bersenjata api yang menargetkan Amat Muzakhim (56), suami dari tokoh politik sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah, di kediamannya yang terletak di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kini memasuki babak baru dalam tahap penyelidikan kepolisian. Insiden mencekam yang terjadi pada Sabtu malam, 14 Februari 2025 tersebut, tidak hanya mengguncang stabilitas keamanan lokal tetapi juga memicu respons cepat dari aparat penegak hukum yang segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara komprehensif. Hingga saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Tengah terus berupaya keras mengidentifikasi pelaku yang diduga merupakan Orang Tidak Dikenal (OTK), dengan memfokuskan penyelidikan pada bukti-bukti material dan keterangan saksi kunci guna mengungkap motif di balik dugaan percobaan pembunuhan yang terencana ini.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa tim penyidik telah bergerak secara maraton untuk mengumpulkan kepingan informasi dari berbagai pihak sejak laporan pertama kali diterima. Sebanyak sembilan orang saksi, termasuk saksi korban yang secara langsung mengalami peristiwa traumatis tersebut, telah menjalani pemeriksaan intensif untuk memberikan gambaran kronologis yang lebih akurat. Proses pemeriksaan saksi ini dilakukan dengan sangat teliti oleh tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan dan Ditreskrimum Polda Jateng, guna memastikan tidak ada detail sekecil apa pun yang terlewatkan. Keterangan dari warga sekitar rumah korban di Dukuh Cap Gawen juga menjadi instrumen penting dalam menyusun profil pelaku dan memahami dinamika situasi di lokasi saat penembakan terjadi pada malam nahas tersebut.
Analisis Rekaman CCTV dan Indikasi Perencanaan Matang
Salah satu terobosan signifikan dalam penyelidikan ini adalah ditemukannya sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian dan jalur-jalur pelarian yang diduga dilalui oleh pelaku. Berdasarkan hasil analisa mendalam terhadap rekaman tersebut, kepolisian menemukan indikasi kuat bahwa pelaku bukan sekadar beraksi secara impulsif, melainkan telah melakukan pemetaan lokasi (mapping) dan analisis situasi lapangan jauh sebelum mengeksekusi aksinya. Pelaku terpantau menggunakan sepeda motor dan sempat melakukan manuver putar balik di sekitar kediaman korban, sebuah tindakan yang lazim dilakukan untuk memastikan rute pelarian tetap aman. Setelah melepaskan tembakan, pelaku terdeteksi bergerak cepat menuju arah utara, yang mengindikasikan bahwa mereka sangat menguasai medan dan jalur alternatif di wilayah Kedungwuni Timur untuk menghindari kejaran petugas maupun perhatian warga sekitar.
Keberanian pelaku melakukan aksi di wilayah pemukiman padat menunjukkan adanya tingkat kepercayaan diri yang tinggi, yang memperkuat dugaan bahwa pelaku merupakan individu atau kelompok yang memiliki pengalaman atau persiapan khusus. Kepolisian kini tengah memperluas jangkauan analisa CCTV hingga ke beberapa titik strategis di perbatasan kecamatan untuk melacak jejak kendaraan yang digunakan. Analisa digital forensik ini diharapkan mampu memberikan petunjuk mengenai nomor polisi kendaraan atau ciri-ciri fisik pelaku yang lebih spesifik, meskipun dalam beberapa rekaman visual, pelaku tampak berusaha menyamarkan identitas mereka dengan perlengkapan berkendara yang tertutup rapat. Langkah ini menjadi krusial mengingat kecepatan dan ketepatan pelaku dalam meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) menunjukkan adanya manajemen pelarian yang telah diperhitungkan secara saksama.
Uji Balistik dan Identifikasi Senjata Api Melalui Proyektil
Selain mengandalkan keterangan saksi dan bukti visual, tim identifikasi dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jateng saat ini tengah memfokuskan perhatian pada barang bukti fisik berupa proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian. Proyektil yang berhasil diamankan tersebut diketahui berbahan dasar timah, sebuah material yang umum ditemukan pada amunisi senjata api. Kapolres Rachmad C Yusuf menyatakan bahwa indikasi awal menunjukkan senjata yang digunakan bisa berupa senjata api organik jenis revolver atau kemungkinan besar merupakan senjata api rakitan yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Kepastian mengenai jenis senjata, kaliber peluru, dan mekanisme penembakan masih menunggu hasil resmi dari uji balistik di laboratorium forensik, yang nantinya akan dicocokkan dengan database senjata api yang pernah terlibat dalam kasus kriminalitas lainnya di wilayah Jawa Tengah.
Proses identifikasi proyektil ini sangat vital karena dapat mengungkap asal-usul senjata yang digunakan oleh pelaku. Jika proyektil tersebut memiliki karakteristik unik dari senjata rakitan, maka penyelidikan akan diarahkan pada jaringan perajin senjata ilegal atau kelompok-kelompok tertentu yang memiliki akses terhadap alutsista ilegal. Sebaliknya, jika ditemukan jejak dari senjata organik, maka penelusuran akan dilakukan melalui jalur distribusi amunisi resmi. Penemuan proyektil di TKP menjadi bukti kunci yang tidak terbantahkan dalam mengonstruksikan pasal pidana yang akan disangkakan kepada pelaku nantinya, sekaligus memberikan gambaran mengenai tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh aksi penembakan ini terhadap keselamatan jiwa Amat Muzakhim dan keluarganya.
Langkah Preventif dan Perlindungan Maksimal bagi Korban
Menyadari adanya ancaman nyata yang masih menghantui keluarga korban, terutama mengingat status Nur Fatwah sebagai Anggota DPRD Jawa Tengah, pihak kepolisian telah mengambil langkah proaktif dengan menempatkan personel bersenjata untuk melakukan penjagaan ketat di rumah korban. Penempatan personel ini bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mengantisipasi kemungkinan adanya aksi susulan atau intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain penjagaan fisik, tim psikologi dari kepolisian juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga guna memulihkan kondisi mental pasca-insiden penembakan yang mengejutkan tersebut. Keamanan keluarga legislator ini menjadi prioritas utama selagi tim Resmob dan Ditreskrimum Polda Jateng terus melakukan pengejaran terhadap pelaku di lapangan.
Secara keseluruhan, Kepolisian Resor Pekalongan menjamin bahwa seluruh proses penyelidikan dijalankan dengan prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta melaporkan setiap informasi mencurigakan yang berkaitan dengan pergerakan orang asing di lingkungan mereka. Kasus penembakan terhadap suami Anggota DPRD Jateng ini tidak hanya dipandang sebagai tindak kriminalitas biasa, melainkan sebuah tantangan serius terhadap supremasi hukum yang harus segera dituntaskan. Dengan dukungan penuh dari Polda Jateng dan pemanfaatan teknologi forensik modern, pihak kepolisian optimis bahwa identitas dan keberadaan pelaku akan segera terungkap dalam waktu dekat, guna menyeret mereka ke hadapan meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

















