Kabar mengejutkan kembali menyelimuti jagat hiburan Tanah Air, menyeret nama selebritas kontroversial Vicky Prasetyo dalam pusaran dugaan penipuan dan utang piutang senilai Rp 700 juta. Seorang perempuan bernama Nunun Lusida, melalui kuasa hukumnya, James Salamat Tambunan, secara terbuka melayangkan ultimatum keras kepada Vicky Prasetyo untuk segera menyelesaikan kewajibannya dalam waktu tujuh hari. Insiden ini mencuat ke publik setelah Nunun, yang merasa dirugikan, mengungkapkan kronologi peminjaman dana yang awalnya dijanjikan untuk modal politik, namun kini tak kunjung dikembalikan, memicu kekhawatiran akan langkah hukum lebih lanjut. Siapa Nunun, mengapa ia meminjamkan uang, dan bagaimana Vicky Prasetyo merespons tekanan ini menjadi sorotan utama yang patut dicermati.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar dengan penuh ketegasan, James Salamat Tambunan, kuasa hukum Nunun, melontarkan peringatan serius kepada Vicky Prasetyo. “Jadi kami imbau Mas Vicky segera selesaikan deh, tidak ada gunanya dilarut-larutin. Jangan menari-nari di atas penderitaan orang lain. Enggak bagus itu. Kasihan Ibu ini jauh-jauh dari Bandung datang ke sini dengan penderitaannya,” ujar James, menyoroti urgensi penyelesaian masalah ini. Pernyataan tersebut bukan sekadar ancaman, melainkan cerminan dari frustrasi dan penderitaan yang dialami Nunun Lusida, yang harus menempuh perjalanan jauh dari Bandung demi memperjuangkan haknya. James menekankan bahwa sikap menunda-nunda penyelesaian hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan pihak yang telah menaruh kepercayaan. Pihak Nunun berharap Vicky menunjukkan itikad baik dan bertanggung jawab atas janji-janji finansial yang telah dibuat.

















