Memasuki momen libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, aktivitas pergerakan kendaraan dari wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) terpantau melonjak signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, sebanyak 178.847 kendaraan telah meninggalkan kawasan metropolitan ini dalam kurun waktu 24 jam, tepatnya dari Jumat (13/2/2026) pukul 06.00 WIB hingga Sabtu (14/2/2026) pukul 06.00 WIB, atau H-4 perayaan Imlek. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal yang rata-rata mencapai 161.064 kendaraan per hari. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengonfirmasi data ini yang dihimpun dari empat gerbang tol utama, menggarisbawahi antisipasi lonjakan arus mudik menjelang perayaan keagamaan tersebut.
Lonjakan volume lalu lintas ini merupakan indikator kuat dari tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan Tahun Baru Imlek di kampung halaman atau destinasi liburan lainnya. Data yang dirilis oleh Jasa Marga secara spesifik menguraikan pola pergerakan kendaraan dari Jabotabek, yang terbagi ke dalam tiga koridor utama. Arah timur, yang meliputi destinasi di jalur Trans Jawa dan Bandung, menjadi tujuan paling dominan dengan total 46,4 persen atau 82.938 kendaraan. Sementara itu, 30,7 persen atau 54.899 kendaraan memilih bergerak ke arah barat, menuju Merak. Sisanya, 22,9 persen atau 41.010 kendaraan, mengarah ke selatan, khususnya menuju kawasan Puncak.
Analisis Mendalam Pola Pergerakan Kendaraan Menjelang Libur Imlek 2026
Perincian data dari empat gerbang tol utama memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai titik-titik keluar utama dari Jabotabek. Gerbang Tol (GT) Cikupa, yang merupakan gerbang strategis untuk akses menuju Merak dan wilayah barat lainnya, mencatat volume lalu lintas yang signifikan. GT Ciawi menjadi gerbang krusial bagi mereka yang menuju kawasan Puncak dan sekitarnya. Sementara itu, GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama menjadi gerbang utama bagi arus kendaraan yang mengarah ke timur, baik melalui jalur Trans Jawa maupun menuju Bandung. Keempat gerbang tol ini secara kolektif merefleksikan preferensi destinasi liburan masyarakat Jabotabek saat momen Imlek.
Peningkatan volume lalu lintas sebesar 11 persen ini tidak hanya sekadar angka statistik, namun mencerminkan pergeseran mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang Imlek untuk bersilaturahmi atau berwisata. Perbandingan dengan lalu lintas normal, yang tercatat sebanyak 161.064 kendaraan, menunjukkan bahwa ada penambahan lebih dari 17.000 kendaraan yang beroperasi di jalan tol pada periode tersebut. Angka ini juga sejalan dengan proyeksi Jasa Marga sebelumnya yang memperkirakan sekitar 1,6 juta kendaraan akan melintasi ruas tol di bawah pengelolaannya di wilayah Jabodetabek selama periode libur Imlek 2026, yang diperkirakan berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Februari 2026.
Jasa Marga Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Layanan di Tengah Potensi Cuaca Ekstrem
Menghadapi lonjakan arus kendaraan dan potensi cuaca yang kurang bersahabat, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan tol. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan bahwa seluruh ruas tol yang berada di bawah pengelolaan Jasa Marga Group telah dipastikan dalam kondisi laik operasi dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Prioritas utama dalam setiap operasional adalah keselamatan pengguna jalan.
Lebih lanjut, Jasa Marga secara proaktif mengantisipasi prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan adanya curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi. Untuk itu, perusahaan telah memastikan layanan pemeliharaan jalan tol berjalan optimal guna menjaga kualitas permukaan jalan agar tetap dalam kondisi prima, meskipun diguyur hujan. Kesiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari drainase yang berfungsi baik hingga penandaan jalan yang jelas untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Dalam menghadapi situasi ini, Rivan Achmad Purwantono juga memberikan imbauan penting kepada seluruh pengguna jalan tol. Ia menekankan perlunya kehati-hatian ekstra saat berkendara, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kelancaran perjalanan. Pengguna jalan diminta untuk senantiasa menjaga jarak aman antar kendaraan, memastikan kondisi fisik kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, serta memastikan pengemudi dalam kondisi fit dan tidak lelah. Antisipasi perjalanan yang matang menjadi kunci utama untuk memastikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman selama libur Tahun Baru Imlek 2026.

















