Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengeluarkan proyeksi signifikan mengenai pergerakan lalu lintas di jalan tol yang dikelola perseroan. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengumumkan bahwa sekitar 1,6 juta kendaraan diperkirakan akan melintasi ruas jalan tol Jasa Marga, baik meninggalkan maupun memasuki wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selama periode libur panjang tersebut. Prediksi lonjakan arus kendaraan ini akan terjadi mulai tanggal 13 hingga 17 Februari 2026, menandai peningkatan sebesar 13,34 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal, sebuah indikator jelas akan padatnya mobilitas masyarakat yang merayakan Imlek atau memanfaatkan momen libur panjang ini untuk bepergian. Jasa Marga pun telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan jutaan pengguna jalan.
Angka 1,6 juta kendaraan ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari kompleksitas logistik dan operasional yang harus dihadapi Jasa Marga. Lonjakan volume lalu lintas sebesar 13,34 persen di atas rata-rata harian normal mengindikasikan adanya tekanan yang substansial pada infrastruktur jalan tol. Untuk memantau dan menghitung pergerakan masif ini, Jasa Marga secara khusus memfokuskan pengawasan pada empat Gerbang Tol (GT) Utama yang menjadi arteri vital bagi mobilitas Jabodetabek. Gerbang-gerbang tol tersebut meliputi GT Cikupa, yang menjadi pintu gerbang utama menuju arah Merak dan Pulau Sumatera; GT Ciawi, yang mengarahkan kendaraan menuju destinasi wisata populer Puncak; GT Cikampek Utama, sebagai akses krusial menuju Trans Jawa dan wilayah timur; serta GT Kalihurip Utama, yang melayani arus kendaraan menuju Bandung. Keempat gerbang tol ini, berdasarkan data historis dan proyeksi terkini, merupakan titik-titik kepadatan utama yang memerlukan perhatian ekstra dalam manajemen lalu lintas.
Arus Lalu Lintas Terpecah: Destinasi Favorit Pemudik Imlek
Dari total prediksi 1,6 juta kendaraan yang akan bergerak selama periode libur Imlek 2026, Jasa Marga merinci pola pergerakan yang menarik. Sebanyak 831 ribu kendaraan diperkirakan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek, menyebar ke berbagai penjuru. Mayoritas, yakni 44,6 persen dari total kendaraan yang keluar Jabodetabek, akan bergerak menuju arah timur, meliputi destinasi di jalur Trans Jawa dan Bandung. Jalur Trans Jawa, yang membentang dari Cikampek hingga Surabaya, menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mengunjungi kampung halaman di Jawa Tengah atau Jawa Timur, atau sekadar berlibur. Sementara itu, Bandung tetap menjadi magnet kuat bagi wisatawan lokal, menawarkan beragam pilihan kuliner, belanja, dan wisata alam yang mudah dijangkau dari Jakarta.
Selanjutnya, arus kendaraan yang bergerak ke arah barat, menuju Merak, diprediksi mencapai 28,2 persen. Destinasi ini menjadi gerbang utama bagi masyarakat yang ingin menyeberang ke Pulau Sumatera, baik untuk kembali ke kampung halaman maupun untuk keperluan bisnis. Pelabuhan Merak selalu menjadi titik krusial saat musim liburan panjang, dengan antrean kendaraan yang kerap mengular. Terakhir, sekitar 27,2 persen kendaraan akan mengarah ke selatan, menuju kawasan Puncak. Puncak, dengan udaranya yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, telah lama menjadi destinasi favorit untuk liburan singkat keluarga, terutama bagi warga Jabodetabek yang ingin melepas penat tanpa harus menempuh perjalanan terlalu jauh.
Di sisi lain, pergerakan kendaraan yang memasuki wilayah Jabodetabek juga diprediksi akan sangat tinggi, mencapai 846 ribu kendaraan. Pola arus balik ini menunjukkan distribusi yang serupa dengan arus keberangkatan. Dari total kendaraan yang masuk, 44,6 persen diperkirakan datang dari arah timur (Trans Jawa dan Bandung), mencerminkan kembalinya para pemudik dan wisatawan dari kedua wilayah tersebut. Kemudian, 28,8 persen kendaraan akan datang dari arah barat (Merak), menandakan arus balik dari Sumatera. Sementara itu, 26,6 persen kendaraan akan memasuki Jabodetabek dari arah selatan (Puncak). Keseimbangan antara arus keluar dan masuk ini menunjukkan dinamika pergerakan yang konstan dan memerlukan koordinasi manajemen lalu lintas yang cermat agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik vital.
Optimalisasi Perjalanan: Peran Teknologi dan Antisipasi Cuaca
Dalam upaya mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan selama libur Imlek 2026, Jasa Marga secara aktif mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan aplikasi Travoy. Aplikasi ini dirancang sebagai asisten digital perjalanan yang komprehensif, memberikan berbagai informasi penting secara real-time. Melalui Travoy, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung melalui tayangan Closed-Circuit Television (CCTV) yang terintegrasi di seluruh ruas tol Jasa Marga Group. Fitur ini sangat krusial untuk membantu pengguna jalan dalam merencanakan rute alternatif jika terjadi kepadatan atau insiden. Selain itu, Travoy juga menyediakan informasi tarif tol yang akurat, lokasi dan fasilitas area peristirahatan yang lengkap, serta layanan pengaduan yang memungkinkan pengguna jalan melaporkan kendala atau kejadian darurat dengan cepat. Jasa Marga menekankan pentingnya aplikasi ini untuk merencanakan perjalanan yang lebih efisien dan memperoleh informasi terkini secara praktis. Selain penggunaan Travoy, Rivan Achmad juga mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap tenang dan berada di dalam kendaraan apabila mengalami kendala di perjalanan, serta segera menghubungi Call Center Jasa Marga di nomor 14080 untuk mendapatkan bantuan cepat dari petugas operasional.

















