Dalam upaya krusial untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan fatalitas di jalan raya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya (PMJ) secara resmi meluncurkan Operasi Keselamatan Jaya. Operasi berskala besar ini, yang digelar pada Senin (2/2) di seluruh wilayah Jakarta, menempatkan penindakan terhadap pelanggaran yang secara langsung membahayakan pengguna jalan sebagai prioritas utama, dengan fokus tajam pada fenomena pengendara yang nekat melawan arus. Dengan pengerahan 2.939 personel gabungan dari berbagai instansi, Operasi Keselamatan Jaya bertujuan untuk menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya kepatuhan berlalu lintas, demi keselamatan bersama dan ketertiban di ibu kota yang padat.
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya ini tidak hanya melibatkan kekuatan penuh dari jajaran kepolisian Ditlantas Polda Metro Jaya, melainkan juga mengintegrasikan personel dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta berbagai dinas terkait lainnya yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan ketertiban umum dan lalu lintas. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan bahwa sinergi lintas instansi ini merupakan kunci untuk mencapai efektivitas maksimal dalam penegakan hukum dan pencegahan pelanggaran. Sebanyak 2.939 personel gabungan tersebut telah disebar secara merata di berbagai titik strategis di seluruh wilayah DKI Jakarta, mencakup ruas-ruas jalan utama, jalan arteri, hingga area-area yang dikenal rawan pelanggaran. Mereka akan secara aktif menyasar 10 target operasi utama yang telah diidentifikasi sebagai penyebab dominan kecelakaan dan gangguan ketertiban lalu lintas.
Komarudin lebih lanjut menguraikan bahwa pengerahan ribuan personel ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap pola pelanggaran yang paling berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas serius dan mengancam nyawa pengguna jalan lainnya. Fokus utama ditempatkan pada tindakan-tindakan yang tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga secara inheren menciptakan situasi berbahaya yang sulit diprediksi oleh pengendara lain. Pelanggaran-pelanggaran ini, seringkali dilakukan tanpa mempertimbangkan konsekuensi fatal, menjadi target prioritas untuk dieliminasi guna meningkatkan standar keselamatan di jalan-jalan ibu kota. Dengan demikian, setiap personel yang bertugas dibekali pemahaman mendalam tentang dampak serius dari setiap pelanggaran yang mereka tindak.











