- Bandung-Yogyakarta: Sebanyak 320 tiket dialokasikan untuk rute populer ini, menghubungkan ibu kota Jawa Barat dengan salah satu pusat budaya di Jawa Tengah.
- Bandung-Solo: Rute ke kota budaya lainnya ini juga mendapatkan alokasi 320 tiket, menunjukkan tingginya minat pemudik ke wilayah ini.
- Yogyakarta-Bandung: Untuk perjalanan kembali, tersedia 360 tiket, mengantisipasi arus balik dari Yogyakarta ke Bandung.
- Bandung-Ciledug: Rute ini menyediakan 120 tiket, melayani pemudik menuju area Ciledug dan sekitarnya.
- Bekasi-Purbalingga: Sebanyak 80 tiket disiapkan untuk warga Bekasi yang hendak mudik ke Purbalingga.
- Bekasi-Bandung: Rute intra-provinsi ini mendapatkan 120 tiket, memfasilitasi pergerakan antar dua kota besar di Jawa Barat.
- Bekasi (Terminal Cikarang)-Tasikmalaya: Dengan 320 tiket, rute ini sangat penting bagi warga Bekasi yang berasal dari wilayah Priangan Timur.
- Bandung-Sukabumi: Rute pendek namun vital ini dialokasikan 400 tiket, menunjukkan tingginya permintaan untuk perjalanan domestik di Jawa Barat.
- Bogor (Cileungsi)-Bandung: Sebanyak 320 tiket tersedia untuk menghubungkan Bogor bagian timur dengan Bandung.
- Bogor-Pelabuhan Ratu: Rute ini memiliki 200 tiket, memfasilitasi akses ke wilayah pesisir selatan Sukabumi.
- Bandung-Yogyakarta (tambahan): Sebanyak 48 tiket tambahan untuk rute Bandung-Yogyakarta, menunjukkan fleksibilitas dalam alokasi.
- Bandung-Wonogiri: Rute ke Wonogiri mendapatkan 192 tiket, melayani pemudik ke wilayah selatan Jawa Tengah.
- Bandung-Solo (tambahan): Tersedia 144 tiket tambahan untuk rute Bandung-Solo.
- Bandung-Semarang: Sebanyak 48 tiket dialokasikan untuk rute ke ibu kota Jawa Tengah.
- Bandung-Sragen: Rute ini mendapatkan 48 tiket, melayani pemudik ke wilayah timur Jawa Tengah.
Mekanisme Pendaftaran Digital dan Standar Keselamatan
Untuk memastikan kemudahan akses dan efisiensi, Dinas Perhubungan Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Jawa Barat telah mengembangkan sistem pendaftaran berbasis daring yang terintegrasi melalui aplikasi “Sapawarga”. Aplikasi ini, yang dapat diunduh secara gratis melalui Playstore untuk pengguna Android dan Appstore untuk pengguna iOS, menjadi gerbang utama bagi calon pemudik untuk mendaftar. Periode pendaftaran dibuka secara luas mulai tanggal 11 Februari hingga 12 Maret 2026. Prosesnya dirancang sangat sederhana; pemudik hanya perlu memasukkan data diri esensial seperti nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat domisili, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, dan pilihan rute keberangkatan yang diinginkan. Setelah pendaftaran, pemilihan tanggal keberangkatan yang spesifik akan dilakukan saat proses aktivasi tiket, yang dijadwalkan pada 1 hingga 12 Maret 2026. Sistem dua tahap ini bertujuan untuk memastikan validasi data dan pengelolaan kuota yang lebih baik.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam program mudik gratis ini. Dhani Gumelar menegaskan bahwa setiap armada bus yang akan digunakan telah melalui serangkaian pemeriksaan teknis menyeluruh atau ramp check

















