Sebuah revolusi digital tengah bergulir di gerbang perbatasan Malaysia, menjanjikan efisiensi dan keamanan yang belum pernah ada sebelumnya bagi jutaan pelancong. Sistem Imigrasi Terintegrasi Nasional (MyNIISe) berbasis kode QR siap mengubah secara fundamental cara masuk ke negara ini, dengan peluncuran nasional yang krusial direncanakan pada tanggal 1 Maret 2026. Inisiatif ambisius ini, yang telah mulai diujicobakan secara bertahap di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sejak 1 Januari 2025, bertujuan untuk memangkas waktu tunggu imigrasi secara drastis hingga hanya 5-7 detik, meningkatkan kontrol perbatasan secara komprehensif, dan menyederhanakan pengalaman perjalanan bagi warga negara Malaysia maupun turis asing dari 63 negara yang akan menikmati kemudahan akses ini mulai 1 Januari 2026.
Perjalanan lintas negara di Malaysia diproyeksikan akan menjadi jauh lebih efisien melalui penggunaan satu aplikasi seluler terintegrasi, yaitu MyNIISe. Sistem pemeriksaan imigrasi berbasis kode QR ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan sebuah pilar utama dalam upaya pemerintah Malaysia untuk menyederhanakan kontrol perbatasan yang kompleks dan secara signifikan mengurangi waktu tunggu yang seringkali menjadi keluhan utama para pelancong. Dilansir dari The Star, Malaysia saat ini tengah berada dalam fase krusial pengintegrasian aplikasi seluler MyNIISe dengan berbagai sistem yang sudah ada, termasuk MyBorderPass, khususnya di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur. Proses integrasi ini merupakan langkah persiapan vital sebelum peluncuran nasional yang lebih luas. Berdasarkan pengaturan baru yang akan berlaku, para penumpang diwajibkan untuk memindai kode QR MyNIISe mereka sebelum melangkah melewati gerbang imigrasi elektronik, sebuah prosedur yang dirancang untuk mempercepat proses verifikasi identitas dan data perjalanan.
MyNIISe sendiri merupakan sistem imigrasi terintegrasi generasi terbaru milik Malaysia, yang hadir untuk menggantikan sistem myIMMS yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan dinilai sudah usang. Sebagai solusi nasional jangka panjang, MyNIISe dirancang dengan visi ganda: pertama, untuk secara substansial meningkatkan keamanan perbatasan negara melalui teknologi canggih dan integrasi data yang lebih baik; kedua, untuk memungkinkan pergerakan lintas batas yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih tangguh. Pihak berwenang Malaysia, termasuk Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail, menegaskan bahwa inisiatif ini secara eksplisit bertujuan untuk mempersingkat waktu tunggu yang seringkali memakan waktu lama, meningkatkan efisiensi menyeluruh dalam proses imigrasi, dan pada akhirnya, memberikan pengalaman yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih nyaman bagi semua pelancong yang memasuki atau meninggalkan Malaysia. Kecepatan pemeriksaan imigrasi yang diklaim hanya memakan waktu antara lima hingga tujuh detik adalah bukti nyata dari efisiensi yang ingin dicapai.
Mempercepat Gerbang Perbatasan: Detail Implementasi dan Jangkauan

















