Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Prihati Pujowaskito sebagai pucuk pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sebuah langkah strategis yang diharapkan memperkuat tata kelola dan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Keputusan ini, yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS, secara resmi menempatkan Prihati di kursi Direktur Utama lembaga vital ini. Penunjukan ini, yang diumumkan secara resmi pada Kamis, 19 Februari 2026, menandai babak baru bagi BPJS Kesehatan, dengan harapan membawa pengalaman dan keahlian Prihati, seorang dokter spesialis jantung dengan latar belakang militer yang panjang, untuk mengawal program jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain Prihati, Presiden juga melantik tujuh jajaran direksi lainnya, yaitu Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati, yang akan bersama-sama memimpin BPJS Kesehatan untuk periode lima tahun ke depan.
Penunjukan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan oleh Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, melainkan sebuah penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Keputusan ini, yang secara resmi dikukuhkan melalui Keppres Nomor 17/P Tahun 2026, menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang kuat dan berpengalaman dalam mengelola salah satu badan publik terbesar di Indonesia. BPJS Kesehatan, sebagai garda terdepan dalam menyediakan akses kesehatan bagi jutaan rakyat, membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami seluk-beluk administrasi publik, tetapi juga memiliki visi strategis untuk menghadapi tantangan di masa depan. Pengangkatan Prihati, seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat purnawirawan yang memiliki rekam jejak panjang di bidang kesehatan militer, diharapkan dapat membawa perspektif baru dan efektivitas operasional yang lebih baik bagi lembaga ini. Keppres tersebut secara spesifik mengatur pemberhentian anggota Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan yang lama, serta pengangkatan anggota baru, termasuk penunjukan Prihati sebagai nakhoda baru. Pernyataan resmi dari BPJS Kesehatan menekankan bahwa penetapan ini merupakan bagian integral dari upaya penguatan tata kelola dan memastikan keberlanjutan penyelenggaraan JKN, sebuah program yang menjadi pilar penting dalam sistem jaminan sosial nasional.
Rekam Jejak Akademis dan Keahlian Medis yang Mendalam
Latar belakang pendidikan dan profesional Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Prihati Pujowaskito menunjukkan perpaduan unik antara keahlian medis, kemampuan manajerial, dan pengalaman militer yang solid. Lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 29 Maret 1967, Prihati telah meniti karier sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, bahkan hingga ke tingkat subspesialisasi kardiologi intervensi. Dedikasinya pada dunia medis dimulai dengan menempuh pendidikan kedokteran umum di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1994. Perjalanan akademisnya berlanjut ke jenjang spesialisasi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, di mana ia mendalami ilmu jantung dan pembuluh darah, dan meraih gelar spesialis pada tahun 2007. Tidak berhenti di situ, Prihati juga memperluas wawasan manajerialnya dengan menempuh pendidikan Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) pada tahun 2015, sebuah bekal penting untuk posisi kepemimpinan di lembaga sebesar BPJS Kesehatan. Puncak pencapaian akademisnya adalah gelar Doktor Hukum Kesehatan yang diraih pada tahun 2021, menunjukkan pemahaman mendalamnya tidak hanya pada aspek klinis, tetapi juga pada kerangka hukum yang mengatur sistem kesehatan. Pendidikan dasar hingga menengahnya ditempuh di Madiun dan Sukoharjo, memberikan fondasi awal yang kuat sebelum ia melangkah ke dunia pendidikan tinggi dan militer.
Jejak Karier Militer yang Mengabdi pada Kesehatan dan Pertahanan
Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Prihati Pujowaskito memulai perjalanan kariernya yang mengesankan melalui jalur perwira karier TNI pada tahun 1990. Selama satu dekade pertama pengabdiannya, dari 1990 hingga 2000, Prihati mengasah kemampuannya sebagai dokter di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pengalaman ini tidak hanya membentuknya sebagai seorang profesional medis yang tangguh, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin dan dedikasi yang tinggi. Setelah periode di Kopassus, kariernya berlanjut di lingkungan Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad) dari tahun 2000 hingga 2006. Di sana, ia mengabdikan diri sebagai dokter spesialis jantung di Rumah Sakit TNI AD Dustira, Cimahi, memberikan pelayanan kesehatan vital bagi para prajurit dan keluarga mereka. Peran strategisnya terus berkembang, terbukti dengan penunjukannya sebagai Kepala Departemen Jantung di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada periode 2018-2021. Bersamaan dengan itu, ia juga berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan militer dengan menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi. Pengalaman kepemimpinannya semakin terasah ketika ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2021-2022. Puncak karier militernya di bidang pendidikan adalah saat ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan dari tahun 2023 hingga 2025, sebuah posisi yang menunjukkan pengakuan atas kompetensi dan kepemimpinannya di ranah akademik dan pertahanan.
Peran Baru Sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan
Penunjukan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan menandai transisi penting dari karier militer ke sektor publik yang lebih luas, khususnya dalam bidang jaminan sosial. Keputusan Presiden Prabowo Subianto ini, yang didasarkan pada Keppres Nomor 17/P Tahun 2026, menempatkan Prihati pada posisi strategis untuk memimpin lembaga yang mengelola jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Periode kepemimpinannya akan berlangsung selama lima tahun, sebuah kesempatan yang cukup untuk mengimplementasikan visi dan strategi baru demi peningkatan kualitas layanan BPJS Kesehatan. Prihati mengambil alih estafet kepemimpinan dari Ali Ghufron Mukti, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan sejak Februari 2021. Dengan latar belakangnya sebagai dokter spesialis jantung dan pengalaman panjang di kesehatan militer, Prihati diharapkan dapat membawa pendekatan yang komprehensif dalam mengelola tantangan yang dihadapi BPJS Kesehatan, mulai dari efisiensi operasional, peningkatan kepuasan peserta, hingga inovasi dalam pelayanan. Pengangkatan ini juga mencerminkan upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan memastikan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan sistem jaminan sosial di Indonesia. Bersama dengan tujuh direksi lainnya yang juga dilantik, Prihati diharapkan dapat bekerja sinergis untuk mencapai tujuan tersebut.

















