Perkembangan infrastruktur transportasi publik di sekitar Jakarta International Stadium (JIS) terus menjadi sorotan utama, seiring dengan meningkatnya popularitas stadion megah ini sebagai pusat berbagai kegiatan berskala besar. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menargetkan penyelesaian seluruh infrastruktur pendukung di Stasiun JIS pada awal Maret tahun ini. Komitmen ini disampaikan oleh Purnomo, yang menegaskan bahwa pihaknya akan secara berkala memberikan pembaruan mengenai progres pembangunan stasiun tersebut, diperkirakan sekitar bulan Februari atau awal Maret.
Penyelesaian infrastruktur ini krusial demi memastikan kesiapan operasional stasiun dalam melayani kebutuhan publik. Setelah infrastruktur fisik rampung, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI diharapkan dapat segera melengkapi fasilitas esensial lainnya. Fasilitas tersebut mencakup sistem penandaan (signage) yang jelas dan sistem tiket (ticketing) yang efisien, yang merupakan elemen vital untuk kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang. “Kami sedang menunggu konfirmasi dari Dishub DKI,” ujar Purnomo, mengindikasikan bahwa koordinasi antarlembaga masih berlangsung intensif untuk mencapai target tersebut.
Target Pembangunan Stasiun JIS dan Aksesibilitas Publik
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara spesifik menargetkan bahwa pembangunan stasiun yang terintegrasi dengan Jakarta International Stadium ini akan rampung pada bulan November 2025. Target ini ditetapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mendesak untuk mempermudah akses masyarakat yang ingin mengunjungi kawasan JIS. Dudy telah memberikan instruksi tegas kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk mempercepat proses penggunaan stasiun tersebut. Percepatan ini bukan sekadar target waktu, melainkan sebuah strategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan JIS yang semakin hari semakin ramai dikunjungi.
Peningkatan kunjungan masyarakat ke kawasan JIS didorong oleh banyaknya penyelenggara acara yang memilih lokasi ini sebagai pusat kegiatan mereka. Mulai dari acara olahraga, konser musik, hingga festival budaya, JIS telah menjelma menjadi salah satu destinasi utama di Jakarta. “Harapannya satu sampai dua bulan ini bisa selesai. Hal ini penting karena akhir tahun itu akan banyak event yang berlangsung,” ungkap Dudy dalam sebuah pertemuan media di Jakarta pada Selasa, 30 September 2025. Pernyataan ini menekankan urgensi penyelesaian stasiun baru untuk menyambut lonjakan aktivitas di akhir tahun.
Potensi dan Tantangan Aksesibilitas ke Jakarta International Stadium
Jakarta International Stadium (JIS) telah membuktikan dirinya sebagai venue serbaguna yang mampu menampung berbagai jenis acara berskala besar. Selain menjadi markas tim sepak bola, stadion ini telah sukses menggelar konser musik dari berbagai artis ternama seperti Dewa 19, Maroon 5, dan Seventeen. Keberagaman acara tidak berhenti di situ; JIS juga sering menjadi tuan rumah berbagai festival, karnaval, hingga acara keagamaan penting seperti pelaksanaan Salat Idul Fitri dan Idul Adha. Skala dan kompleksitas acara-acara ini menuntut infrastruktur pendukung yang memadai, terutama dalam hal aksesibilitas transportasi.
Namun, di balik kemegahan fasilitas stadion, aksesibilitas bagi masyarakat, terutama yang datang dari luar Jakarta, masih kerap kali menjadi kendala. Saat ini, pengunjung yang ingin menuju JIS dari luar Jakarta biasanya harus turun di Stasiun Ancol. Dari Stasiun Ancol, mereka kemudian harus melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota (angkot) atau Transjakarta untuk mencapai kawasan JIS. Rute yang berliku dan potensi kepadatan lalu lintas pada jam-jam sibuk seringkali menambah waktu tempuh dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Kondisi ini tentu saja mengurangi pengalaman positif pengunjung sebelum mereka menikmati acara di JIS.
Dengan hadirnya stasiun baru yang terintegrasi langsung dengan kawasan JIS, Dudy Purwagandhi berharap hambatan aksesibilitas ini dapat teratasi secara signifikan. Keberadaan stasiun ini akan menjadi solusi fundamental untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses transportasi publik menuju JIS. “Nanti para pengunjung tidak akan sulit lagi kalau ingin berkunjung ke sana,” tegas Dudy, menggarisbawahi visi untuk menjadikan JIS lebih mudah dijangkau oleh siapa saja. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya tarik dan fungsionalitas kawasan JIS sebagai pusat kegiatan publik yang inklusif dan mudah diakses.
Kontribusi dalam penulisan artikel ini diberikan oleh Alif Ilham.
Pilihan Editor: Beban Baru Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat


















