Menjelang perayaan Idulfitri 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara proaktif telah mempersiapkan kapasitas angkut yang signifikan untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat. Dalam sebuah pengumuman penting, KAI mengonfirmasi penyediaan total 37.758 tempat duduk kereta api jarak jauh (KAJJ) setiap harinya, khusus untuk keberangkatan dari dua stasiun sentral di Jakarta, yaitu Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, selama periode krusial masa angkutan Lebaran 2026. Angka ini mencerminkan komitmen KAI dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik, mengingat Lebaran merupakan salah satu momen puncak perjalanan tahunan di Indonesia, di mana jutaan warga pulang ke kampung halaman. Ketersediaan puluhan ribu kursi ini menjadi tulang punggung mobilitas nasional, menghubungkan ibu kota dengan berbagai destinasi di Pulau Jawa dan sekitarnya. Franoto Wibowo, yang menjabat sebagai Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, menjelaskan secara rinci bahwa persiapan ini melibatkan pengoperasian sejumlah besar kereta reguler yang telah direncanakan jauh-jauh hari untuk menghadapi lonjakan permintaan yang tak terhindarkan setiap tahunnya.
Strategi Angkutan Lebaran 2026: Fokus Jakarta sebagai Hub Utama
Daop 1 Jakarta, sebagai salah satu simpul transportasi terpenting di Indonesia, akan menjadi pusat pergerakan utama selama masa angkutan Lebaran 2026. Franoto Wibowo membeberkan bahwa KAI Daop 1 Jakarta akan mengoperasikan total 34 kereta api reguler per hari yang akan diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen. Stasiun ini dikenal sebagai gerbang utama bagi penumpang kereta api kelas ekonomi dan bisnis, melayani rute-rute padat menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan 34 perjalanan harian tersebut, Stasiun Pasar Senen akan menyediakan kapasitas masif sebanyak 20.719 kursi setiap harinya. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran Pasar Senen dalam melayani segmen penumpang yang mencari opsi perjalanan yang efisien dan terjangkau. Sementara itu, untuk segmen perjalanan yang lebih premium, Stasiun Gambir akan menjadi titik keberangkatan bagi 35 kereta api per hari. Stasiun Gambir, yang secara tradisional melayani kereta api kelas eksekutif dan beberapa kelas bisnis, akan menawarkan 17.039 tempat duduk setiap harinya. Rute-rute dari Gambir umumnya mencakup kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Malang, menawarkan kenyamanan dan kecepatan lebih bagi para pemudik. Penting untuk digarisbawahi, seperti yang disampaikan Franoto Wibowo dalam keterangannya yang dikutip oleh Antara pada Sabtu, 24 Januari 2026, bahwa seluruh angka kapasitas yang disebutkan ini “hanya KA penumpang reguler.” Ini berarti bahwa kapasitas total yang akan tersedia bagi masyarakat masih berpotensi meningkat secara signifikan dengan adanya penambahan kereta api Lebaran (KA Tambahan) yang biasanya dioperasikan KAI untuk mengantisipasi puncak kepadatan penumpang, menjanjikan ketersediaan kursi yang lebih luas lagi.
Untuk memberikan kesempatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat dalam mendapatkan tiket, PT KAI telah menetapkan skema pemesanan tiket yang terstruktur, yakni H-45 sebelum tanggal keberangkatan. Ini berarti, tiket untuk keberangkatan pada tanggal 11 Maret 2026, misalnya, sudah dapat mulai dipesan pada tanggal 25 Januari 2026. Skema H-45 ini dirancang untuk memungkinkan penumpang merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari dan menghindari pembelian tiket mendadak yang seringkali berujung pada kehabisan tiket atau harga yang tidak wajar. Sistem penjualan bertahap ini, seperti yang diungkapkan Franoto, bukan hanya tentang ketersediaan tiket tetapi juga tentang pengelolaan permintaan yang masif. “KAI membuka penjualan tiket kereta api Lebaran secara bertahap agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan tiket sesuai rencana perjalanannya,” tegasnya. Pendekatan ini juga membantu KAI dalam mengelola beban sistem pemesanan online dan memastikan stabilitas layanan, sehingga setiap calon penumpang memiliki peluang yang setara untuk mengamankan kursi mereka di tengah persaingan yang ketat, terutama untuk tanggal-tanggal favorit di puncak arus mudik.
Perluasan Layanan Regional: KAI Divre I Sumatera Utara dan Rute Favorit
Selain fokus pada mobilitas di Pulau Jawa, KAI juga menunjukkan perhatian serius terhadap kebutuhan transportasi di wilayah lain, termasuk Sumatera. KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, misalnya, telah menyiapkan kapasitas yang tidak kalah penting untuk melayani masyarakat di provinsi tersebut. Selama masa angkutan Lebaran 2026, Divre I Sumatera Utara menyediakan 5.616 tempat duduk setiap harinya. Kapasitas ini dialokasikan untuk melayani rute-rute kereta api jarak jauh yang menjadi favorit di kalangan masyarakat Sumatera Utara. Dua rute utama yang menjadi sorotan adalah KA Sribilah Utama yang melayani rute padat dari Medan menuju Rantau Prapat, dan KA Putri Deli yang menghubungkan Medan dengan Tanjungbalai. KA Sribilah Utama dikenal sebagai tulang punggung transportasi antara ibu kota provinsi, Medan, dengan wilayah selatan Sumatera Utara yang kaya akan perkebunan dan aktivitas ekonomi. Rantau Prapat sendiri merupakan kota penting yang sering menjadi titik transit bagi perjalanan lebih lanjut ke provinsi tetangga. Sementara itu, KA Putri Deli melayani rute vital ke Tanjungbalai, sebuah kota pelabuhan yang memiliki konektivitas penting bagi masyarakat pesisir dan perdagangan. Pelaksana tugas Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengonfirmasi bahwa penjualan tiket untuk masa angkutan Lebaran 2026 di wilayah Sumatera Utara juga akan dimulai secara serentak pada tanggal 25 Januari, menunjukkan koordinasi nasional yang kuat dalam strategi penjualan tiket KAI.
Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang, KAI secara konsisten mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan pembelian tiket melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan. Pilihan kanal resmi ini mencakup berbagai platform yang mudah diakses dan terjamin keamanannya. Pertama, ada aplikasi Access by KAI, sebuah platform digital yang memungkinkan penumpang untuk mencari jadwal, memesan tiket, hingga melakukan pembayaran secara praktis melalui perangkat seluler. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur informasi perjalanan real-time. Kedua, masyarakat dapat mengakses situs web resmi KAI, yaitu booking.kai.id, yang menawarkan antarmuka yang ramah pengguna untuk pemesanan tiket dari mana saja dengan koneksi internet. Ketiga, untuk bantuan langsung atau pertanyaan khusus, calon penumpang dapat menghubungi kontak pusat 121, layanan pelanggan yang siap membantu 24 jam. Keempat, KAI juga bekerja sama dengan mitra penjualan resmi, seperti minimarket, kantor pos, dan agen perjalanan yang terdaftar, yang tersebar luas di berbagai daerah, memberikan opsi pembelian secara langsung. Terakhir, terdapat online agen perjalanan


















