Jakarta kembali diuji. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Jumat (20/2) dini hari telah memicu genangan air dan banjir di berbagai titik krusial ibu kota, secara masif mengganggu denyut mobilitas warga. Akibat kondisi ekstrem ini, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terpaksa memberlakukan penyesuaian layanan pada sejumlah rute vitalnya, baik melalui pengalihan maupun penghentian operasional, yang berdampak langsung pada ribuan komuter di jam sibuk pagi hari. Peristiwa ini menyoroti kerentanan infrastruktur kota terhadap cuaca ekstrem, sekaligus menuntut adaptasi cepat dari penyedia layanan transportasi publik untuk menjaga konektivitas di tengah tantangan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa langkah penyesuaian ini merupakan respons cepat terhadap kondisi lapangan. “Sehubungan dengan adanya genangan air akibat hujan deras di beberapa titik pagi ini, terdapat penyesuaian operasional pada beberapa rute dan layanan Transjakarta, di jam sibuk Jumat pagi,” ujar Ayu. Pernyataan ini menegaskan komitmen Transjakarta untuk memprioritaskan keselamatan penumpang dan kru, sembari berupaya semaksimal mungkin mempertahankan layanan di tengah kondisi yang tidak ideal. Penghentian sementara atau pengalihan rute adalah keputusan yang tidak terhindarkan demi menghindari risiko terjebak banjir atau kerusakan armada, yang pada akhirnya dapat memperburuk situasi bagi pelanggan. Kondisi ini juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi antara Transjakarta dengan pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan, untuk mendapatkan informasi terkini mengenai titik-titik genangan dan mengambil keputusan operasional yang tepat.
Dampak Meluas pada Angkutan Umum Integrasi dan Mikrotrans
Dampak genangan air dan banjir terasa signifikan pada berbagai segmen layanan Transjakarta, mulai dari Angkutan Umum Integrasi hingga Mikrotrans, yang merupakan tulang punggung konektivitas “last-mile” bagi warga Jakarta. Penyesuaian ini mencerminkan betapa luasnya cakupan banjir yang melanda ibu kota, di mana laporan tambahan menyebutkan sedikitnya 31 Rukun Tetangga (RT) terendam banjir dengan intensitas tinggi sejak dini hari.

















