Duka mendalam dan penyesalan yang tak terhingga menyelimuti selebgram kondang Karin Novilda Sulaiman, yang akrab disapa Awkarin, saat ia akhirnya berziarah ke pusara sahabat karibnya, Lula Lahfah. Momen haru ini terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026, di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, tak lama setelah Awkarin kembali dari perjalanan panjangnya di Australia. Di tengah tangis yang pecah dan suara bergetar, Awkarin mengungkap beban penyesalan atas nasihat-nasihatnya yang tak pernah didengar oleh Lula, sebuah pengakuan yang menggema di antara taburan bunga matahari dan keheningan makam, disaksikan oleh sahabat-sahabat dekat mereka.
Ringkasan Berita:
- Awkarin menangis di makam Lula Lahfah sambil mengungkap penyesalan karena nasihatnya tak pernah didengar.
- Ia datang bersama sahabat-sahabat dekat usai kembali dari Australia dan tampak paling emosional.
- Lewat makam dan media sosial, Awkarin menegaskan Lula adalah sosok tak tergantikan dalam hidupnya.
Tangis selebgram Awkarin pecah saat berdiri di makam sahabatnya, Lula Lahfah, mengungkap penyesalan yang selama ini dipendam. Dengan suara bergetar, Awkarin mengenang nasihat yang pernah disampaikan namun tak pernah benar-benar didengar. Kalimat “lu ga pernah dengerin gue” kini berubah menjadi luka mendalam yang datang terlambat untuk diperbaiki.
Kematian Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 di kamar apartemennya telah meninggalkan duka yang teramat dalam bagi lingkaran sahabat terdekatnya. Bagi Awkarin, kabar kepergian Lula datang saat ia berada jauh di Australia. Sekembalinya ke tanah air, tanpa menunda, Awkarin langsung mengarahkan langkahnya menuju TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sahabat yang telah pergi mendahuluinya. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah ziarah yang penuh emosi dan pengungkapan rasa kehilangan yang mendalam.
Derai Air Mata dan Penyesalan Awkarin di Pusara Lula Lahfah
Setibanya di pemakaman pada Selasa, 3 Februari 2026, Awkarin tidak sendiri. Ia ditemani oleh sejumlah teman satu geng yang juga merupakan sahabat dekat Lula, termasuk Keanu AGL, Dara Arafah, Risya Brabo, Sarah Gibson, dan Audrey Jesslyn. Namun, di antara mereka semua, Awkarin tampak menjadi sosok yang paling terpukul dan emosional, sebuah pemandangan yang dapat dimaklumi mengingat ini adalah kali pertama ia mengunjungi makam Lula Lahfah setelah kepergiannya yang mendadak. Dengan isak tangis yang tak tertahankan, selebgram berusia 28 tahun itu menancapkan bunga matahari satu per satu, mengelilingi nisan Lula Lahfah, seolah ingin menciptakan lingkaran kasih sayang abadi di sekitar peristirahatan terakhir sahabatnya.
Di tengah derai air mata dan kesedihan yang mendalam, terdengar sayup-sayup untaian kalimat penyesalan dari Awkarin. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena saran-sarannya, khususnya terkait hubungan asmara Lula dengan Reza Arap, tidak pernah diindahkan. “Lu ga pernah dengerin gue sih, sama bule aja Lul,” ucap Awkarin sambil terisak, sebuah kalimat yang mengindikasikan bahwa ia mungkin pernah menyarankan Lula untuk menjalin hubungan dengan orang asing, atau setidaknya seseorang di luar lingkaran pergaulan Lula saat itu. Lebih lanjut, Awkarin juga mengungkapkan penyesalan terkait ajakannya kepada Lula untuk ikut pindah ke Melbourne, Australia. “Kalo lo kemarin ke Melbourne kan gak kayak gini,” tambahnya, seperti dikutip dari tayangan YouTube Cumicumi pada Selasa, 3 Februari 2026. Kalimat ini menyiratkan bahwa Awkarin percaya, jika saja Lula mengikuti sarannya dan pindah ke Melbourne bersamanya, takdir Lula mungkin akan berbeda, atau setidaknya ia bisa terhindar dari situasi yang menyebabkan kepergiannya.
Setelah Awkarin selesai menancapkan bunga matahari, semua kerabat dan sahabat Lula Lahfah duduk mengelilingi makam, wajah-wajah mereka menunjukkan ekspresi kehilangan yang mendalam, termenung melihat sahabat yang kini hanya tinggal kenangan. Momen refleksi dan kesedihan kolektif ini menjadi saksi bisu betapa besar dampak kepergian Lula bagi orang-orang terdekatnya. Awkarin juga tak melewatkan kesempatan untuk menuangkan perasaannya melalui platform media sosial Instagram, tempat di mana ia dan Lula sering berbagi momen kebersamaan. Dalam unggahan yang penuh haru, ia menuliskan ucapan terima kasih dan menegaskan bahwa kehadiran Lula tak akan pernah tergantikan dalam hidupnya.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, Awkarin menuliskan sebuah pesan panjang yang menyentuh hati, mengungkapkan kedalaman persahabatan mereka:
“Assalamualaikum Lulaaaaaa kita udah kumpul bareng lagi!!! Maaf ya gue baru dateng Lula, tapi Awkarin lu ini yang selalu bikin lu geleng-geleng, udah bacain yasin buat Lula dari kemarin dan udah baca langsung di rumah baru Lula. Kita sayang Lula. Sampai kapanpun kita gak bakal pernah lupa kebaikan Lula dan betapa lembutnya hati Lula, dan kita gaakan pernah lupa semua momen-momen persahabatan kita selama ini. Dari geng kita cuma berempat, gue, lo, Sarah, Risya, dan kita namain Rahasia Negara di tahun 2016, karena kita berempat punya rahasia yang sama yang gaada orang lain yang tau, sampe sekarang kita udah ber-8 dan selalu bersegini. Hidup kita semua mungkin gaakan pernah sama lagi Lul, dengan ketidakhadiran lo di waktu-waktu kita ngumpul kedepannya. You can never be replaced in our hearts. Terimakasih Lula buat waktunya selama di dunia Lula habiskan sebagiannya sama kita. We’re so lucky to have known you in our lives. Rest in peace, Lula Lahfah. Thank you for the 10 years of friendship, Lul. Love, Hanams,” tulis @narinkovilda. Pesan ini tidak hanya menunjukkan ikatan emosional yang kuat, tetapi juga menyoroti sejarah panjang persahabatan mereka yang telah terjalin selama satu dekade, dari terbentuknya geng “Rahasia Negara” pada tahun 2016 yang awalnya beranggotakan empat orang hingga berkembang menjadi delapan.
Awkarin: Sosok Penting di Balik Gemilangnya Karier Lula Lahfah sebagai Selebgram
Jauh sebelum Lula Lahfah dikenal sebagai selebgram dan influencer yang memiliki jutaan pengikut, Karin Novilda alias Awkarin ternyata memegang peranan krusial dalam merintis dan mengembangkan karier sahabatnya di dunia digital. Kisah awal mula persahabatan dan kolaborasi mereka terekam jelas dalam sebuah pernyataan lawas Lula Lahfah saat menjadi bintang tamu di acara Podcast Pada Umumnya di kanal YouTube yb pada 19 November 2025. Dalam wawancara tersebut, Lula membongkar bagaimana perkenalannya dengan Awkarin terjalin melalui platform jejaring sosial Ask.fm yang sangat populer pada masanya.
“Kenal dari internet, dari Ask.fm dulu,” terang Lula Lahfah dalam video lawas di YouTube yb yang kini kembali viral setelah kepergiannya. Setelah saling mengenal melalui aplikasi tersebut, Lula mengungkapkan bahwa Awkarin-lah yang pertama kali mengajarinya dan mendorongnya untuk mulai membagikan momen-momen kehidupannya dalam format video blog, atau vlog, di YouTube. “Jadi Karin Karin tuh yang ngajarin aku, dulu yang maksa aku nge-vlog itu Karin,” akunya. Lula juga memuji Awkarin sebagai sosok yang visioner dan selalu mengikuti perkembangan tren. “Lumayan up to date orangnya. Dia tahu what’s happening, apa yang bakal bagus gitu-gitu. Dia tuh pintar banget menurut aku, dia ngajarin aku YouTube. Bahkan dia yang meminjami aku kamera dulu buat aku nge-vlog,” sambungnya, menyoroti betapa besar dukungan Awkarin, bahkan sampai meminjamkan peralatan demi kemajuan karier Lula.
Lula Lahfah juga menambahkan bahwa pada era mereka mulai aktif di media sosial, belum banyak nama-nama yang muncul sebagai influencer atau selebgram seperti saat ini. Ini menunjukkan bahwa Awkarin memiliki kepekaan dan keberanian untuk merintis jalan di industri yang masih sangat baru. “Pada zaman aku main sosmed itu sebenarnya belum banyak influencer-influencer atau selebgram kayak sekarang gitu,” tambahnya. Selain mengajari tentang vlogging, Awkarin, yang merupakan mantan kekasih Gaga Muhammad, juga menjadi mentor bagi Lula dalam hal monetisasi media sosial, khususnya membuka jasa endorse di Instagram. Dari bimbingan Awkarin inilah, Lula akhirnya berhasil meraup pundi-pundi rupiah pertamanya dari media sosial dan namanya mulai dikenal luas sebagai selebgram. “Aku tuh mulai akhirnya jadi bisa dapat uang dari sosial media itu tuh dari Instagram, endorse. Endorse Karin ngajarin endorse,” kenang Lula. Ia bahkan mengingat dengan jelas bayaran endorse pertamanya yang kala itu senilai Rp50 ribu, sebuah angka yang kini menjadi sejarah manis dalam perjalanan kariernya yang gemilang.
Kisah persahabatan Awkarin dan Lula Lahfah adalah cerminan dari sebuah ikatan yang mendalam, diwarnai oleh dukungan, bimbingan, dan kenangan tak terlupakan. Kepergian Lula memang meninggalkan duka yang teramat dalam, namun warisan persahabatan mereka, yang dibangun di atas fondasi kepercayaan dan dukungan timbal balik, akan terus hidup dalam ingatan Awkarin dan sahabat-sahabat lainnya. Penyesalan yang diungkapkan Awkarin di pusara Lula menjadi pengingat pahit akan betapa berharganya setiap momen dan setiap nasihat yang diberikan kepada orang-orang terkasih.

















