TRIBUNTRENDS.COM – Nama Lula Lahfah telah bertransformasi jauh melampaui sekadar deretan karakter pada kolom pencarian di platform media sosial. Bagi jutaan pengguna internet di Indonesia, khususnya para penggiat dunia maya, sosok kelahiran Jakarta pada 17 Juli 1999 ini adalah representasi konkret dari seorang figur multitalenta yang berhasil menaklukkan berbagai spektrum panggung hiburan. Perjalanan kariernya merentang dari panggung tarik suara yang memukau, dunia akting yang menantang, hingga pengaruh kuat yang tak terbantahkan di ranah digital, menjadikannya ikon bagi generasi muda.
Lahir sebagai anak kedua dari pasangan Feroz Marikar dan Tatu Yulyanah, Lula Lahfah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkahnya. Sejak usia yang relatif sangat belia, bersama sang kakak, Farah Dibba Shavira, dan adiknya, Shaquille Sultan Pahlevi, Lula mulai meniti mimpinya untuk berkarya dan bersinar di industri hiburan Tanah Air. Fondasi keluarga yang kuat ini menjadi landasan penting bagi keberaniannya dalam mengeksplorasi berbagai bidang seni.

Jejak Musikalitas: Dari Pop Hingga Fenomena Digital yang Mengguncang
Langkah awal Lula Lahfah dalam merintis karier di dunia tarik suara dimulai secara resmi pada tahun 2013. Kala itu, ia memperkenalkan diri kepada publik melalui single perdananya yang berjudul “Pergi”. Lagu ini menjadi penanda dimulainya perjalanan musiknya, menunjukkan potensi vokal dan keberaniannya untuk terjun ke industri yang kompetitif. Namun, Lula tidak berhenti pada satu genre saja. Ia menunjukkan keberanian yang luar biasa untuk bereksperimen, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh pendatang baru. Pada tahun 2015, ia merilis lagu bergenre dangdut berjudul “Pusing Pala Barbie”. Keputusan untuk merambah genre dangdut, yang kala itu sedang digandrungi dan memiliki basis penggemar yang masif, sempat mencuri perhatian publik secara signifikan. Lagu ini membuktikan fleksibilitasnya sebagai seorang seniman dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan tren pasar.
Puncak popularitasnya di ranah musik semakin mengukuh pada tahun 2016, ketika ia terlibat dalam sebuah proyek kolaborasi yang fenomenal. Lula berkolaborasi dengan dua nama besar di dunia hiburan dan digital, Roy Ricardo dan Gaga Muhammad, untuk merilis lagu hit berjudul “Panjat Sosial”. Lagu ini bukan hanya sekadar karya musik, melainkan sebuah fenomena budaya pop yang secara satir merefleksikan gaya hidup dan ambisi sebagian kalangan di era media sosial. Dengan lirik yang lugas dan melodi yang mudah diingat, “Panjat Sosial” segera menjadi viral, membanjiri berbagai platform digital dan menjadi soundtrack bagi banyak konten kreator. Proyek ini seolah mengukuhkan posisi Lula Lahfah sebagai seorang kreator yang memiliki kepekaan tinggi terhadap tren sosial dan mampu menerjemahkannya menjadi karya yang relevan dan menghibur, sekaligus memperkuat citranya sebagai seorang influencer yang relevan di mata audiens muda.

Ekspansi ke Dunia Akting dan Pilihan Pendidikan yang Berani
Tahun 2015 bukan hanya menjadi tahun di mana Lula Lahfah bereksperimen dengan genre musik dangdut, tetapi juga menjadi gerbang pembuka bagi karier aktingnya yang gemilang. Ia memulai debut aktingnya melalui sinetron populer “High School Love Story”, sebuah genre yang sangat digemari oleh remaja. Tidak lama berselang, ia juga tampil dalam film televisi (FTV) berjudul “Kepepet Cinta di Atas Ojek”, yang semakin mengasah kemampuan aktingnya. Bakat alami Lula dalam berakting segera tercium oleh para produser dan sutradara di industri layar lebar, membuka jalan bagi peran-peran yang lebih menantang.
Wajahnya mulai menghiasi layar bioskop dalam film-film populer, yang semakin memperkuat posisinya sebagai seorang aktris muda berbakat. Beberapa judul film yang dibintanginya antara lain:
- The Underdogs (2017): Sebuah film komedi yang mengisahkan tentang perjalanan sekelompok anak muda yang ingin menjadi YouTuber terkenal. Peran Lula dalam film ini menambah dimensi komedi dan dinamika cerita.
- Total Chaos (2017): Dalam film ini, Lula Lahfah mendapatkan kepercayaan besar untuk memerankan salah satu karakter utama. Ini menjadi bukti pengakuan atas kemampuannya membawa beban narasi yang lebih kompleks dan menuntut.
- Langkah Renjana (2023): Sebuah proyek film pendek yang menyentuh dan emosional, menunjukkan kematangan akting Lula dalam menyampaikan kedalaman karakter dan nuansa cerita yang lebih serius.
Dedikasinya yang luar biasa pada industri hiburan bahkan mendorongnya untuk mengambil sebuah keputusan besar yang cukup jarang terjadi di kalangan selebriti muda, yaitu terkait urusan pendidikannya. Lula Lahfah, yang merupakan alumnus dari Mahatma Gandhi School, sempat menempuh studi di jenjang perguruan tinggi, mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Pelita Harapan (UPH). Jurusan DKV sendiri merupakan bidang yang sangat relevan dengan dunia kreatif dan digital, yang sebenarnya bisa mendukung kariernya. Namun, dengan kariernya yang tengah meroket dan tuntutan jadwal yang semakin padat, Lula akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari bangku perkuliahan. Keputusan ini diambil demi fokus total pada kariernya yang sedang berada di puncak, sebuah pilihan strategis yang menunjukkan komitmen penuhnya terhadap profesi yang ia geluti.

Pesona Otentik dan Sorotan Intens Kehidupan Pribadi
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apa sebenarnya yang membuat Lula Lahfah begitu dicintai dan diikuti oleh jutaan pengikutnya, baik di platform Instagram maupun TikTok? Jawabannya terletak pada esensi gaya bicaranya yang apa adanya, atau yang sering disebut sebagai “real” dan otentik. Di tengah gemerlapnya dunia selebriti yang seringkali menampilkan citra yang terkurasi dan sempurna, Lula Lahfah memilih untuk tampil jujur dan transparan. Ia tidak ragu membagikan momen-momen kehidupannya yang sesungguhnya, termasuk saat berinteraksi dengan lingkaran pertemanan selebgramnya. Keaslian ini menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan para pengikutnya, membuat mereka merasa dekat dan terhubung, seolah-olah Lula adalah teman mereka sendiri. Keberaniannya untuk menjadi diri sendiri di hadapan publik adalah magnet utama yang mempertahankan loyalitas basis penggemarnya.
Memasuki pertengahan tahun 2025, radar publik kembali tertuju secara intens pada kehidupan pribadinya, khususnya mengenai hubungan asmaranya. Kedekatannya dengan musisi sekaligus konten kreator kondang yang juga memiliki basis penggemar besar, Reza Arap Oktovian, menjadi perbincangan hangat di berbagai lini masa media sosial dan portal berita hiburan. Kebersamaan mereka yang terekam dalam berbagai acara publik, sesi siaran langsung di media sosial, hingga interaksi di belakang layar, seolah menjadi magnet tersendiri. Netizen, yang selalu haus akan kabar terbaru dari sang idola, dengan antusias mengikuti setiap perkembangan dari hubungan mereka. Sorotan ini tidak hanya menambah popularitas Lula tetapi juga menegaskan posisinya sebagai figur publik yang kehidupannya selalu menarik perhatian, baik dari segi karier maupun aspek personal.
Dengan perjalanan karier yang dinamis dan kemampuan adaptasi yang luar biasa, Lula Lahfah telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bintang muda paling berpengaruh di Indonesia. Dari panggung musik hingga layar lebar, dan kini dominasi di ranah digital, ia terus berevolusi dan mengukir jejaknya sendiri. Keaslian dan keberaniannya dalam berekspresi menjadi kunci utama yang membuatnya tetap relevan dan dicintai oleh publik, menjadikannya inspirasi bagi banyak orang untuk mengejar passion tanpa batas.


















