Di tengah gemerlap acara Beauty Science Tech 2026 yang diselenggarakan di City Hall Pondok Indah Mall 3 pada 22 Januari 2026, sosok konten kreator Daffa Ariq muncul sebagai representasi pergeseran paradigma dalam dunia perawatan diri. Daffa secara terbuka mengakui kesadarannya yang kian mendalam mengenai pentingnya rutinitas perawatan kulit, sebuah ranah yang secara tradisional kerap diasosiasikan dengan kaum perempuan. “Beauty yang selama ini selalu berkaitan dengan perempuan, sekarang semakin terbuka terutama untuk laki-laki,” ujar Daffa, menggarisbawahi tren inklusivitas yang semakin meresap dalam industri kecantikan. Pengakuan ini tidak hanya mencerminkan evolusi pandangan pribadi Daffa, tetapi juga merefleksikan pergerakan yang lebih luas di masyarakat, di mana perawatan diri kini dipandang sebagai aspek krusial dari kesehatan dan kesejahteraan tanpa memandang gender. Melalui kehadirannya di acara tersebut, Daffa Ariq memberikan perspektif segar mengenai bagaimana laki-laki dapat merangkul dan mengintegrasikan perawatan kulit ke dalam keseharian mereka, menepis stigma lama dan merayakan pendekatan yang lebih holistik terhadap penampilan diri.
Evolusi Pandangan Daffa Ariq Terhadap Perawatan Diri Laki-Laki
Daffa Ariq, seorang figur yang dikenal luas di berbagai platform digital dengan jutaan pengikut di TikTok dan Instagram, membagikan transformasi pandangannya yang signifikan mengenai perawatan diri. Ia mengaku bahwa komitmennya terhadap rutinitas perawatan diri kini semakin meningkat. “Dulu ya aku pikir perawatan diri buat laki-laki tuh cukup air wudhu aja,” ungkap Daffa, menggambarkan persepsi umum yang mungkin masih dipegang oleh sebagian pria di masa lalu. Pandangan yang sangat minimalis ini, yang hanya mengandalkan kebersihan dasar, kini telah bergeser drastis. Kesadaran baru ini muncul seiring dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan kulit dan dampak paparan lingkungan sehari-hari.
Perubahan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah adaptasi terhadap realitas gaya hidup modern. Daffa secara spesifik menyoroti pentingnya penggunaan tabir surya (sunscreen) sebagai komponen esensial dalam rutinitas perawatan kulitnya. “Tapi sekarang sadar, apalagi untuk pakai sunscreen itu penting banget karena setiap hari kita ketemu matahari. Biar kulit tetap terlindungi,” jelasnya. Pengakuan ini menggarisbawahi pemahaman Daffa bahwa perlindungan dari radiasi ultraviolet (UV) matahari bukan lagi kemewahan, melainkan sebuah keharusan demi menjaga kesehatan dan vitalitas kulit dalam jangka panjang. Paparan sinar matahari yang terus-menerus dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, mulai dari penuaan dini, flek hitam, hingga peningkatan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, kesadaran Daffa akan pentingnya sunscreen mencerminkan pemahaman yang lebih canggih dan proaktif terhadap perawatan kulit.
Beauty Science Tech 2026: Panggung Inklusivitas dan Inovasi Perawatan Diri
Acara Beauty Science Tech 2026 yang diselenggarakan di City Hall Pondok Indah Mall 3 tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran teknologi kecantikan terkini, tetapi juga menjelma menjadi platform diskusi yang merangkul isu-isu perawatan diri yang semakin inklusif. Salah satu fokus utama yang diangkat dalam forum tersebut adalah pergeseran persepsi dan peningkatan perhatian terhadap perawatan diri bagi laki-laki. Kehadiran Daffa Ariq di acara ini menjadi bukti nyata bagaimana isu tersebut mendapatkan resonansi di kalangan publik, khususnya para kreator konten yang memiliki pengaruh besar terhadap opini masyarakat.
Diskusi yang terjadi di dalam acara tersebut secara eksplisit membahas bagaimana industri kecantikan kini berupaya mendobrak batasan gender yang kaku. Hal ini sejalan dengan semangat yang diusung oleh Beauty Science Tech 2026, yaitu menjadikan kecantikan sebagai bagian integral dari gaya hidup modern yang dapat diakses oleh semua orang, tanpa terkecuali. Pameran ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk tidak hanya menyaksikan perkembangan teknologi di bidang kecantikan, tetapi juga untuk berpartisipasi aktif dalam forum diskusi dan merasakan langsung berbagai inovasi produk. Pengalaman interaktif ini memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan personal mengenai tren serta produk-produk yang ditawarkan.
Pengalaman Daffa Ariq dengan Produk Kahf dan Keunggulan Brand Paragon
Dalam kunjungannya ke pameran Beauty Science Tech 2026, Daffa Ariq tidak melewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai stan yang menarik perhatiannya. Salah satu stan yang memberikan kesan mendalam baginya adalah stan Kahf, sebuah merek yang berada di bawah naungan Paragon Corporation. Daffa mengungkapkan bahwa Kahf bukanlah nama yang asing baginya, melainkan produk yang telah ia gunakan secara rutin dalam kesehariannya. Pengalaman pribadinya ini memberikan kredibilitas pada ulasannya mengenai produk-produk Kahf.
“Kahf juga salah satu produk yang udah lama saya pakai, mulai dari facial wash bahkan sampai deodoran-nya,” ujar Daffa, merinci berbagai kategori produk Kahf yang telah menjadi bagian dari rutinitas perawatannya. Penggunaan yang konsisten ini menunjukkan kepuasan Daffa terhadap kualitas dan efektivitas produk yang ditawarkan oleh Kahf. Lebih lanjut, Daffa memberikan apresiasi khusus terhadap komitmen Paragon Corporation dalam memproduksi produk-produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memenuhi standar kehalalan. “Yang aku suka dari produk-produk paragon itu udah dijamin halal,” tambahnya. Penekanan pada aspek kehalalan ini sangat relevan bagi sebagian besar konsumen di Indonesia, yang menjadikan sertifikasi halal sebagai salah satu faktor penentu dalam keputusan pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa Paragon Corporation tidak hanya berfokus pada inovasi dan kualitas, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan spiritual dan kepercayaan konsumennya.
Beauty Science Tech 2026 secara keseluruhan menegaskan kembali bahwa ranah kecantikan (beauty) telah bertransformasi dari sebuah ruang eksklusif menjadi sebuah elemen fundamental dari gaya hidup kontemporer. Acara ini secara gamblang menunjukkan bagaimana teknologi, edukasi, dan rutinitas keseharian masyarakat saling terjalin erat dalam membentuk persepsi dan praktik perawatan diri. Dengan menghadirkan forum diskusi yang interaktif dan kesempatan untuk mencoba beragam produk kecantikan, pameran ini berhasil menciptakan sebuah ekosistem di mana setiap individu, terlepas dari batasan gender, dapat mengeksplorasi dan mengadopsi praktik perawatan diri yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Transformasi ini menandakan era baru di mana kesadaran akan perawatan diri semakin meluas, merangkul semua kalangan, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.


















