Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Bisnis Global Rusak Alam, Kemakmuran Dunia Terancam Merosot Tajam

Huda Wijaya by Huda Wijaya
February 28, 2026
Reading Time: 5 mins read
0
Bisnis Global Rusak Alam, Kemakmuran Dunia Terancam Merosot Tajam

#image_title

Krisis ekosistem global kini bukan lagi sekadar isu lingkungan yang terisolasi, melainkan ancaman eksistensial terhadap stabilitas ekonomi dunia yang dapat memicu kemerosotan kemakmuran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan perdana bertajuk Business and Biodiversity Assessment Report yang dirilis oleh Intergovernmental Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) mengungkapkan bagaimana model bisnis konvensional yang mengejar pertumbuhan tanpa batas telah secara sistematis menggerogoti fondasi alam yang justru menjadi tumpuan hidup manusia. Dengan melibatkan pakar dari 35 negara, penilaian ini menyoroti paradoks di mana dunia usaha menyuntikkan dana triliunan dolar ke aktivitas yang merusak lingkungan, sementara hanya menyisakan remah-remah untuk konservasi. Kondisi ini diperkuat oleh peringatan Bank Dunia yang menyatakan bahwa degradasi lahan dan kelangkaan air dapat membuat pertumbuhan ekonomi negara-negara berpenghasilan rendah “ambyar,” sehingga transformasi radikal dalam hubungan antara perdagangan dan alam menjadi sebuah keharusan mendesak bagi kelangsungan peradaban modern.

RELATED POSTS

Walhi: Pencabutan Izin Sumatra, Waspada Modus Ganti Konsesi!

Waspada! BRIN: Cisadane Picu Penyakit Kronis, Ancam Kematian

Deforestasi Picu Wabah Penyakit: Ancaman Nyata!

Paradoks Finansial: Mendanai Kehancuran dengan Triliunan Dolar

Laporan IPBES memaparkan realitas finansial yang mengejutkan, di mana arus modal global saat ini justru menjadi mesin utama penghancur keanekaragaman hayati. Pada tahun 2023 saja, diperkirakan sekitar US$7,3 triliun mengalir ke berbagai sektor industri yang memiliki dampak negatif langsung terhadap alam, dengan dua pertiga dari jumlah tersebut berasal dari sektor swasta. Sebagian besar dana ini dialokasikan untuk subsidi energi fosil dan praktik pertanian monokultur yang intensif, yang menurut Ryo Kohsaka dari Universitas Tokyo, secara aktif menguras “fondasi kehidupan sehari-hari.” Ketimpangan ini terlihat sangat kontras ketika dibandingkan dengan dana yang dialokasikan untuk perlindungan lingkungan; hanya sekitar US$220 miliar atau 3% dari total investasi global yang digunakan untuk konservasi. Analisis PBB bahkan memperkuat temuan ini dengan menyatakan bahwa nilai investasi yang merusak alam mencapai 30 kali lipat lebih besar dibandingkan pembiayaan untuk pemulihan ekosistem, menciptakan apa yang disebut para ahli sebagai “insentif yang menyimpang.”

Ketimpangan investasi ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam menilai aset alam dalam neraca perdagangan global. Bank Dunia memperingatkan bahwa tanpa perubahan arah, polusi dan kerusakan lingkungan akan terus menggerogoti kemakmuran global. Senior Managing Director Bank Dunia, Axel van Trotsenburg, menegaskan bahwa investasi pada alam seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban biaya atau filantropi semata, melainkan sebagai peluang ekonomi yang sangat besar. Dengan memulihkan sistem alam, negara-negara tidak hanya melindungi lingkungan tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan penciptaan lapangan kerja baru. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa industrialisasi yang tidak terkendali sejak abad ke-19 telah meninggalkan jejak kerusakan yang mendalam, mulai dari penipisan lapisan ozon hingga krisis iklim yang kini mengancam stabilitas pasar global secara menyeluruh.

Ketergantungan Mutlak Bisnis terhadap Ekosistem yang Kian Rapuh

Dunia usaha seringkali beroperasi dengan asumsi bahwa sumber daya alam adalah komoditas yang tidak terbatas dan tersedia secara gratis, padahal kenyataannya setiap aktivitas ekonomi sangat bergantung pada jasa ekosistem. Laporan IPBES mencontohkan bagaimana sektor pertanian global, yang nilai produksinya melonjak hingga 300% sejak tahun 1970, kini berada di ambang risiko besar. Sebanyak US$577 miliar nilai produksi tanaman pangan tahunan dunia terancam hilang akibat penurunan populasi hewan penyerbuk seperti lebah dan degradasi kualitas tanah yang parah. Hal serupa terjadi pada sektor perikanan, di mana habitat laut kian menyusut seiring dengan kematian terumbu karang akibat polusi dan pemanasan suhu laut. Ketergantungan ini menunjukkan bahwa ketika alam sekarat, maka profitabilitas dan keberlanjutan bisnis jangka panjang juga akan ikut terkikis, menciptakan risiko sistemik yang dapat meruntuhkan rantai pasok global.

Ketiadaan akuntabilitas korporasi memperparah situasi ini, di mana banyak perusahaan besar luput dari tanggung jawab atas dampak ekologis yang mereka timbulkan. Kurang dari 1% perusahaan yang terdaftar di bursa saham secara terbuka melaporkan dampak aktivitas mereka terhadap keanekaragaman hayati, sebagian besar karena pelaporan lingkungan masih bersifat sukarela dan lemahnya penegakan regulasi. Fokus berlebihan pada laporan laba kuartalan demi menyenangkan pemegang saham seringkali mengabaikan risiko ekologis jangka panjang yang jauh lebih destruktif. Ximena Rueda dari Universidad de los Andes menekankan bahwa peran stewardship atau pengelolaan lingkungan oleh perusahaan bukan lagi sekadar pilihan etis, melainkan keharusan strategis. Tanpa alam yang sehat, tidak akan ada bahan baku, tidak ada air bersih, dan tidak ada iklim yang stabil untuk menjalankan roda perdagangan yang produktif.

Peta Jalan Transformasi: Menata Ulang Peran Korporasi dalam Ekosistem

Untuk membalikkan tren kehancuran ini, IPBES menawarkan sebuah kerangka kerja transformatif yang bertujuan menciptakan “lingkungan yang memungkinkan” bagi praktik bisnis berkelanjutan. Transformasi ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh lima komponen utama dalam ekosistem bisnis global. Pertama, diperlukan penguatan kebijakan, hukum, dan kerangka regulasi yang mewajibkan transparansi dampak lingkungan. Kedua, sistem ekonomi dan keuangan harus direformasi agar mampu memberikan penghargaan bagi praktik hijau dan sanksi yang tegas bagi perusak alam. Ketiga, pergeseran nilai sosial, norma, dan budaya di tingkat konsumen dan produsen sangat diperlukan untuk menekan permintaan terhadap produk yang merusak alam. Keempat, pemanfaatan teknologi dan data yang akurat menjadi kunci untuk mengukur ketergantungan bisnis terhadap alam secara presisi. Terakhir, peningkatan kapasitas dan pengetahuan di semua level organisasi akan memastikan bahwa keputusan bisnis diambil dengan mempertimbangkan batas-batas ekologis Bumi.

Kolaborasi multisektoral menjadi benang merah dari seluruh rekomendasi yang diajukan oleh para pakar internasional. Stephen Polasky dari Universitas Minnesota menegaskan bahwa pengelolaan keanekaragaman hayati kini harus menjadi agenda utama di setiap ruang rapat direksi dan kabinet pemerintahan, bukan lagi dianggap sebagai isu lingkungan yang abstrak dan jauh. Dengan mengintegrasikan kepentingan alam ke dalam inti strategi bisnis, dunia usaha dapat bertransformasi dari agen perusak menjadi pelindung ekosistem. Langkah ini tidak hanya akan menyelamatkan spesies yang terancam punah, tetapi juga mengamankan kemakmuran global bagi generasi mendatang. Sebagaimana ditegaskan dalam laporan tersebut, investasi untuk memulihkan alam adalah investasi untuk masa depan ekonomi yang tangguh, di mana keberhasilan sebuah perusahaan diukur bukan hanya dari dividen yang dibagikan, tetapi juga dari kontribusi positifnya terhadap kesehatan planet yang kita huni bersama.

Komponen Transformasi Bisnis Fokus Utama Tujuan Strategis
Kebijakan & Regulasi Hukum lingkungan yang ketat Mewajibkan akuntabilitas dampak ekologis
Sistem Keuangan Realokasi subsidi fosil ke hijau Menghentikan “investasi merusak” senilai $7,3 T
Nilai Sosial & Budaya Edukasi konsumen dan etika bisnis Mengubah pola konsumsi yang tidak berkelanjutan
Teknologi & Data Pemantauan ekosistem digital Transparansi rantai pasok secara real-time
Kapasitas Pengetahuan Kolaborasi dengan masyarakat adat Mengintegrasikan kearifan lokal dalam konservasi

Pada akhirnya, laporan IPBES ini menjadi lonceng peringatan terakhir bagi dunia usaha untuk segera bangun dari ilusi pertumbuhan tanpa batas di planet yang terbatas. Kehancuran alam yang sedang berlangsung saat ini adalah ancaman nyata bagi stabilitas finansial dan kesejahteraan manusia. Namun, dengan adanya perangkat dan metode yang telah dipaparkan oleh para ilmuwan dan pelaku bisnis dalam penilaian perdana ini, masih ada celah sempit untuk memperbaiki arah. Transformasi menuju model bisnis yang pro-keanekaragaman hayati bukan hanya akan menghindarkan kita dari bencana ekonomi global, tetapi juga akan melahirkan era baru kemakmuran yang selaras dengan ritme alam, memastikan bahwa kemajuan manusia tidak lagi dibayar dengan harga kepunahan massal dan kerusakan bumi yang permanen.

Tags: ancaman kemakmuranbisnis globalKeberlanjutan Bisniskerusakan alamkrisis ekosistem
ShareTweetPin
Huda Wijaya

Huda Wijaya

Related Posts

Walhi: Pencabutan Izin Sumatra, Waspada Modus Ganti Konsesi!
Lingkungan

Walhi: Pencabutan Izin Sumatra, Waspada Modus Ganti Konsesi!

February 27, 2026
Waspada! BRIN: Cisadane Picu Penyakit Kronis, Ancam Kematian
Lingkungan

Waspada! BRIN: Cisadane Picu Penyakit Kronis, Ancam Kematian

February 26, 2026
Deforestasi Picu Wabah Penyakit: Ancaman Nyata!
Lingkungan

Deforestasi Picu Wabah Penyakit: Ancaman Nyata!

February 26, 2026
Begini Strategi Prabowo Atasi Masalah Sampah Menumpuk di TPA
Lingkungan

Begini Strategi Prabowo Atasi Masalah Sampah Menumpuk di TPA

February 25, 2026
Nasib 28 Perusahaan di Tangan Satgas Karhutla, Izin Terancam?
Lingkungan

Nasib 28 Perusahaan di Tangan Satgas Karhutla, Izin Terancam?

February 25, 2026
20 ton pestisida racuni Sungai Cisadane, Menteri LH Hanif: Ini masuk ranah pidana!
Lingkungan

20 ton pestisida racuni Sungai Cisadane, Menteri LH Hanif: Ini masuk ranah pidana!

February 23, 2026
Next Post
Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!

Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!

Persib Terdesak, Angin Segar Tak Terduga Akhirnya Tiba!

Persib Terdesak, Angin Segar Tak Terduga Akhirnya Tiba!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Jadwal Bola Malam Ini: PSS Sleman, Roma, Feyenoord Live!

January 19, 2026
Intip Jadwal Grebeg Sudiro 2026, Perayaan Imlek Termegah di Solo

Intip Jadwal Grebeg Sudiro 2026, Perayaan Imlek Termegah di Solo

February 11, 2026
Bulgaria Pimpin 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bulgaria Pimpin 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

January 22, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Bertanggung Jawab: Kunci Masa Depan Teknologi Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Damkar Kota Bogor Tambah Armada Baru, Respon Darurat Lebih Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelita Jaya 2026: Bank Jakarta Siap Dukung Penuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amazon Girls’ Tech Day Berdayakan 400 Siswi Karawang Melek Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Gagal Sembunyikan Sabu di Kotak Kacamata, Pengedar Majalengka Diciduk Polisi
  • Persib Terdesak, Angin Segar Tak Terduga Akhirnya Tiba!
  • Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!

Categories

  • Administrasi Pajak
  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bea dan Cukai
  • Beasiswa Olahraga
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bisnis
  • Bisnis Hewan Peliharaan
  • Budaya
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Etika Lingkungan
  • Game
  • Health
  • Hiburan
  • Horoskop
  • Hukum
  • Hukum Hiburan
  • Hukum Teknologi
  • Industri Hijau
  • Infrastruktur
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Kecelakaan Umum
  • Kedaulatan Digital
  • Keluarga
  • Kepatuhan Zakat
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Kripto
  • Lalu Lintas
  • Layanan Publik
  • Libur Nasional
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Media dan Jurnalistik
  • Misi Perdamaian
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Otomotif
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pasar Modal
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Seni Rupa
  • Sports
  • Tech
  • Transformasi Hidup
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026