| Parameter Pemantauan | Hasil Pengukuran | Status/Keterangan |
|---|---|---|
| Derajat Keasaman (pH) | 7 | Normal |
| Nitrat | 6,43 | Normal |
| Total Dissolved Solids (TDS) | 104,2 | Normal |
| Dissolved Oxygen (DO) | 1,9 | Sangat Rendah (Minimal 4) |
| Daya Hantar Listrik (DHL) | Normal | Normal |
| Amonia | 0 | Normal |
Rendahnya angka Dissolved Oxygen (DO) yang hanya menyentuh angka 1,9 mg/L—jauh di bawah batas minimum standar yakni 4 mg/L—menunjukkan bahwa air sungai dalam kondisi anoksik yang mematikan bagi biota air. Meskipun beberapa parameter lain tampak normal secara fisik, keberadaan zat kimia pestisida yang tidak terdeteksi secara kasat mata tetap menjadi ancaman utama. Hendry Pratama Syahputra menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu hasil uji laboratorium yang lebih komprehensif dari Kehatilab dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Proses analisis fisika-kimia diperkirakan memakan waktu sekitar lima hari kerja, sementara untuk mendeteksi kandungan pestisida terlarut secara spesifik dibutuhkan waktu hingga sepuluh hari kerja. Selama hasil laboratorium ini belum keluar, status darurat pencemaran sungai tetap dipertahankan dan pengawasan di lapangan akan terus diperketat.
Langkah Darurat dan Penegakan Hukum
Dalam upaya mitigasi dampak yang lebih luas, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang bersinergi dengan Kapolres Metro Tangerang Kota untuk melakukan pengamanan di sepanjang DAS Cisadane. Pihak kepolisian telah memberikan larangan keras bagi warga untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan di sungai, baik dengan jala maupun pancing, demi keselamatan publik. Selain itu, pihak berwenang juga tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab kebakaran di gudang kimia Taman Tekno BSD guna menentukan apakah ada unsur kelalaian yang menyebabkan tumpahan 2,5 ton zat kimia tersebut ke sistem drainase yang menuju ke sungai. Penegakan hukum lingkungan akan dilakukan secara tegas jika ditemukan bukti pelanggaran prosedur pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) oleh pihak perusahaan pemilik gudang.
Sebagai solusi jangka pendek bagi masyarakat yang terdampak krisis air bersih, Pemerintah Kota Tangerang telah menginstruksikan PDAM Tirta Benteng untuk menyiagakan armada tangki air guna menyuplai kebutuhan warga secara gratis, terutama bagi pemukiman yang selama ini masih mengandalkan air sungai secara langsung. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta aktif melaporkan jika melihat adanya oknum yang mencoba menjual ikan hasil tangkapan dari Sungai Cisadane di pasar-pasar lokal. Pemulihan ekosistem sungai diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama, mengingat sifat zat kimia pestisida yang cenderung mengendap di sedimen sungai dan memerlukan proses degradasi alami maupun intervensi teknis untuk benar-benar dinyatakan aman kembali bagi kehidupan akuatik dan konsumsi manusia.

















