Sebuah gelombang kritik keras menerpa respons pemerintah terhadap pemberitaan media, menyoroti esensi kebebasan pers di Indonesia yang tak boleh ditawar. Profesor Jurnalisme dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ana Nadhya Abrar, baru-baru ini melayangkan teguran tajam terhadap tindakan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang secara langsung membantah laporan utama Majalah Tempo














