- Di Dalam Bangunan atau Rumah: Jika Anda berada di dalam ruangan, jangan terburu-buru lari keluar jika jarak ke pintu keluar terlalu jauh. Segeralah berlindung di bawah meja yang kokoh untuk menghindari reruntuhan plafon atau benda-benda yang jatuh dari dinding. Lindungi kepala Anda menggunakan bantal, helm, atau benda empuk lainnya. Jika tidak ada meja, meringkuklah di sudut ruangan yang jauh dari kaca jendela dan tutupi kepala dengan kedua tangan dalam posisi tertelungkup.
- Di Luar Ruangan dan Area Terbuka: Bagi mereka yang berada di luar, langkah paling aman adalah mencari lapangan terbuka yang jauh dari bangunan tinggi, tiang listrik, papan reklame, atau pohon besar yang berisiko tumbang. Tetaplah berada di area terbuka tersebut hingga guncangan benar-benar berhenti, karena gempa susulan seringkali memiliki intensitas yang tidak terduga.
- Di Area Kerumunan atau Fasilitas Publik: Di tempat-tempat seperti pasar, mal, atau perkantoran, hindari penggunaan lift. Gunakan tangga darurat secara tertib dan ikuti arahan dari petugas keamanan atau safety officer di lokasi tersebut. Jangan saling mendorong karena risiko terinjak-injak saat panik sangat tinggi.
- Di Wilayah Pegunungan dan Lereng: Gempa bumi seringkali memicu ketidakstabilan tanah. Jika Anda berada di dataran tinggi atau dekat lereng, segera bergeraklah menuju daerah yang lebih datar dan lapang untuk menghindari ancaman tanah longsor atau runtuhan batu yang bisa terjadi seketika akibat guncangan tektonik.
- Di Kawasan Pesisir Pantai: Meskipun BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, masyarakat di pesisir harus tetap waspada. Jika guncangan terasa sangat kuat dan berlangsung lama (lebih dari 20 detik), segera lakukan evakuasi mandiri menuju dataran yang lebih tinggi tanpa menunggu sirine peringatan dini, sebagai bentuk antisipasi terhadap anomali gelombang laut.
- Di Dalam Kendaraan: Jika Anda sedang mengemudi, segera kurangi kecepatan dan tepikan kendaraan di tempat yang aman, jauh dari jembatan atau flyover. Tarik rem tangan dan tetaplah berada di dalam mobil sampai guncangan mereda, namun pastikan posisi mobil tidak menghalangi jalur kendaraan darurat atau evakuasi.
Pentingnya Verifikasi Informasi dan Kesiapsiagaan Pasca-Gempa
Setelah guncangan utama berakhir, masyarakat diingatkan untuk tidak langsung masuk kembali ke dalam bangunan yang mengalami keretakan struktur. Periksa kondisi instalasi listrik dan gas untuk menghindari risiko kebakaran pasca-gempa. Selain itu, sangat penting bagi warga untuk hanya mempercayai informasi yang bersumber dari kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG, akun media sosial terverifikasi @infoBMKG, atau pengumuman dari pemerintah daerah melalui BPBD. Hindari menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya (hoaks) yang dapat memicu keresahan publik di tengah situasi darurat.
Kesiapsiagaan jangka panjang melibatkan penyiapan “Tas Siaga Bencana” yang berisi dokumen penting, obat-obatan pribadi, makanan instan, air minum, lampu senter, dan peluit. Dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api (Ring of Fire), gempa bumi seperti yang terjadi di Maluku Tenggara Barat ini adalah pengingat bahwa harmoni dengan alam memerlukan pemahaman yang mendalam tentang risiko dan cara memitigasinya. Pemerintah diharapkan terus memperkuat literasi bencana di sekolah-sekolah dan komunitas lokal agar setiap individu memiliki kapasitas untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya saat bencana melanda.

















