Tragedi di lereng Gunung Lawu kembali menyita perhatian publik. Seorang pendaki muda bernama Yasid Ahmad Firdaus, berusia 26 tahun, yang merupakan warga Perum Angsana, Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, dilaporkan hilang secara misterius pada hari Minggu, 18 Januari. Peristiwa nahas ini segera memicu respons cepat dari pihak berwenang, yang berujung pada penutupan sementara seluruh aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang, lokasi di mana insiden tersebut terjadi. Keputusan penutupan ini diambil demi memprioritaskan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap pendaki yang hilang, serta untuk memastikan keselamatan pendaki lain yang mungkin berencana melakukan pendakian di area tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengkonfirmasi bahwa laporan mengenai hilangnya pendaki tersebut telah diterima secara resmi oleh pihaknya sejak Minggu kemarin. Informasi awal mengenai hilangnya Yasid Ahmad Firdaus diterima pada pukul 13.50 WIB. Laporan ini mengindikasikan bahwa pendaki yang bersangkutan belum kembali ke posko utama atau basecamp setelah menyelesaikan pendakiannya bersama dengan tiga orang rekan pendakiannya. Keberadaan Yasid yang tidak kunjung kembali menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi rekan-rekannya dan pihak pengelola kawasan pendakian.
Kronologi Hilangnya Pendaki di Bukit Mongkrang
Menurut keterangan yang dihimpun dari Hendro Prayitno, ketiga rekan pendaki yang bersama Yasid Ahmad Firdaus adalah Salman, Cahya, dan Riyan. Keempat pendaki ini memulai petualangan mereka mendaki Bukit Mongkrang pada hari Minggu pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Perjalanan menuju puncak berjalan lancar, dan mereka dilaporkan berhasil mencapai puncak Bukit Mongkrang pada pukul 08.00 WIB. Namun, situasi mulai berubah saat mereka memutuskan untuk kembali turun dari puncak. Pada ketinggian di atas Pos 3, formasi keempat pendaki ini diketahui terpisah. Urutan mereka saat itu adalah Salman berada di barisan terdepan, diikuti oleh Cahya, kemudian Yasid, dan Riyan berada di posisi paling belakang dalam rombongan tersebut.
Proses penurunan dari puncak ternyata tidak berjalan sesuai rencana bagi seluruh anggota rombongan. Salman dan Cahya dilaporkan tiba lebih dahulu di basecamp, menandakan bahwa mereka berhasil menyelesaikan perjalanan turun dengan selamat. Tak lama kemudian, Riyan, pendaki yang berada di barisan terakhir bersama Yasid, juga berhasil mencapai basecamp. Namun, hingga waktu yang ditentukan, Yasid Ahmad Firdaus tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya di basecamp. Ketiadaan Yasid inilah yang kemudian menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran, mendorong ketiga rekannya untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pengelola kawasan pendakian Bukit Mongkrang.
Upaya Pencarian dan Penutupan Sementara Kawasan Pendakian
Menindaklanjuti laporan hilangnya Yasid Ahmad Firdaus, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Karanganyar, relawan, dan pihak pengelola kawasan pendakian segera dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian. Penyisiran dilakukan secara intensif di berbagai area yang dimungkinkan menjadi lokasi keberadaan Yasid. Tim pencari telah menjelajahi jalur pendakian utama yang biasa dilalui, mulai dari kaki bukit hingga mencapai puncak. Selain itu, upaya pencarian juga diperluas dengan menyusuri jalur alternatif, termasuk jalur turun melalui area yang dikenal dengan nama Mrutu Sewu. Namun, hingga berita ini diturunkan, seluruh upaya pencarian yang telah dilakukan belum membuahkan hasil yang diharapkan. Keberadaan Yasid Ahmad Firdaus masih belum diketahui.
Akibat dari insiden hilangnya pendaki ini, pihak berwenang memutuskan untuk mengambil langkah tegas dengan menutup sementara seluruh aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk antisipasi dan fokus penuh pada upaya pencarian. Penutupan sementara ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang dan konsentrasi penuh kepada tim SAR dalam melakukan pencarian tanpa adanya gangguan dari pendaki lain. Selain itu, penutupan ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang, mengingat kondisi medan yang mungkin memiliki potensi bahaya tertentu, terutama ketika ada pendaki yang tersesat atau mengalami kesulitan.
Penutupan sementara kawasan pendakian Bukit Mongkrang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelancaran operasi pencarian. Pihak BPBD Karanganyar mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pecinta alam dan pendaki, untuk menghormati keputusan ini dan tidak melakukan aktivitas pendakian di area tersebut selama masa penutupan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pencarian dan kapan kawasan pendakian akan dibuka kembali akan disampaikan secara berkala oleh pihak berwenang. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya persiapan matang, kesadaran akan risiko, dan pentingnya berkomunikasi dengan baik saat melakukan kegiatan pendakian.


















