Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 18 Januari 2026, sejak siang hingga sore hari, telah memicu terjadinya genangan air di sejumlah titik strategis ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat per pukul 19.00 WIB, sedikitnya 38 Rukun Tetangga (RT) dan 12 ruas jalan utama masih tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan menuntut respons cepat dari pihak berwenang.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta, Yohan, mengonfirmasi kejadian ini dalam keterangan resminya pada Minggu (18/1). Beliau menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dan intens pada hari tersebut menjadi penyebab utama meluasnya genangan air. “Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 18 Januari 2026, menyebabkan terjadinya sejumlah genangan di wilayah DKI Jakarta. BPBD mencatat saat ini terdapat 38 RT dan 12 ruas jalan tergenang,” ujar Yohan. Data ini terus diperbarui seiring dengan perkembangan situasi di lapangan, menunjukkan dinamika penanganan bencana yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
Respons Cepat dan Koordinasi Multi-Pihak dalam Penanganan Banjir
Menghadapi situasi darurat banjir, BPBD DKI Jakarta telah mengaktifkan seluruh jajarannya untuk melakukan penanggulangan secara komprehensif. Yohan menegaskan komitmen BPBD dalam memastikan penanganan banjir berjalan efektif dan efisien. “BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik,” jelasnya. Koordinasi ini tidak hanya melibatkan dinas teknis, tetapi juga bekerja sama erat dengan aparatur kewilayahan seperti lurah dan camat setempat. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir yang terdampak.
Strategi penanganan banjir yang diterapkan berfokus pada percepatan surutnya genangan air. Yohan menambahkan, “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.” Upaya ini mencakup pembersihan saluran air, normalisasi sungai, serta penggunaan pompa air di titik-titik yang tergenang parah. Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari protokoler penanggulangan bencana yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat musim penghujan.
Detail Genangan Banjir Berdasarkan Wilayah dan Penyebabnya
Analisis mendalam terhadap data yang dihimpun BPBD DKI Jakarta menunjukkan pola sebaran genangan banjir yang cukup merata di beberapa wilayah administrasi kota. Di Jakarta Barat, genangan tercatat di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan 8 RT terendam dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 50 cm, disebabkan oleh curah hujan tinggi. Kelurahan Rawa Buaya juga terdampak dengan 3 RT tergenang setinggi 10 cm, sementara Kelurahan Jelambar melaporkan 1 RT tergenang setinggi 20 cm. Di Kelurahan Kamal, 4 RT terendam air setinggi 25 hingga 30 cm, dengan penyebab ganda yaitu curah hujan tinggi dan luapan Kali Semongol. Kelurahan Tegal Alur melaporkan 3 RT tergenang setinggi 25 hingga 30 cm akibat tingginya curah hujan.
Bergeser ke Jakarta Timur, Kelurahan Cakung Barat melaporkan 1 RT tergenang setinggi 25 cm karena curah hujan tinggi. Kelurahan Rawa Terate terdampak lebih parah dengan 2 RT tergenang setinggi 65 cm. Genangan signifikan juga terjadi di Kelurahan Cawang, di mana 5 RT terendam air setinggi 80 cm, yang disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung. Hal serupa terjadi di Kelurahan Bidara Cina, dengan 4 RT tergenang setinggi 60 hingga 80 cm, akibat kombinasi curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung. Di Jakarta Utara, Kelurahan Pademangan Barat melaporkan 1 RT tergenang setinggi 30 cm, sementara Kelurahan Tanjung Priok memiliki 1 RT tergenang setinggi 25 cm. Kelurahan Kapuk Muara terdampak dengan 2 RT tergenang setinggi 30 cm, dengan penyebab curah hujan tinggi dan fenomena rob (banjir pasang air laut). Terakhir, di Jakarta Selatan, Kelurahan Cipete Utara melaporkan 3 RT tergenang setinggi 20 cm, yang disebabkan oleh luapan Kali Krukut.
Daftar Ruas Jalan yang Tergenang dan Ketinggiannya
Selain RT yang tergenang, BPBD juga merinci daftar 12 ruas jalan utama yang mengalami genangan air, yang sebagian besar berada di wilayah Jakarta Utara. Jalan Karang Bolong Raya di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, tergenang setinggi 10 cm. Di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jalan Kp. Sepatan tergenang cukup dalam, mencapai 50 cm. Kawasan Kelapa Gading juga tidak luput dari genangan; Jalan Boulevard Barat, baik di depan Lotte Mart maupun di dekat My Bank, di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, tergenang masing-masing 15 cm dan 20 cm. Jalan Kalibaru Barat II, Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara, melaporkan genangan setinggi 15 cm. Jalan Boulevard Barat Raya, depan Mal Kelapa Gading (MKG), di Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, tergenang 15 cm. Jalan Babek TNI, Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, memiliki ketinggian genangan 20 cm. Di dekat Apartemen Pluit Se View, Jalan Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, genangan mencapai 30 cm. Pintu Masuk Pelabuhan Nizam Zachman, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, juga tergenang setinggi 40 cm. Jalan Kramat Jaya, tepatnya di depan Islamic Center, Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, mengalami genangan 10 cm. Jalan Gunung Sahari, di depan Lantamal, Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, tergenang setinggi 50 cm. Perlu dicatat bahwa Jalan Boulevard Barat Raya (Depan MKG), Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, tercatat dua kali dalam daftar dengan ketinggian genangan 15 cm, kemungkinan merupakan penegasan atau pembaruan data.
Data Pengungsi Akibat Banjir
Menyikapi dampak banjir terhadap hunian warga, BPBD DKI Jakarta juga telah menyiapkan dan mendata lokasi pengungsian. Di Jakarta Barat, Kelurahan Tegal Alur, sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 29 jiwa telah mengungsi di RPTRA Alur Anggrek. Di Kelurahan Kamal, juga di Jakarta Barat, 5 KK yang terdiri dari 22 jiwa mengungsi di Masjid Al Falah. Di Jakarta Timur, Kelurahan Rawa Terate, tercatat jumlah pengungsi yang lebih besar. Sebanyak 10 KK atau 30 jiwa sementara mengungsi di Lapangan United Trakto, dan 25 KK atau 120 jiwa mengungsi di Masjid Baitul Hamdi. Total pengungsi di Kelurahan Rawa Terate mencapai 35 KK atau 150 jiwa. Data ini menunjukkan bahwa meskipun upaya penanggulangan terus dilakukan, sebagian warga memerlukan tempat perlindungan sementara akibat genangan yang melanda permukiman mereka.


















