Jakarta, sebagai pusat gravitasi ekonomi dan pemerintahan Indonesia, kembali menghadapi tantangan alamiah berupa curah hujan yang konsisten menyelimuti wilayahnya sejak Minggu dini hari, 18 Januari. Fenomena atmosfer ini bukanlah sekadar rintik biasa, melainkan hasil dari akumulasi awan hujan yang telah terbentuk sepanjang malam, menciptakan suasana dingin dan lembap di seluruh penjuru ibu kota. Sejak jarum jam menunjukkan waktu pergantian hari, langit Jakarta telah tertutup rapat oleh awan kumulonimbus yang membawa presipitasi dengan intensitas yang stabil. Kondisi ini memaksa warga yang biasanya memulai aktivitas akhir pekan lebih awal untuk menyesuaikan rencana mereka, mengingat aspal jalanan protokol hingga gang-gang sempit di pemukiman padat penduduk telah basah kuyup oleh guyuran air hujan yang tak kunjung reda hingga fajar menyingsing.
Analisis Meteorologi: Prediksi BMKG dan Durasi Presipitasi Pagi Hari


















