Hujan deras yang mengguyur Jakarta sepanjang malam Sabtu (17/1) hingga dini hari Minggu (18/1) telah menimbulkan genangan air signifikan di beberapa area vital transportasi publik. Dua stasiun kereta api utama, Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota, menjadi saksi bisu dampak langsung dari curah hujan ekstrem tersebut, dengan air merendam sebagian fasilitas dan mengganggu operasional layanan Kereta Rel Listrik (KRL). Situasi ini memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, melalui anak perusahaannya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang mengoperasikan KRL Jabodetabek, untuk mengambil langkah-langkah pembatasan dan penyesuaian jadwal demi keselamatan penumpang dan kelancaran arus transportasi.
Dampak Genangan Air di Stasiun KRL: Gangguan Operasional dan Respons KAI
Pada Minggu (18/1), laporan mengenai genangan air di Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota mulai bermunculan, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna KRL yang mengandalkan moda transportasi ini untuk aktivitas sehari-hari. Genangan air di area stasiun tidak hanya mengganggu kenyamanan penumpang, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. KAI, sebagai operator utama, segera merespons situasi ini dengan memantau perkembangan secara intensif dan memberikan informasi terkini kepada publik melalui kanal komunikasi resmi mereka.
Perkembangan terbaru yang disampaikan oleh KAI pada Minggu (18/1) pagi memberikan sedikit kelegaan. Melalui akun X resmi mereka, @CommuterLine, KAI mengumumkan bahwa genangan air di Stasiun Jakarta Kota telah berangsur surut. Pernyataan yang dirilis pada pukul 10.02 WIB tersebut secara spesifik menyebutkan, “Genangan air di Stasiun Jakarta Kota dampak hujan saat ini telah surut. Perjalanan kereta api di lokasi dapat dilalui normal sesuai dengan kecepatan yang diizinkan.” Informasi ini menandakan bahwa jalur kereta api di Stasiun Jakarta Kota telah dinyatakan aman untuk dilalui kembali oleh KRL, meskipun mungkin dengan pembatasan kecepatan tertentu untuk memastikan keamanan maksimal.
Penyesuaian Operasional Jalur Bekasi/Cikarang Line
Namun, situasi di jalur lain menunjukkan tantangan yang berbeda. Khususnya untuk perjalanan yang melayani rute Bekasi/Cikarang Line, dampak genangan air masih terasa dan memerlukan penyesuaian operasional yang lebih signifikan. KAI menginformasikan bahwa hingga pukul 12.00 WIB pada hari yang sama, operasional KRL untuk Bekasi/Cikarang Line masih terbatas. Perjalanan kereta api dari arah Jakarta menuju Bekasi/Cikarang, maupun sebaliknya, hanya dapat dilayani hingga Stasiun Angke dan Stasiun Kemayoran.
Pernyataan resmi dari KAI mengenai hal ini berbunyi, “Saat ini hingga pukul 12.00 WIB lintas Bekasi/Cikarang, perjalanan hanya sampai Stasiun Angke dan Stasiun Kemayoran untuk kembali ke Bekasi/Cikarang.” Pembatasan ini berarti bahwa penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke atau dari Bekasi/Cikarang harus mencari alternatif transportasi dari Stasiun Angke atau Stasiun Kemayoran. Langkah ini diambil untuk mencegah KRL melintasi area yang masih tergenang air dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. KAI mengimbau para pengguna jasa untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi mereka guna merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur transportasi publik di perkotaan besar terhadap perubahan iklim dan peningkatan curah hujan ekstrem. Stasiun-stasiun yang berlokasi di dataran rendah atau dekat dengan sistem drainase yang kurang memadai cenderung lebih rentan terhadap genangan air. KAI, sebagai entitas yang bertanggung jawab atas operasional kereta api, terus berupaya meminimalkan dampak bencana alam seperti banjir melalui berbagai langkah mitigasi, termasuk pemantauan cuaca, penyesuaian operasional, dan koordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan infrastruktur drainase di area stasiun.
Penting bagi para pengguna KRL untuk selalu siap sedia dengan informasi terkini, terutama saat musim hujan. Keterlambatan atau pembatalan perjalanan KRL akibat cuaca buruk adalah hal yang mungkin terjadi. Dengan memantau informasi dari @CommuterLine atau sumber resmi KAI lainnya, penumpang dapat membuat keputusan yang tepat mengenai waktu keberangkatan dan rute alternatif jika diperlukan. Upaya KAI untuk memulihkan operasional secara normal sesegera mungkin menunjukkan komitmen mereka terhadap pelayanan publik, meskipun tantangan alam seringkali menjadi ujian yang berat.


















