- Optimalisasi Rantai Pasok Lokal: Melibatkan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan baku makanan untuk menggerakkan ekonomi desa secara simultan.
- Integrasi Data Terpadu: Menggunakan basis data kemiskinan yang diperbarui secara real-time untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan meminimalisir kebocoran.
- Peningkatan Standar Nutrisi: Menyusun menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi spesifik berdasarkan kelompok usia dan kondisi geografis daerah masing-masing.
- Monitoring dan Evaluasi Dampak: Melakukan pemantauan berkala terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan performa akademis siswa penerima manfaat.
Secara keseluruhan, pernyataan Menteri Rachmat Pambudy menegaskan posisi pemerintah bahwa pembangunan manusia adalah prioritas absolut. Dengan memprioritaskan Makan Bergizi Gratis di atas penciptaan lapangan kerja dalam skala urgensi, pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam kondisi kelaparan saat negara sedang memacu pertumbuhan ekonomi. Strategi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah gizi buruk secara instan, tetapi juga menciptakan fondasi sumber daya manusia yang tangguh, cerdas, dan siap bersaing di pasar kerja global di masa depan. Fokus pada “infrastruktur sosial” ini menandai babak baru dalam kebijakan fiskal Indonesia yang lebih humanis dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat paling bawah.


















