Sebuah terobosan signifikan dalam dunia pangan fungsional dan anti-penuaan terungkap melalui disertasi doktoral Siti Nurmilah dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Penelitian mendalam ini membedah potensi luar biasa dari tempe, khususnya yang diolah dari kedelai hitam, sebagai agen pencegah penuaan dini. Dengan memanfaatkan teknik metabolomik dan metagenomik, disertasi ini tidak hanya mengonfirmasi khasiat tempe tetapi juga membuka jalan bagi inovasi produk turunan bernilai tambah, menandai era baru dalam pemanfaatan kekayaan agrikultur Indonesia untuk kesehatan global. Studi ini, yang telah menghasilkan tujuh publikasi internasional, menjanjikan pengembangan produk pangan yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya manfaat kesehatan, memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen pangan fermentasi terkemuka di dunia.
Potensi Anti-Aging Tempe Kedelai Hitam: Sebuah Tinjauan Mendalam
Penelitian doktoral yang dipimpin oleh Siti Nurmilah dari program studi Teknologi Agroindustri, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), telah mengukuhkan tempe, terutama yang berbahan dasar kedelai hitam, sebagai pangan fungsional dengan potensi anti-penuaan yang signifikan. Sidang promosi doktor yang mengantarkan Siti meraih gelar doktor cum laude menjadi panggung pembuktian atas riset komprehensifnya. Disertasi berjudul “Study of Isoflavone Aglycones as Anti-Aging through Metabolomic and Metagenomic Studies in Tempe” ini secara spesifik mengkaji bagaimana kedelai hitam, melalui proses fermentasi menjadi tempe, menghasilkan senyawa isoflavon aglikon yang berperan vital dalam mencegah tanda-tanda penuaan dini.
Lebih jauh, penelitian ini tidak hanya berfokus pada produk akhir, tetapi juga menyelami proses fermentasi itu sendiri. Siti Nurmilah menyatakan bahwa salah satu tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperdalam pemahaman ilmiah mengenai dinamika mikroba dan metabolit yang terjadi selama proses fermentasi tempe. Pemahaman ini krusial untuk mengoptimalkan produksi tempe berkualitas tinggi dan konsisten. Dengan mengkaji potensi tempe kedelai hitam sebagai upaya diversifikasi produk tempe, riset ini membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan sumber daya lokal yang belum sepenuhnya tergali potensinya. Tempe, sebagai makanan tradisional Indonesia yang kaya nutrisi, kini semakin diperkuat posisinya sebagai pangan fungsional berkat temuan ilmiah ini.
Inovasi Fermentasi dan Pengembangan Produk Turunan
Salah satu inovasi kunci yang diperkenalkan dalam penelitian ini adalah penggunaan starter fermentasi kombinasi. Siti Nurmilah memperkenalkan penggunaan starter yang terdiri dari dua jenis jamur, yaitu Rhizopus oligosporus dan Rhizopus stolonifer. Kombinasi ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas fermentasi, menghasilkan tempe dengan profil senyawa bioaktif yang lebih optimal. Pendekatan ini merupakan langkah maju dari metode fermentasi konvensional yang umumnya hanya menggunakan satu jenis starter.
Sebagai luaran hilir yang tak kalah penting, penelitian ini berhasil mengembangkan tepung konsentrat tempe. Produk turunan ini tidak hanya praktis untuk dikonsumsi dan diaplikasikan dalam berbagai produk pangan, tetapi yang lebih menarik, tepung konsentrat tempe ini menunjukkan indikasi potensi anti-aging yang kuat. Hasil uji pada target protein yang terkait dengan proses penuaan memberikan bukti awal yang menjanjikan mengenai efektivitasnya. Pengembangan produk turunan seperti tepung konsentrat ini membuka peluang komersialisasi yang lebih luas dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi produk tempe.
Memperkuat Rantai Hulu-Hilir Tempe dengan Varietas Lokal
Kebaruan lain yang disajikan dalam disertasi ini adalah fokus pada pemanfaatan varietas kedelai hitam lokal Indonesia. Siti Nurmilah secara spesifik mengidentifikasi dan memanfaatkan varietas seperti detam, malika, dan darmo. Varietas-varietas ini dipilih karena dinilai memiliki adaptabilitas yang lebih baik terhadap kondisi tropis Indonesia, yang seringkali menjadi tantangan dalam budidaya kedelai. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga secara langsung mendukung petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemanfaatan varietas kedelai hitam lokal ini, dikombinasikan dengan pengembangan starter fermentasi kombinasi, dinilai mampu memperkuat rantai hulu hingga hilir dalam industri tempe. Hal ini berarti bahwa seluruh proses, mulai dari penanaman kedelai hingga produksi produk turunan tempe, menjadi lebih terintegrasi dan efisien. Hasilnya adalah produksi tempe dan produk turunannya yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga memiliki nilai tambah yang signifikan, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang menyoroti kandungan senyawa bioaktif beragam dalam tempe, termasuk flavonoid dan isoflavon, yang menjadikannya sebagai pangan fungsional.
Kontribusi Ilmiah dan Prospek Masa Depan
Bukti nyata dari kualitas dan signifikansi penelitian ini terlihat dari keberhasilannya menghasilkan tujuh publikasi pada jurnal internasional bereputasi Q1. Pencapaian ini menegaskan kontribusi substansial disertasi ini terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi agroindustri dan pangan fermentasi. Publikasi di jurnal Q1 menunjukkan bahwa penelitian ini telah melalui proses peer-review yang ketat dan diakui oleh komunitas ilmiah internasional sebagai riset yang inovatif dan berkualitas tinggi.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat terus dikembangkan lebih lanjut. Ada beberapa langkah penting yang perlu diambil, termasuk pelaksanaan uji klinis untuk memvalidasi klaim kesehatan secara ilmiah pada manusia. Selain itu, optimasi proses fermentasi dan pengendalian mutu perlu terus dilakukan untuk memastikan konsistensi produk. Kolaborasi lintas disiplin juga menjadi kunci untuk menggabungkan keahlian dari berbagai bidang, seperti bioteknologi, nutrisi, dan kedokteran, demi memastikan kesiapan produk untuk dikomersialisasikan secara luas. Dengan demikian, tempe kedelai hitam berpotensi menjadi produk pangan fungsional unggulan Indonesia di pasar global, menawarkan solusi alami untuk gaya hidup sehat dan pencegahan penuaan.

















